
Catatan \= Novel mendekati ending, ingat tetap fokus yah mak no skip biar nggak gagal tangkap dan mudeng dengan kisah nya.
*******
Setelah melewati beberapa waktu dalam sesi tanya jawab dari pihak kepolisian, Indri pada akhirnya berhasil menyelesaikan semuanya, dia meminta sang pengacara untuk membawa nya kembali ke mansion utama keluarga Nakhel saat ini juga.
"Bisa kita ke apartemen Agnes sebentar?""
Tanya Indri pada laki-laki tersebut.
"Ya?"
Laki-laki itu jelas mengerutkan keningnya.
"Apa itu tidak apa-apa?"
Sang pengacara jelas sedikit keberatan dengan permintaan Indri.
"Sebentar saja, aku fikir tidak akan ada yang mengenali aku karena aku menggunakan masker"
Ucap perempuan itu cepat.
"Tapi untuk apa?"
Laki-laki itu berusaha untuk menolak, dia takut keadaan masih memanas, tapi permintaan perempuan yang duduk di kursi belakang tersebut terdengar sedikit memberatkan.
Tidak tahu kenapa, firasat Indri berkata seolah-olah hal tidak baik akan terjadi.
"Sebentar saja,aku ingin memberikan sesuatu kepada Putri Agnes"
Pinta Indri lagi.
Sejenak laki-laki itu terdiam, kemudian dia mengangguk kan kepalanya cepat, melajukan mobilnya dan mengikuti kemauan Indri.
********
Disisi lain
Reno berusaha mengejar langkah Mama nya yang tidak dia ketahui akan pergi kemana, dia fikir sang Mama nya pasti telah mengetahui soal sesuatu hingga membuat wanita itu bergerak terburu-buru menuju arah pusat kota.
Dia mengejar mobil sang Mama nya diam-diam dari arah belakang, mencoba menyeimbangkan kecepatan agar sang Mama tidak curiga dengan kehadiran Dirinya.
Cukup lama dan jauh hingga pada akhirnya tiba-tiba sang Mama berhenti tepat di depan sebuah apartemen xxxxxxxx di pusat kota Jakarta tersebut.
Reno jelas mengerutkan keningnya saat melihat sang Mama nya turun dengan keadaan tergesa-gesa.
Wanita tua itu seolah-olah sedang mencari seseorang disana , entah dia tidak tahu siapa.
*******
Disisi lain
__ADS_1
Agnes terlihat tergesa-gesa membawa Ara dan bibi nya turun dari apartemen mereka, ini adalah jadwal kepulangan Ara dan sang bibi menuju ke new York, mereka harus mengejar keberangkatan malam.
...(Hanya visual Ara)...
Dibandingkan bergerak di waktu siang, waktu malam jelas lebih baik menurut nya.
"Kamu yakin akan baik-baik saja?"
Bibi nya bertanya sambil menyentuh pelan wajah Agnes, rona khawatir jelas terlihat di balik wajah itu.
"Aku baik-baik saja"
Jawab Perempuan itu pelan.
"Besok waktunya kamu menunjukkan pada dunia jika kamu yang ada didalam Vidio tersebut, kamu melepaskan kembali kebahagiaan kamu demi orang lain nak"
Bibi nya bicara sambil memeluk erat tubuh Agnes, dia terisak untuk beberapa waktu, merasa kehidupan mereka sangat tidak adil saat ini.
"Semua akan baik-baik saja bi, jangan khawatir"
"Tidak baik sama sekali, dunia akan membicarakan kamu dalam seumur hidup kamu, kamu akan tinggal di balik jeruji besi untuk beberapa waktu, kehilangan pekerjaan, kehilangan masa depan, Mama Hans semakin membenci kamu dan kehilangan Ara"
Ucap wanita tua itu dengan air mata berlinangan.
"Tapi aku tidak bisa mengorbankan orang lain didalam nya bukan?"
Agnes menjawab pelan, menepuk-nepuk punggung wanita tersebut secara perlahan.
Bibi nya bicara cepat, mencoba menahan seluruh perasaan nya.
Alih-alih menjawab, Agnes berkata.
"Aku titip Ara, aku yakin mereka akan memperlakukan Ara dengan baik"
Setelah berkata begitu, Agnes langsung melepaskan pelukan bibi nya dari dirinya.
"Bukankah kita orang-orang yang kuat? tersenyum lah, Ara suka melihat orang-orang disekitar nya tersenyum, Bi"
Ucap Agnes sambil mengembangkan senyuman nya.
