
Indri tidak tahu apa yang terjadi, tapi begitu tiba di perusahaan mereka jelas melewati pintu belakang bawah tanah dan naik melewati Elevator khusus menuju ke ruangan Abizard.
"Kita kenapa jadi lewat jalan menyelinap?
Tanya gadis itu pelan kearah Abizard dengan penuh kecurigaan, agak takut juga sebab hanya mereka berdua.
Bos kan suka nyosor-nyosor kayak bebek 🦆 milik tetangga.
Batin Indri.
Sebelum nya sejak kemarin juga begitu, bahkan Indri tidak diizinkan bernafas dengan baik ketika laki-laki itu mencium nya, laki-laki itu benar-benar membuat dia kehilangan cara bernafas nya dengan baik ketika Abizard membenamkan Diri nya ke dalam alam bawah sadarnya.
Meskipun Indri akui dia menyukainya, tapi dia cukup takut laki-laki itu berlaku lebih dari pada itu.
Bagaimana kalau di apa-apain?!.
Kan otak Indri mulai mutar kemana-mana.
Yang ditanya malah diam, menatap Indri untuk beberapa waktu saat mereka sudah berada di dalam elevator.
"Kenapa?"
Indri secepat kilat menutupi kedua dada nya, dia memundurkan tubuhnya sedikit agar Abizard tidak memperhatikan seluruh anggota tubuhnya dengan seksama.
Pandangan nya jelas mencurigakan.
Batin Indri.
__ADS_1
Melihat ekspresi Indri seketika membuat Abizard mengulumkan senyuman nya, laki-laki itu secara perlahan menyentuh lembut kepala Indri.
Gadis itu seketika menundukkan pelan kepalanya, persis seperti seekor kucing yang di Elus lembut kepalanya oleh sang empunya.
"Aku tidak akan melewati batasan ku sebelum kita menikah"
Ucap Abizard pelan.
Indri seketika terdiam, dia merasa sedikit lega.
Tapi... dia fikir apakah laki-laki itu benar-benar serius soal menikah? sebab sejak kemarin dia terus berkata setelah kita menikah.
Sejenak Indri diam sambil melirik ke arah Abizard.
Bisa dia lihat laki-laki itu terlihat bersandar ke dinding elevator, entah fikiran nya menerawang kemana Indri tidak paham.
Tanya Indri tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan Indri seketika Abizard menoleh.
"Kamu tahu?"
Ucap Abizard tiba-tiba.
"Dunia fashion dan industri begitu kejam, setiap hari akan ada banyak sekali persaingan yang datang bahkan akan ada banyak orang yang saling memanfaatkan untuk mengeruk keuntungan"
Mendengar ucapan Abizard Indri Tampak diam.
__ADS_1
Dia tahu begitu lah kehidupan di dunia industri dan fashion, semua model dan aktris berlomba untuk menjadi yang terbaik, bahkan tidak ayal banyak yang berusaha naik ke atas dengan menjatuhkan kawan dan lawan.
Bahkan bagian dalam kantor pun sama saja, mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik di antara semua orang, menjatuhkan orang lain agar bisa naik ke atas dan mendapatkan pengakuan kerja terbaik.
Belum lagi akan ada banyak gosip Dan berita mengerikan yang akan datang dan pergi, bahkan tidak jarang pembuat berita akan mengada-ada soal kenyataan dari para aktris, aktor, model atau bahkan siapa pun yang bisa dijadikan bahan untuk diliput berita oleh mereka.
"Karena itu"
Tiba-tiba Abizard berjalan mendekati dirinya, tiba-tiba laki-laki itu mengejutkan Dirinya, Abizard menyentuh lembut wajah Indri secara perlahan.
"Saat kita melangkah keluar dari Elevator ini, jika kamu mendengar soal apapun dari bibir orang lain, berjanji lah pada ku untuk bersikap setenang mungkin, jangan panik dan percayalah pada ku, aku akan tetap menggenggam tangan mu dalam keadaan apapun juga itu"
Indri jelas tidak paham Dengan maksud ucapan Abizard, gadis itu jelas mengerut kan kening nya.
"Maksud nya?"
Indri bertanya sambil mendongakkan kepalanya, masih membiarkan Abizard menyentuh lembut kedua belah pipinya.
"Semua akan baik-baik saja, cukup tutup telinga dan mata hmmm"
Ucap laki-laki itu lagi.
Indri jelas masih ingin bertanya, tapi tiba-tiba terdengar suara pintu elevator terbuka, dia sedikit terkejut karena didepan sana terdapat beberapa orang menundukkan kepala mereka kepada dirinya dan Abizard.
Indri jelas malu karena posisi mereka yang jelas kurang menguntungkan bagi Indri, Abizard masih menyentuh lembut kedua pipi nya saat orang-orang Indri belum ketahui siapa itu mulai mengangkat kepala mereka.
Abizard secara perlahan melepaskan kedua tangan nya dari wajah Indri, laki-laki itu mengulum kan senyuman nya lantas menggenggam erat telapak tangan Indri untuk bergerak menjauh dari elevator tersebut dan semua orang.
__ADS_1