
Apartemen utama Hans
Jakarta
Agnes terlihat sibuk mengepak pakaian milik nya dan Ara, sedangkan pakaian Hans sudah siap sejak kemarin.
laki-laki itu seolah-olah telah mempersiapkan semuanya sejak lama, tiket kepulangan, pakaian yang telah di packing dengan rapi dan sebuah mansion untuk mereka ketika tiba di Manhattan nanti.
Sejenak bola mata Agnes menatap ke arah Putri nya yang masih tertidur lelap karena lelah seharian bermain bersama Hans tadi.
Dia menghela pelan nafas nya untuk beberapa waktu.
setelah selesai mengepak pakaian miliknya dan Ara, Agnes pada akhirnya perlahan keluar dari arah kamar dan berjalan menuju ke arah dapur.
Bisa Agnes lihat Hans terlihat berkonsentrasi membuatkan malam-malam untuk mereka Sejak tadi.
Laki-laki itu selalu melarang dia bekerja terlalu berat setelah kejadian kecelakaan tempo hari, Hans fikir selama dia bisa mengerjakan tugas-tugas rumah, dia sama sekali tidak mengizinkan Agnes melakukan nya.
Hans selalu seperti itu, sejak dulu dimasa anak-anak mereka Hingga dewasa ini laki-laki itu selalu memperlakukan dirinya Seolah-oleh dia adalah tuan putri di antara semua gadis yang pernah di kenal mereka.
Meskipun dia telah menikah, berpisah, memiliki seorang putri, sifat laki-laki itu sedikit pun tidak pernah berubah.
karena itu tidak bisa melepaskan Hans, sebab dibandingkan dengan siapapun, laki-laki itu adalah sosok yang paling mencintai dirinya.
Dia sadar pada akhirnya pilihan hidup yang paling terbaik adalah ketika kamu dicintai dengan tulus dan ikhlas oleh seseorang.
Ada yang bertanya kenapa lama sekali dia membuka hatinya untuk Hans?!.
Bahkan sahabat nya Renata selalu menanyakan soal itu kepada dirinya.
Jawaban nya sebenarnya begitu simple.
Dia bahagia mencintai bukan di cintai.
Karena itu dia butuh waktu yang cukup lama untuk menyakinkan hati nya jika dia mencintai Hans yang mencintai dirinya.
Dia tidak ingin memberikan harapan palsu kepada laki-laki tersebut.
__ADS_1
Realita nya Saat kita mencintai seseorang, hormon oksitosin dalam tubuh akan aktif dan ini merupakan hal positif bagi kesehatan fisik dan emosional. Mencintai itu artinya dengan ikhlas memberikan kasih sayang, tetapi ketika jadi obsesi, yang adalah malah meningkatkan adrenalin dan kortisol alias hormon stres.
Mencintai seseorang itu butuh kedewasaan dan kematangan agar tidak membuat kita jadi bucin atau berujung posesif. kita mesti memahami cara mencintai orang lain dengan sehat.
kekurangan dari mencintai ini sebenarnya ada dua kemungkinan, yaitu munculnya hasrat untuk mendominasi atau malah jadi budak cinta. Kita akan sangat kecewa bila segala hal tentang orang yang kita cintai tidak sesuai harapan, misalnya dia tidak bisa membalas perasaan kita?.
Berbeda ketika Kita dicintai, rasanya akan lebih aman dan nyaman. Tapi kadang ini yang akan membuat kita jadi egois terhadap pasangan dan bersiap semena-mena.
Dan dia tidak ingin berlaku kepada cara dia mencintai Hans.
Dia tidak ingin menjadi egois dan semena-mena pada Hans karena laki-laki itu mencintai dirinya dan meng'istimewakan diri nya.
Karena itu dia butuh waktu untuk benar-benar mencintai laki-laki itu seperti layaknya Hans mencintai dirinya dengan jutaan perjuangan nya.
Agnes terlihat berjalan mendekati Hans yang terlihat memunggungi dirinya.
Laki-laki itu masih belum sadar dengan kehadiran nya, masih tetap fokus dengan pekerjaannya.
Secara perlahan Agnes mulai memasukkan kedua tangan nya ke punggung Hans lantas melingkar kan tangan nya ke pinggang laki-laki tersebut.
Hans seketika membeku saat dia sadar seseorang memeluk nya dengan gerakan yang begitu lembut dan hangat.
"Ada apa?"
Tanya hans pelan sambil menggenggam erat tangan Agnes.
"Apakah ada yang membuat kamu tidak nyaman?"
Tanya nya lagi secara perlahan.
Alih-alih menjawab, Agnes berkata.
"Hans..."
"Hmmm?"
"Sebelum kita menikah, mari berjuang lebih dulu untuk mengakui status Ara yang sesungguhnya pada Mama"
__ADS_1
Pinta Agnes pelan.
Dia tahu menyembunyikan status asli Ara jelas akan beresiko besar, dia tidak ingin Mama Hans membenci dirinya semakin dalam saat wanita itu tahu siapa ayah biologis Ara yang sesungguhnya.
Jujur di awal memang menyakitkan, tapi dari pada berbohong dan ketahuan di kemudian hari itu jelas akan lebih menyakitkan dan mengecewakan.
Hans sejenak terdiam, dia kemudian membalikkan tubuhnya secara perlahan.
"Ada banyak hati yang harus kita jaga Hans, Mama, Reno, Mama Iriana, keluarga Nakhel dan perasaan Ara sendiri"
Agnes bicara sambil mengembangkan senyuman nya.
"Seiring berjalannya waktu, semua kebohongan akan terbongkar jika kita menutupi nya, aku tidak ingin Ara merasa kecewa terhadap kita karena menyembunyikan status Reno dan aku tidak ingin pernikahan kita dikemudian hari bermasalah karena Mama tahu soal status Ara yang sesungguhnya"
Lanjut Agnes lagi.
Hans terlihat masih diam, kemudian dia berkata.
"Apakah kamu benar-benar serius dengan pernikahan kita? bukan karena kamu merasa harus membalas Budi atas semua yang aku lakukan pada mu selama ini?"
Tanya Hans sambil menyentuh lembut kedua belah pipi Agnes.
Agnes terlihat kembali mengembangkan senyuman nya, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Tidak ada balas Budi Hans, aku telah memutuskan untuk menggenggam tangan ini hingga kita menua bersama"
Agnes menjawab sambil menggenggam punggung tangan kiri Hans yang menggenggam lembut pipi kanan nya.
Agnes terlihat memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.
"Aku mencintai kamu dengan cara yang berbeda, dengan rasa yang berbeda, tidak ada Reno, tidak ada siapapun yang lain yang mengacaukan perasaan ku saat ini"
Ucap Agnes kemudian membuka perlahan bola matanya.
Mendengar ucapan Agnes, seketika Hans ikut mengembangkan senyuman nya.
Kemudian secara perlahan laki-laki itu mulai mendekatkan wajah mereka, lantas dengan gerakan lembut laki-laki itu mulai menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Alih-alih menolak, Agnes lebih menikmati moment manis tersebut, ini adalah ciuman pertama mereka yang membuat dia Merasa melayang jauh setelah kejadian beberapa tahun yang lalu yang dia anggap ciuman dimasa itu adalah salah.