
Dengan perasaan bingung Indri terlihat mulai menghabiskan makanannya, di Fikir laki-laki itu terus bersikap aneh sejak tadi.
Dan apakah mereka benar-benar harus bekerja lembur? sesuatu darurat benar-benar terjadi kah?Indri tiba-tiba menjadi ikut khawatir.
Dia Fikir jadi bos juga tidak enak, setelah menikah pun harus terus memikirkan perusahaan.
Masih dengan menggunakan handuk mandi dan kepala dililit handuk, Indri sibuk mengunyah makanannya, rasa lapar mendera setelah lelah jelas membuat dia begitu lahap menghabiskan makanannya.
Laki-laki itu jelas pura-pura tidak melihat Indri yang terlihat begitu lahap menghabiskan makanannya, Abizard terlihat mengulumkan senyuman nya melihat gadis itu yang begitu serius menikmati makanannya sejak tadi.
Beberapa kali Indri menyuapi Abizard, laki-laki itu memilih enggan untuk menyentuh makanannya Sejak tadi, hanya menerima suapan sang istri sambil menahan hasrat nya yang mulai naik Sejak tadi.
Oh god.
Seketika kepala Abizard menjadi pusing karena lama menunggu gadis itu menghabiskan waktu makan nya.
"Ahhhhh rasanya begitu lega dan kenyang"
Ucap Indri sambil tersenyum lebar, gadis itu bergerak kekamar mandi untuk membersihkan tangan nya dan menyikat giginya.
Dia fikir setelah makan pilihan paling indah adalah melanjutkan waktu tidur nya.
Biasanya orang yang kenyang makan tidur nya pasti kembali nyenyak hingga besok pagi.
Setelah selesai dari kamar mandi gadis itu buru-buru melesat menuju ke walk in closed, dia benar-benar harus mengganti handuk nya dengan sembarang pakaian milik Abizard, Indri Fikir bukan kah tidak lucu jika dia tidur harus menggunakan handuk mandi?!.
Tapi dikala tangan nya sibuk mencari baju kaos milik Laki-laki itu, tahu-tahu Abizard sudah berdiri tepat dibelakang nya.
"Alamakkkk"
Gadis itu terkejut, buru-buru menoleh dengan cepat.
"Ahhh iya lembur bekerja, aku fikir ingin melanjutkan tidur"
Indri tiba-tiba ingat soal lembur bekerja yang di ucapkan Abizard.
"Hmmm lembur bekerja"
Bisik Abizard pelan dibalik telinga nya, seketika Indri merinding mendapatkan perlakuan seperti itu.
"Abi?"
Ucap Indri pelan saat tiba-tiba tangan Abizard dengan nakal mencoba masuk ke balik Handuk mandi nya.
"Aku tidak bilang lembur bekerja untuk kantor, tapi lembur bekerja untuk kita hmmm"
Ucap laki-laki itu lagi lantas mulai membalikkan tubuh Indri secara perlahan.
Gadis itu diam sejenak kemudian tiba-tiba dia tertawa geli.
"Abi... sumpah geli"
Dia terkekeh saat tangan Abi masuk kedalam perut nya.
Dia paling gampang tertawa jika disentuh perut nya.
Dikala Indri masih mencoba menahan geli tiba-tiba Bibir nya di Sambar dengan lembut oleh laki-laki dihadapan nya itu.
"Wait...Abi...apa kita harus melakukan nya sekarang?"
Indri berusaha mendorong tubuh laki-laki itu.
Dia sering membaca novel online, disana tertulis kan awalnya pasti menyakitkan.
"Aku tidak siap bertempur kesakitan karena senjata Laras panjang, apa nama nya? bom nuklir Tsam bomba"
Celoteh Indri sambil bergidik ngeri.
"Bom nuklir Tsam bomba?"
Abizard mengerutkan keningnya.
"Ah tidak lebih tepatnya Kigellia afrikana? benda besar dan panjang serta keras seperti mentimun dan sosis raksasa?"
Lanjut Indri lagi.
Gadis itu membayangkan benda mengerikan itu yang bergelantungan di pohon negara Afrika.
"Kalau begitu kita bisa mencoba nya dulu, dia Tsar Bomba, Kigellia afrikana atau bisa jadi rudal pukguksong"
Jawab Abizard kemudian Sambil membΓ wa Indri menuju keatas kasur mereka.
Indri jelas menegang.
"Abi.."
"Suara mu terdengar seperti sebuah ajakan"
Laki-laki itu kemudian meletakkan Gadis itu ke atas kasur mereka secara perlahan, setelah itu Abizard mulai naik ke atas kasur, Tangan nya mencoba masuk ke dalam handuk milik Indri.
Sejenak mereka terdiam kemudian tahu-tahu Indri kembali terkekeh geli.