Sang bibi terlihat diam, dia menghapus pelan air mata nya kemudian secara perlahan wanita itu mulai mengangkat kembali koper nya, berjalan keluar dari apartemen dimana mereka tinggal menuju ke arah mobil yang sudah menunggu mereka didepan sejak tadi.
Ara terlihat bergerak kesana-kemari sejak tadi, membiarkan Mama dan bibi nya memasukkan koper milik mereka ke mobil.
Gadis kecil itu berlari, duduk, berlari kemudian duduk beberapa kali menuju ke arah depan, kemudian karena melihat seekor kucing lucu entah milik siapa membuat dia bergerak sedikit menjauhi mobil.
Secepat kilat bocah cantik itu duduk menangkap kucing tersebut, menyentuh nya dengan perasaan bahagia.
Tiba-tiba sepasang sepatu terlihat berjalan mendekati bocah kecil itu, Ara menatap langkah sepatu tersebut secara perlahan, dia masih sempat tersenyum saat mulai mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
Tapi Tiba-tiba ekspresi Ara berubah ketika dia sadar sosok siapa yang mendekati dirinya.
Ara seketika membelalakkan bola matanya, ekspresi takut jelas terlihat di balik wajah gadis kecil itu, kucing yang dia pegang seketika terlepas begitu saja.
Dengan wajah ketakutan gadis kecil itu berdiri, Sepersekian detik kemudian Ara secepat kilat berlarian ke sembarang arah Karena tidak ingin melihat wajah yang di anggap nya mengerikan tersebut.
"Araaaaaa..."
Agnes seketika terkejut saat mendengar teriakan dari arah depan sana, seketika dia menyadari putri kecil nya berlarian ke tengah jalanan dengan gerakan cepat.
Dari sisi kanan Bisa dilihat Indri berusaha untuk meraih tubuh Ara, dari ujung jalan sisi kiri bola mata Agnes menangkap dengan jelas sebuah mobil siap menghantam Indri dan putri nya, dia tahu siapa pengendara mobil tersebut.
Ariana?!.
Secepat kilat bagaikan gerakan slow motion Indri dan Agnes saling mengejar langkah.
Cahaya lampu mobil seketika menyilaukan bola mata mereka.
Ketika iriana sang wanita tua yang tidak lain nenek Ara berteriak histeris saat melihat cucunya berada dijalanan, Reno secepat kilat berusaha mengejar langkah dengan mobil nya, Ara seketika membeku menatap mobil yang akan menghantam Perempuan cantik yang meneriaki nama nya yang tidak lain adalah Indri.
Begitu Indri berhasil meraih tubuh Ara, Agnes secepat kilat mendorong tubuh 2 orang tersebut ke arah depan dan.....
Braakkkkk
Hantaman kuat dari mobil Ariana menerjang tubuh Agnes begitu saja.
Dari arah lain mobil Reno menghantam keras mobil Ariana.
Braakkkkk
"Akhhhhhhhhh"
"Akhhhhhhhhh"
"Tinnnnnn"
Ciittttttttt
Tinnnnnn
Teriakan demi teriakan terdengar memekakkan telinga, suara klakson mobil lain nya saling bersahutan, Tubuh Agnes seketika terpelanting begitu jauh dan terkapar, darah segar secara perlahan mengalir dari balik tubuh nya.
Indri membeku Ketika Sadar mereka terpelanting karena dorongan Agnes dari ujung sana, bisa dia lihat Ara mengalami luka di keningnya, gadis kecil itu pingsan di tangan nya.
Bibi Agnes berteriak histeris meraih tubuh tidak berdaya itu, seketika semua orang berhamburan keluar baik dari mobil, dari apartemen, dari jalanan.
Mama Reno, Iriana seketika menjatuhkan tubuhnya diatas lantai dingin tersebut, dia berteriak sambil menangis histeris ditengah gelap nya angin malam yang berhembus syahdu menerpa kulit tubuh semua orang.
Disisi lain Hantaman keras mobil Reno dan Iriana membuat mobil kedua orang tersebut hancur parah, dua orang pengendara nya jelas tidak sadarkan diri dan terluka parah.
********
__ADS_1
Kau tahu bi?!. Terkadang aku merasa begitu lelah, tidur adalah pilihan terbaik untuk menutup waktu hari ini.
Bukankah orang-orang membenci ku bi? aku fikir seandainya sejak awal tidak ada aku di dunia ini, mungkin aku tidak akan pernah jadi benalu untuk semua orang.