
Mansion utama Khalid
Kamar utama Yash dan Hana.
Yash sama sekali tidak mengeluarkan suaranya sejak tadi, laki-laki tersebut terlihat sibuk mondar-mandir sejak tadi, kamar mandi- kasur, kamar-mandi kasur, terus menerus tanpa henti sejak tadi.
Hana terlihat ikut diam, mencoba merapikan pakaian suaminya satu persatu yang berserakan di atas kasur nya, mencoba melipat bahkan menggantung nya ke atas gantungan yang ada di sisi kamar mendominasi berwarna putih tersebut.
dia tahu suami nya terlihat begitu marah dengan apa yang diucapkannya di meja makan tadi.
Kata mengizinkan menikah lagi kepada anak-anak jelas membuat suami nya begitu marah dan murka.
Mereka sudah lama tidak bertemu anak-anak tapi bagaimana bisa istri nya membahas pernikahan dan poligami di jam pertama bersama anak-anak bahkan tanpa izin dari nya.
22 tahun lebih selama pernikahan mereka, ini kali pertama Yash benar-benar marah dengan Hana.
Sebab Hana sudah dia Anggap melampaui batasan nya, dan Hana sudah sangat keterlaluan bagi nya.
Tidak memandang perasaan nya, bahkan tidak melihat dari sisi anak-anak bagaimana menanggapi dirinya.
Seolah-olah anak-anak akan beranggapan jika dia masuk ke dalam golongan suami sesat dimana seharusnya dia telah hidup dalam seluruh aspek cukup yang kurang bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT.
Dan laki-laki itu pikir hanya perempuan gila yang ingin di madu oleh suaminya, Yash paling benci dengan istilah poligami atau menduakan, dia benci dengan konsep tersebut yang membawa-bawa petuah dan kisah nabi.
"Yash..."
Kali ini setelah Yash selesai dari sesi mandi nya, Hana berjalan mendekati diri nya, mencoba meraih punggung kokoh nya untuk beberapa waktu.
Perempuan itu mencoba memeluk suami nya dari belakang namun Yash buru-buru mengabaikan dirinya.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan saat ini Hana, ku lelah"
Ucap Yash lantas langsung beranjak dari hadapan Hana, dia memilih naik ke atas kasur tanpa mengeluarkan kembali suaranya.
Melihat sikap Yash yang seperti itu membuat Hana sejenak diam mematung, dia menatap punggung laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
Jangan ditanya bagaimana perasaan nya saat ini, jika Yash bersedih dengan keadaan, dia bahkan Lebih takut bercampur sedih.
Takut, bahkan lebih takut jika besok waktu nya telah menghilang dan dia tidak lagi bisa membuka matanya seperti hari ini.
Sedih jika dia tidak bisa lagi melihat wajah laki-laki yang dia cintai Tersebut.
Takut ketika dia pergi, bukan perempuan baik yang menggeser posisi nya namun perempuan mengerikan yang akan duduk di posisi dimana seharusnya dia duduk saat ini.
Takut jika anak-anak tidak diperlakukan dengan baik oleh perempuan baru yang akan menggantikan posisinya.
__ADS_1
Dia tahu Yash tidak mungkin berpaling, tapi tekanan ibu mertua dan ayah nya pasti akan mendesak Yash untuk menikah lagi mengingat laki-laki tersebut jelas berusia masih muda.
Bahkan mengingat bagaimana ayah nya selalu berkata Diana pasti akan menjadi ibu sambung yang baik untuk anak-anak, dan pasti menjadi istri yang baik juga untuk anak-anak.
Diana bahkan mampu mengelola perusahaan serta pintar dalam banyak aspek, saudara nya itu bisa menjadi bidak catur terbaik untuk terus berada di samping Yash dalam mengelola perusahaan Khalid kedepannya menggantikan tugasnya nya.
Dia ingat betul perkataan ayah nya.
Ini bukan soal cinta, tapi ini soal mempertahankan perusahaan ditangan orang yang tepat dan pintar.
Ini bukan soal cinta, tapi ini soal bagaimana seorang ibu harus bisa menggantikan posisi ibu lainnya untuk membuat anak-anak dewasa dan bisa masuk ke perusahaan menjadi penerus berikut nya.
Dan Hana tahu maksud ayah nya, Karena itu saat ibu nya juga sakit parah di masa lalu, tidak heran jika ayah nya memiliki Menikahi Perempuan pintar dan licik untuk mempertahankan perusahaan mereka.
tapi membiarkan Liana masuk menjadi istri Yash jelas bukan pilihan yang tepat.