"Abi sumpah geli"
Indri bicara cepat mencoba menahan tangan Abizard.
Laki-laki itu terus saja bergerak menelusuri kulit lembut perut milik sang istri.
Kali ini kekehan tadi menghilang berubah menjadi keheningan yang memabukkan ketika tangan itu mulai naik ke atas sana.
Sepersekian detik kemudian Abizard menyambar lembut bibir mungil itu, dengan gaya lincah nya dia membawa ciuman mereka menuju ke Cakrawala, begitu lembut dan halus penuh cinta.
Indri sejenak kehilangan kata-kata nya, awalnya cukup sulit mengimbangi Laki-laki tersebut hingga akhirnya dia ikut terbuai didalam api asmara yang di ciptakan Abizard bersama dirinya.
__ADS_1
Ciuman lembut itu berubah menjadi sesapan yang saling menukar Saliva.
"Abi..."
Suara Indri lebih mirip seperti sebuah suara de.. Sahan saat bibir laki-laki itu telah berpindah ke ceruk leher nya.
Sensasi baru dan geli menyergap Indri, seketika sesuatu terasa menyerang dirinya dikala Jemari laki-laki itu mulai terus menyusuri kulit tubuh nya, menyusup masuk dari perut menuju ke arah benda kenyal seperti squishi di kiri dan kakan tubuh atas nya.
Seperti kata Abizard, handuk adalah hal yang paling mudah digunakan dan dibuang oleh laki-laki saat ingin melewati sesi panas bersama.
Dan handuk jelas mempercepat gerakan tangan laki-laki itu untuk mengabsen seluruh lapisan kulit nya.
Laki-laki itu membuang handuk di tubuh Indri kesembarang tempat.
Seketika wajah gadis itu merona merah saat dia sadar telah kehilangan seluruh kain yang menutupi tubuhnya.
Indri langsung membalikkan tubuhnya dengan perasaan malu.
Abizard terlihat menaikkan ujung bibirnya, Laki-laki itu malah mulai menyusuri seluruh permukaan kulit tengkuk indri, membuat tanda manis di sana untuk beberapa waktu.
"Abi ini membuat ku malu"
Indri merasa merinding saat dia merasa bibir laki-laki itu bermain di belakang tengkuk nya, benar kata orang, laki-laki selalu pandai bermain, jika didepan gagal mereka bahkan bisa bergerak dibelakang melumpuhkan gadis mereka dengan cara halus mereka.
"I love you"
Satu bisikan lembut mengalun lembut dari Balik bibir Abizard, Laki-laki itu begitu suka mengucapkan kata cinta belakangan.
Terdengar sepele tapi untuk sebagian perempuan seperti Indri kalimat sakti itu itu terasa begitu mahal seolah-olah bisa menjadi senjata Ampuh untuk membuat para kaum perempuan seperti dirinya melayang-layang hingga ke puncak cakrawala.
Kemudian secara perlahan Abizard membalikkan kembali tubuh Indri, membuat gadis itu merasa malu entah untuk kesekian kalinya, Indri mencoba menarik selimut di samping nya untuk menutupi sebagian tubuhnya, tapi Abizard malah menahan gerakan tangan nya.
"Aku suka melihat nya."
Ucap laki-laki sambil menatap dalam bola mata indri.
"Ini memalukan"
Indri bicara sambil menggigit bibir bawahnya.
Bola mata laki-laki itu memperhatikan bibir Indri yang bergerak pelan menggigit bibirnya sendiri.
"Tidak ada yang memalukan, ini semua adalah milik ku saat ini"
Setelah berkata begitu laki-laki itu kembali menyambar bibirnya, membuat Indri kembali tenggelam didalam aroma indah dari laki-laki tersebut, sapuan lembut bibir Abizard terasa memabukkan untuk dirinya.
"Balas sayang"
Ucap Abizard pelan.
Indri jelas bingung dengan maksud kalimat Abizard, tapi bukankah di buku-buku novel 21 yang dia baca seiring berjalannya waktu ciuman itu akan berbalas dengan sendirinya, cukup ikuti dan nikmati alur nya.
Dan tanpa sadar gadis itu mengikuti alur Abizard, membalas ciuman lembut itu untuk beberapa waktu.
Seketika gadis itu mengencang genggaman nya pada lengan Abizard saat dia merasa didalam rongga nya sudah terasa penuh dengan permainan Abizard dan tangan laki-laki itu tahu-tahu bermain dan meraup penuh Dada dengan label SNI nya tempo hari.
Oh no.
Gadis itu merasakan satu sensasi aneh yang menyerang dirinya, satu perasaan aneh yang belum pernah dia dapatkan sebelum nya.
Apa itu?!.
Sungguh-sungguh membuat Indri kehilangan seluruh konsentrasi nya.
