Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Gadis lain yang pernah terluka


__ADS_3

Abizard mematikan panggilan nya dengan cepat, dia melangkah kearah depan menuju ke lantai bawah berniat untuk menikmati secangkir kopi hitam pagi ini.


Tapi tiba-tiba saat baru membukakan pintu kamar nya, satu sosok mengejutkan dirinya.


"Kamu kapan kembali ke Indonesia?"


Tanya Abizard sambil mengerutkan keningnya.


Seorang gadis cantik tampak menyilang kan tangan nya, menatap laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Alih-alih menjawab gadis itu malah membalikkan tubuhnya, berjalan cepat menuju ke arah anak tangga.


Abizard berjalan dengan santai mengikuti langkah gadis itu, menatap punggung gadis itu yang terus melangkah menuruni anak tangga.


Entahlah ada jutaan rasa iba menghantam dirinya jika ingat bagaimana gadis itu dimasa Kemarin.


"Aku fikir kamu tidak akan kembali lagi ke Indonesia setelah peristiwa 5 tahun yang lalu?"


Gadis itu masih diam, membiarkan langkah kakinya terus menuruni anak tangga, berbelok ke arah dapur Lantas duduk di salah satu kursi makan.


"Aku hanya butuh sedikit waktu untuk menata hati"


Ucap gadis itu pelan.


"Tapi bukan berarti aku gagal move on"


Lanjut dia lagi.


Seorang pelayan terlihat mulai menyiapkan kopi dan teh hangat untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Masih suka makanan yang lama?"


Tanya Abizard sambil menyentuh lembut kepala gadis itu.


"Kamu paling tahu selera ku"


Jawab gadis itu cepat.


Abizard hanya mengembangkan senyuman nya, menoleh ke arah pelayan rumah, meminta Wanita itu menyiapkan sarapan favorit gadis yang ada tengah duduk tersebut.


"Sudah bertemu Reno lagi?"


Tanya Abizard kemudian.


"Aku tidak perlu bertemu dengan nya lagi bukan? tidak ada yang perlu kami bicarakan sejak 5 tahun yang lalu"


Gadis itu menjawab dengan jawaban yang begitu datar.


"Masih berhubungan dengan Agnes?"


Abizard kembali bertanya pada gadis itu, mendengar nama itu seketika membuat gadis itu diam sejenak.


"Bukankah kita sepakat tidak lagi membahas soal dia?"


Abizard diam mendengar ucapan Gadis itu.


"Kamu masih mencintai nya?"


Gadis itu tiba-tiba bertanya, menelisik wajahnya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


Abizard menghentikan gerakan tangannya untuk menuangkan air minum di tangan nya kedalam gelas kaca di hadapannya itu.


Laki-laki itu terkekeh pelan.


"Tidak sedikit pun lagi tersisa perasaan itu kini"


Dia menjawab Lantas meletakkan kembali botol air mineral yang ada di tangan nya ke atas meja.


"Aku tahu, tapi jangan lupa dia tidak sepenuhnya salah"


Alih-alih menjawab perkataan gadis dihadapannya, Abizard berkata.


"Kamu bisa meminta Reno untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di masa lalu, Putra nya saat ini sudah besar, dia butuh seorang wali. Hingga kapan dia menyembunyikan soal putra nya dari laki-laki itu?"


Ucap Abizard lantas menuangkan minuman yang ada di tangan nya itu.


"Agnes tidak ingin lagi bertemu dengan nya, kau tahu bagaimana rasanya Kecewa?"


Gadis itu bertanya sambil menatap gerakan tangan Abizard yang mulai meraih gelas air minum tersebut, secara perlahan menghabiskan air minum itu dalam beberapa kali tegukan


"Tentu saja, kita bertiga Kecewa! tapi jangan libatkan anak-anak didalam kekecewaan, seorang anak tidak berdosa, setidaknya saat dia dewasa dia butuh wali sah nya"


Ucap Abizard kemudian setelah menghabiskan minuman nya.


"Dan kau apa masih mencintai laki-laki itu?"


Kini giliran Abizard yang bertanya pada gadis itu sambil menatap wajah cantik itu untuk waktu yang begitu lama.


"Tidak ada yang lebih menyakitkan ketika tunangan mu berselingkuh di belakang mu, dan tidak akan pernah ada kesempatan ke dua meskipun dia mengemis kepada ku sekalipun, kak"

__ADS_1


Jawab gadis itu sambil menatap balik wajah Abizard untuk beberapa waktu.


__ADS_2