Dia tahu betul siapa Diana.
Ayah nya saja yang tidak tahu bagaimana sifat Diana yang sesungguhnya.
karena itu semakin menyempit waktu dan hari Milik nya, dia bergerak dengan cepat dalam mencari pengganti diri nya.
"Ini bukan cinta kan Pa? aku punya kandidat terbaik untuk Yash dan seseorang yang bisa mengurus perusahaan bersama Yash"
Itu kalimat yang di ucapkan oleh Hana pada ayah nya.
Hana secara perlahan beringsut dari posisi nya, dia bergerak menuju ke atas kasur dan naik secara perlahan ke atas sana.
Kemudian Hana dengan gerakan lembut mencoba memeluk Yash dari arah belakang.
Hana tidak bicara sama sekali, Mereka larut didalam diam untuk waktu yang begitu lama hingga akhirnya bisa Yash dengar isakan lirih dari istri nya.
Perempuan itu menangis.
22 tahun lebih mereka menikah, tidak sekalipun Yash membuat istri nya mengeluarkan air matanya, dan itu akan menjadi titik terlemah didalam hidup nya.
Laki-laki tersebut pada akhirnya menggenggam erat telapak Hana.
"Kau begitu egois"
Lirih Yash kemudian dengan bola mata berkaca-kaca, dia tidak membalikkan tubuhnya, membiarkan tubuhnya memunggungi istri nya.
"Membuat aku terlihat buruk di mata anak-anak"
Laki-laki tersebut mencoba memejamkan bola matanya.
__ADS_1
"Kamu bahkan tidak pernah bertanya apakah aku menginginkan nya atau tidak"
Lanjut Yash lagi.
"Aku tidak siap berpoligami Hana, tidak siap"
Baginya itu sama saja dengan berpoligami, dia benci ketika harus dipaksa menikah lagi, hal tersebut jelas menjijikkan untuk nya.
Mendengar berita para alim ulama berpoligami membuat dia berpikir dari sudut mana indah nya?.
menyakiti yang pertama demi yang kedua.
Melepaskan permata demi sebutir debu di jalanan.
Apalagi sampai para ilmu agama membawa-bawa dan melebih-lebihkan kata soal berpoligami.
mereka lupa jika rasulallah SAW hanya berpoligami di masa pernikahan nya dengan Aisya, namun mereka tidak pernah menekankan kesetiaan Rasulullah SAW dimana dia bermonogami dan realita nya Rasulullah tidak pernah melakukan poligami selama 25 tahun hidup bersama Khadijah. Dalam sejumlah Sirah Nabawiyah disebutkan bahwa Khadijah wafat saat Rasulullah berusia 50 tahun.
Dan jelas sekali kisah Nabi Muhammad SAW dan poligaminya sempat menjadi kajian sejumlah sejarawan Eropa dan Amerika. R.V.C Bobdley dalam penelitian yang dibukukan dengan judul, "Kehidupan Muhammad sang Utusan", menyebut poligami Nabi Muhammad tak bisa disamakan dengan budaya barat.
"Tiada sesuatu pun dari kehidupan poligami Muhammad yang dapat dikiaskan dengan standar-standar barat,"
Itu yang ditulis Bobdley seperti dikutip dari Sirah Nabawiyah Abdul Hasan 'Ali al-Hasani an-Nadwi.
"Bahkan aku tidak siap dibenci anak-anak karena hal ini"
lanjut Yash lagi.
Hana mempererat pelukannya.
"Maafkan aku Yash"
Ucap Hana lirih.
"Aku akan menjelaskan pada anak-anak Secara perlahan"
Hana memejamkan bola matanya secara perlahan.
"Aku tidak minta kamu mencintai Gadis itu Yash, tapi jika satu hari kamu jatuh cinta pada nya maka aku ikhlas, karena dia pantas mendapatkan nya"
Lanjut Hana lagi lantas semakin mempererat pelukannya.
*****
Maafkan aku Yash, tapi yakinlah kamu tidak akan pernah menyesali menikahi gadis itu saat kamu mengetahui soal satu kenyataan, aku tidak bisa memberitahukan kamu alasan nya sekarang Yash, tidak bisa. Tapi ada alasan khusus kenapa aku memilih dia dari lautan Perempuan yang bisa aku pilih untuk dirimu.
__ADS_1
Ini baik untuk aku, untuk kamu, untuk Alessia dan juga Kallan putra kita.
Hana Khalid bin Khadafi.