Dan saat belitan Li..dah Abizard terlepas dan bibir itu berpindah ke bagian da..da gadis itu dan tahu-tahu jemari laki-laki itu mulai menyusuri kedua belah paha seketika Indri memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.
Tapi begitu Jemari itu menyentuh sesuatu dibawah sana dan mencoba menerobos miliknya secara tiba-tiba seketika Indri kembali mengencangkan pegangan nya.
"Abi..no..."
Dia berteriak kecil, mencoba untuk menetralisir perasaan aneh nya, seolah-olah ada satu sensasi aneh yang mengobrak-abrik sesuatu dibawah sana.
Bukan nya berhenti tiba-tiba Abizard mulai turun kebawah dan menyusuri di bawah sana menggunakan Li..dah nya.
"Akhhh"
Indri jelas mengeluarkan suara aneh nya.
Bisa dia rasakan sensasi baru yang begitu aneh, menyiksa namun begitu nik.. mat tak terhingga.
"Ini membunuh ku"
Ucap Indri lagi.
Seperti sebuah sensasi aneh bagaikan aliran listrik yang terus menjalar melewati seluruh urat-urat nadinya dan aliran darah nya seketika terasa naik hingga ke atas kepala nya.
Apalagi saat li..dah Abizard terus menyeruak masuk dibawah sana, satu sensasi kembali Menghantam dirinya, rasanya begitu unik dan aneh seolah-olah jutaan kupu-kupu berterbangan di sekitar perut nya.
Dia mencoba merapatkan kedua pa.ha nya, membuat kepala Abizard semakin tenggelam dibawah sana, bukan nya rasa itu menghilang malah semakin menyiksa Indri, bukan nya berhenti Abizard malah semakin menjadi.
Bahkan saat dia meminta untuk berhenti dengan mengeluarkan rengekan nya, kedua tangan Abizard malah menahan kedua pa..ha. ha dan memaksa dirinya untuk kembali melebarkan dibawah sana, membuat laki-laki itu semakin leluasa bergerak dibawah sana.
"Abi... please... akhhh no... berhenti"
Dia merengek meminta untuk berhenti Sebab sesuatu yang aneh terasa akan tumpah saat ini juga, Alih-alih berhenti Abizard semakin mempercepat gerakan Li..dah nya dan...
"No..."
Indri mencoba menjepit kepa..la Abizard, dia menggenggam erat Sprai kasur Milik nya saat sesuatu terasa tumpah dibawah sana.
Rasanya ada secercah kelegaan terjadi ketika dia merasa ada sesuatu yang tumpah dibawah sana, Indri fikir ini sudah tapi tiba-tiba Abizard naik ke atas tubuh ya, laki-laki itu menatap dalam wajah nya.
"Sudah siap dengan kemungkinan yang terjadi hmmm? ini mungkin akan sedikit menyakitkan"
__ADS_1
Ucap Abizard sambil menatap dalam Bola mata Indri.
Sejenak gadis itu merasa ada sesuatu yang keras dan panjang terasa menekan dibawah sana.
Ommo... tunggu dulu, itu apa?.
Indri berusaha mengintip kebawah.
"Abi ...aku fikir itu lebih mirip seperti Kraken, ukuran nya kenapa besar sekali?"
Tanya Indri panik berusaha untuk menggeser tubuhnya Karena keterkejutannya.
KRAKEN
Aslinya kraken adalah gurita raksasa kategori monster laut legendaris yang bersemayam di kedalaman laut paling dalam di laut Norwegia dan Greenland. Disebut kraken karena Mr P berasal dari bagian bawah dan bisa membuat semuanya basah!.
"Ini ukuran normal seorang laki-laki sayang"
Abizard terlihat terkekeh melihat ekspresi Indri.
Laki-laki itu mulai kembali menautkan bibir mereka, tapi Indri masih cukup takut dengan ukuran nya.
"Ini akan membunuh ku?"
Tanya Indri saat dia berusaha melepaskan ciuman mereka.
"No, awalnya mungkin membuat mu sakit setelah itu akan memberikan sensasi lain yang luar biasa"
Gadis itu memicing kan bola matanya.
"Entahlah itu Kraken atau bahkan Kigellia afrikana, aku fikir milik ku akan sobek Karena nya bukan?"
Alih-alih mendapatkan jawaban yang lebih memuaskan, laki-laki dihadapannya itu kembali menautkan bibir mereka, membawa Indri kembali ke atas cakrawala, bermain bersama membuat Indri kembali menerima sentuhan lembut penuh cinta nya.
Hingga akhirnya sesuatu dibawah sana mulai bergerak lincah, sang pemilik Kigellia afrikana secara perlahan menggeser benda pusaka kebanggaan nya yang telah 5 tahun lebih berpuasa.
