Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Berkamuflase


__ADS_3

Kembali ke masa kini


Setelah Meisya tahu jika


Misca seorang laki-laki


Perjalanan menuju


Ke rumah sederhana keluarga Indri


"Oh shi..t apa aku harus jadi laki-laki gendut berkepala botak dan perut buncit?"


Misca alias Kalan mulai bertanya tidak percaya di mobil belakang Limousine milik Abizard, satu ruangan di sekat dengan kain digunakan Mereka untuk mengubah Kalan sejak tadi.


Kepalanya terasa sakit mendadak saat Meisya dan Syahnaz mulai memasangkan perut tambahan dan lapisan kulit palsu yang membuat kepalanya terlihat menjadi botak Seketika.


Rencana yang di buat Abizard benar-benar gila bagi nya, jika tidak melibatkan diri nya mungkin bukan masalah, tapi laki-laki itu menyeretnya di pagi buta, membawa dirinya begitu saja.


Untung ada Meisya, jika tidak dia sudah membuat jutaan alasan untuk menolaknya.


"Oh my god, apakah dimasa tua kamu akan semengerikan ini?"


Tanya Meisya pada Kalan.


Dia sedikit tenganga melihat perubahan laki-laki tersebut.


"Jika segendut ini, apa aku bisa membatalkan diri untuk jatuh cinta pada mu"


Tanya Meisya sambil berbisik, takut jika Abizard mendengar ucapan nya.


Mereka jelas telah berpacaran Secara diam-diam selama hampir 3 Minggu ini.


Jika Abizard tahu, bisa Meisya pastikan Kalan akan di habisi oleh laki-laki itu.


"Jangan coba-coba menggoda adik ku"


Ancaman itu benar-benar tidak berguna.

__ADS_1


Kalan benar-benar pandai dalam permainan nya, menjerat Meisya dengan rayuan maut nya.


"Aku akan memilih diet ketat sebelum perut ku benar-benar lari kemana-mana bahkan aku fikir harus mengikuti program transplantasi rambut jika aku tiba-tiba membotak"


Ucap Laki-laki itu cepat sambil menatap dirinya di depan sebuah cermin.


Oh god kenapa jadi mengerikan sekali?.


Batin laki-laki tersebut.


Mendengar penjelasan Kalan seketika Meisya terkekeh, dia kembali memperbaiki perut tambahan laki-laki itu sambil menatap dalam wajah Kalan.


"Tapi bukan kah ketika tua kita akan berubah? tidak ada tubuh indah yang abadi, aku dan kamu akan berubah seiring berjalannya waktu, meskipun tubuh berubah, selama yang disini tetap sama, itu sudah cukup bagi ku"


Ucap gadis itu sambil menyentuh lembut dada Kalan.


Sejenak laki-laki itu terdiam, menatap balik bola mata itu untuk beberapa waktu.


Hubungan mereka sebenarnya cukup terasa Sulit, selain keadaan keluarga nya yang kacau, dia belum tentu dengan mudah mendapatkan restu dari Abizard.


Kalan secara perlahan menyentuh wajah Meisya, dia tahu didepan sana Abizard tidak memperhatikan mereka karena ruangan tersebut di sekat oleh kain.


"Namun perubahannya bukan terletak pada hal yang pasti, perubahannya terletak bukan pada hal yang memang akan terjadi. Jauh dari dugaan dan datangnya secara tiba-tiba. Jika kita memang mencintai pasangan kita, apapun yang terjadi kita tetap akan mencintai dirinya dengan cara yang begitu besar dan perasaan cinta itu tidak akan pernah pudar."


Kalan bicara sambil mengelus lembut pipi Meisya dengan Jemari nya.


"Jika hanya perbuahan masalah umur, masalah tua dan masalah keriput. Semua orang pasti akan mengalaimunya. Dan faktanya masih banyak diantara mereka yang sudah sama-sama tua renta masih saling mencintai dan saling mengasihi"


"Cintanya tidak berubah meski rambutnya sudah berubah dan fiisknya juga berubah. Namun sebeasar apapun cintanya akan kalah dengan besarnya rasa cinta yang dimiliki oleh seseorang yang cintanya tetap utuh meski fisiknya sudah hancur hmmm"


Lanjut Kalan lagi.


Mendengar ucapan laki-laki itu Seketika membuat Meisya melebarkan senyuman nya.


"Aku fikir akan bicara dengan Abizard setelah pernikahan dia dan Indri, kita tidak mungkin terus sembunyi-sembunyi seperti ini"


Ucap laki-laki itu lagi dengan cepat.

__ADS_1


"Tapi..."


Meisya terlihat sedikit khawatir.


"Aku fikir Mama..."


"Jangan khawatir, aku akan bicara dengan Tante lebih dulu"


Sejenak Meisya masih menatap dalam bola mata laki-laki tersebut, kemudian secara perlahan dia mengangguk kan kepalanya.


"He em"


"Hmmmm hmmm hmmm apakah sudah selesai?"


Tiba-tiba suara Syahnaz mengejutkan mereka.


Gadis itu merasa sedikit tidak enak hati dengan ke uwuan mereka, mungkin lebih tepatnya sedikit iri.


Dia yang gagal di masa lalu harus melihat adegan romantis begitu membuat hati nya tiba-tiba terkenang soal kisah masa lalu.


Dimana kisah dirinya dan Reno meninggalkan terlalu banyak kenangan didalam memori nya.


Meskipun begitu sakit dan Kecewa, setidaknya ada banyak kisah manis yang membuat dirinya terus menangis dalam diam selama 5 tahun belakangan.


2 tahun menjalin hubungan jelas tidak mudah dan sebentar, lalu tiba-tiba semua hancur hanya dalam satu malam.


"Maaf"


Meisya buru-buru melepaskan dirinya dari Karan, meras sedikit tidak enak dengan keadaan, seolah-olah mereka lupa jika ada sang sepupu di dekat mereka.


"Sudah siap?"


Suara Abizard kembali mengejutkan mereka.


"Ah sebentar lagi kak"


Jawab meiya gelagapan

__ADS_1


"Kini giliran Meisya yang akan berkamuflase"


Ucap Syahnaz sambil mengembangkan senyuman.


__ADS_2