Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Terlalu mengejutkan


__ADS_3

Perjalanan menuju ke


NAKHEL FASHION


"Bukankah ini sedikit berlebihan pak?"


Indri bertanya pada laki-laki disebelah nya itu dengan perasaan gusar.


Hadiah mobil baginya terlalu berlebihan, bagaimana bisa laki-laki itu berfikir untuk membelikan nya mobil mewah?!.


"Tidak, kamu bisa menggunakan nya kemanapun kamu mau, itu menjadi milik kamu, kecuali ke kantor berangkat bersama ku, sisa nya kamu bisa pergi menggunakan mobil itu kemanapun kamu mau"


Abizard bicara cepat sambil memiringkan tubuhnya, mereka Pergi menggunakan mobil Abizard, diantar sang sopir pribadi.


Indri sejenak menarik pelan nafasnya, mencoba menatap balik laki-laki tersebut.


"Itu akan terlihat tidak baik, mobil nya terlalu mewah pak, mereka akan berfikir bagaimana mungkin anak orang biasa seperti aku bisa mengendarai mobil mewah, orang-orang akan berfikir aku bekerja yang tidak-tidak"


Protes Indri kembali.


Abizard menatap dalam wajah gadis dihadapannya itu, tiba-tiba jari telunjuk nya menjentik lembut ujung hidung Indri.


Gadis itu seketika terkejut, memejamkan bola matanya Secara refleks untuk beberapa detik.


"Bukan kah sudah aku bilang panggil Abi jika di luar Kantor hmmm?"


Ucap laki-laki itu cepat.


"Ah..iya"


Indri bicara sambil menyentuh pelan tengkuknya.


"Aku belum terbiasa"


Jawab gadis itu sedikit malu-malu.


Abizard terlihat mengembangkan senyuman nya, kemudian tiba-tiba tangan kanan laki-laki itu menyentuh perlahan pipi Indri.


Sejenak gadis itu diam, kulit nya terasa meremang, semburat malu terlihat jelas di Balik wajah nya.

__ADS_1


"Aku akan datang besok ke rumah, untuk bicara dengan mama dan papa kamu"


Ucap laki-laki itu dengan jemari-jemari nya masih terus mengelus lembut wajah Indri.


"Membicarakan hal serius soal ucapan ku kemarin"Lanjut Abizard lagi.


Indri tampak tidak bergeming, menatap bola mata laki-laki itu untuk waktu yang begitu lama.


******


NAKHEL FASHION


07.10 AM


Indri sejenak bingung saat tiba di perusahaan Nakhel, begitu dia tiba di sana bersama Abizard beberapa wartawan tampak menyerbu mereka, padahal mereka sudah bergerak melewati pintu belakang.


Ommo......!!!.


Gadis itu jelas terkejut setengah mati saat puluhan wartawan dari arah kiri, kanan, depan dan belakang menyerbu mereka secara serentak.


"Pak?"


Melihat ekspresi yang dikeluarkan oleh Indri, Abizard secepat kilat meraih tubuh Indri, memeluk erat gadis itu dengan cepat.


Ada apa ini?.


Batin gadis itu didalam hatinya.


"Tuan mereka bilang kalian akan menikah?"


"Ada yang berkata calon istri anda adalah kekasih dari sepupu anda?"


"Apakah calon istri anda sedang bermain hati? kabar berkata calon istri anda lebih tergoda dengan kekayaan anda, apakah itu benar?"


"Beberapa sumber berkata seharusnya tuan Reno dan calon istri anda akan bertunangan?"


"Apakah ini bisa di sebut pengkhianatan?"


"Apakah ini seperti pembalasan kekecewaan atas peristiwa masa lalu?"

__ADS_1


"Bukankah gadis ini hanya orang dari kalangan kelas bawah?"


"Mereka berkata orang tua anda tidak menyetujui hubungan kalian?"


"Ada yang bilang calon istri anda menggoda Anda dengan cara licik?"


"Apakah keluarga calon istri anda tidak keberatan dengan status anda yang pernah menikah sebelum nya?"


Jutaan pertanyaan jelas terus terlontar ke arah mereka, bidikan demi bidikan kamera terus menghujani mereka, sinar flash 📸 juga tidak berhenti menyilaukan mata Indri.


Gadis itu jelas panik, wajah nya sedikit memucat.


Dia Fikir pertanyaan macam apa itu?.


Mereka memberondong pertanyaan yang Indri anggap kebanyakan tidak masuk akal.


Pengkhianatan? kalangan kelas bawah? bermain hati?


Indri benar-benar terkejut dan shock dengan keadaan.


Abizard secepat kilat menyentuh wajah Indri, dia menatap dalam bola mata Indri.


"Sayang?"


Bola mata Indri terlihat berkaca-kaca, dia benar-benar takut dengan keadaan, tidak tahu kenapa seolah-olah suara-suara mengerikan tadi terus bersahutan di balik telinga nya.


"Sayang? kamu mendengar kan aku?"


Abizard mencoba untuk terus bicara dengan gadis itu.


"Bukankah aku sudah bilang sebelumnya? tutup mata dan telinga hmmm?"


Ucap Abizard sambil terus menatap bola mata Indri.


Sepersekian detik kemudian Beberapa laki-laki berbadan tegap langsung berusaha untuk menutup jalan mereka, melindungi Indri dan Abizard.


Seketika Abizard membawa Indri masuk ke dalam gedung perusahaan tersebut dengan gerakan cepat.


Bisa dilihat kemarahan di balik wajah Abizard, dia fikir bagaimana bisa para wartawan melewati pintu belakang perusahaan dan lepas dari pengawasan.

__ADS_1


__ADS_2