Indri terbuai oleh ciuman lembut dibibir nya, juga sentuhan lembut di tangan Abizard pada leher nya, tanpa pernah terfikir kan Kigellia afrikana mulai menyeruak masuk tanpa ampun Secara perlahan mencoba menembus pembatas dunia.
"Akhhhh "
Golllll.
Seketika Indri sadar sesuatu seolah-olah memaksa masuk dan mengoyak-ngoyak Milik nya .
"Gila....itu sobek Abi..."
Indri Berteriak sambil mencengkram lengan Abizard sekuat mungkin.
Seolah-olah benda sebesar lengannya baru saja memporak-porandakan inti nya.
Dia fikir jatuh dari sepeda belum sesakit itu, bahkan patah hati masih biasa-biasa saja, di omeli guru BP saat SMA juga tidak masalah apalagi ketika durian rontok asli dari pohon nya menimpa kepala belum lah sesakit rasa ini, paling bikin kepala cenat- cenut sambil menyisakan lobang karena duri-duri nya.
Yang ini W A W luar biasa, tidak ada bisa mengalahkan sakit nya atas segala rasa.
Satu-satunya pereda yang di butuhkan adalah, menggigit bahu Abizard dengan penuh suka cita.
Amazing.
"Akhhhh"
Abizard seketika berteriak saat penyatuan terjadi, dia terjebak dalam rasa sakit luar biasa saat bahunya digigit oleh sang istri tercinta.
Luar biasa.
Dan bukankah rasa sakit menjadi seimbang didalam ronde pertama per..cintaan panas dua insan yang di mabuk cinta? Abizard fikir yeah aku baik-baik saja.
Tapi satu kebahagiaan terselip dibalik wajah kesakitan nya, dia benar-benar membobol gawang gadis perawan.
"Sakit?"
Pertanyaan yang meluncur sebenarnya memang tertuju untuk Indri, tapi dia secara tidak langsung berusaha menanyakan perasaan nya sendiri.
Tidak ada yang tidak sakit saat bola menjebol gawang nya, sorak Surai bahagia pasti terdengar dari mana-mana, tapi ketika sang penendang bola di hantam balik oleh salah satu lawan hingga membuat tubuh kita terluka atau cindera, bukankah kata yang tepat di berikan itu adalah SAKIT NYA TUH DISINI?!.
"Sakit"
Indri menahan ringisan nya, menatap bola mata Abizard sambil mengerutkan bibir nya.
Ber.. cinta tidak seindah di novel batin nya.
Oh lupakan saja, Abizard dengan cepat menghapus air mata Indri, dia harus menjadi perayu ulung untuk menenangkan hati dan mencoba menghilangkan rasa sakit di dalam diri Sang istri, membuat gadis itu eeee tidak sekarang sang istri telah menjadi sempurna sebagai seorang perempuan sejati agar terbiasa dengan miliknya dibawah sana.
Hingga akhirnya secara perlahan Abizard mulai mengayuh dirinya, Bergetar perlahan membawa Indri kedalam dunia impian barunya, bersampan di lautan luar, bahkan mengayuhnya secara perlahan menuju langit cakrawala.
Pompahan demi pompahan terus terjadi di antara mereka, suara penyatuan keciprak-keciprung disepanjang ruangan terdengar menggema dimana-mana.
Buliran keringat terus berjatuhan di wajah dan tubuh mereka, bahkan suara-suara de..sa..han manja diiringi Rengekan penuh cinta dari bibir sang istri menambah semangat Abizard membawa gadis itu melintasi waktu bersama.
Gerakan indah penyatuan dua manusia terlihat begitu membakar jiwa, hingga pada akhirnya Indri merasa dia akan segera mendapatkan puncak pelepasan nya.
Seolah-olah tahu ini adalah waktunya untuk sang istri mendapatkan kesenangan nya, laki-laki itu mulai meraih tangan Indri dan memompa semakin cepat tubuh agar sang istri mencapai titik kelegaan nya setelah itu dia siap menyemburkan bibit-bibit kecebong miliknya didalam sana, agar tercipta para penerus keluarga dengan perpaduan kesomplakan sifat unik aneh bin ajaib kedepannya.
"Ahhhh"
Sebuah legu...Han keluar dari bibir sang istri, kemudian disusul dengan dirinya yang merasa puas dalam pencapaian yang luar biasa.
******
Bayangkan saat baca nya gaya-gaya reporter yang bawa berita atau reporter bola makkkk wkwkwkkwkπ€π€π€π€πππ.
Ah entahlah Mak author bikin part hareudang ini ga seperti biasanya kek di novel-novel sebelum nya.
Semoga suka dan terhibur ya makkkk.
__ADS_1
Buat yang jomblowati jomblowan maafkan lahπ€π€π€πππππππππππ.