
Kallan terlihat membawa mobilnya masuk ke mansion utama keluarga Khalid dengan keadaan tergesa-gesa, dia memarkirkan mobilnya di salah satu area parkiran kemudian Langsung mematikan mesin mobilnya.
Setelah mematikan mesin mobilnya, laki-laki tersebut langsung melesat pergi turun dari mobilnya dan berjalan menuju kearah pintu depan Mansion.
laki-laki tersebut sedikit mengerutkan keningnya, dia pikir ke mana mamanya, wanita itu biasanya telah menyambutnya di depan pintu ketika dia pulang tapi entah kenapa hari ini terasa begitu berbeda, mamanya sama sekali tidak menampilkan batang hidungnya.
Ditengah fikiran nya yang berkacamuk menjadi satu, tiba-tiba dari atas tangga terdengar suara mamanya.
"Kamu sudah pulang?'
bisa dilihat wanita cantik itu berjalan menuruni anak tangga satu persatu, senyuman manis selalu terpancar dari baris bibir perempuan tersebut sejak dulu, rumah selalu menjadi ceria ketika ada perempuan itu.
Alih-alih menjawab ucapan mamanya, Kallan buru-buru mendekati anak tangga sembari menunggu perempuan tersebut turun dari sana.
"Pinkan tidak pulang?"
Kallan meluncurkan pertanyaan soal adik perempuan nya sembari dengan cepat dia bergerak kearah mamanya, dimana tangan kanannya menunggu mama nya menyambut telapak tangannya tersebut.
begitu tiba di ujung tangga, Hana terlihat mengembangkan senyumannya, perempuan itu menyambut uluran tangan putra kesayangannya.
Salam terbaik seorang anak ketika dia mencium punggung tangan orang tua nya.
Setelah itu Kallan dengan cepat langsung memeluk mama nya lantas mencium wanita tersebut dengan cara yang begitu hangat.
"Aku pikir kamu tidak akan pulang dan merindukan mama hmmm?"
Hana bicara sambil memeluk erat tubuh putranya tersebut, dia memilih untuk mengusap-usap punggung Kallan sembari memejamkan bola mata, wanita itu menikmati pelukan dari putra nya untuk beberapa waktu.
Dia benar-benar merindukan Kallan.
"Tentu saja aku merindukan mama"
Jawab kallan cepat, dia ingin melepaskan pelukan nya tapi Hana berkata.
"Sebentar saja, biarkan mama memeluk mu sebentar lagi"
mendengar ucapan dari mamanya Kallan Tampak diam, dia pikir mama nya sedikit aneh menyambut nya kali ini.
"Apa aku terlalu lama pulang?"
Tanya kallan pelan, dia mencoba memeluk erat tubuh mama nya, entah Kenapa rasanya ini waktu yang tepat untuk melepaskan kesedihan nya karena baru saja putus cinta.
__ADS_1
Apa dia boleh bercerita pada wanita didalam pelukan nya itu?!.
Jika dia adalah laki-laki cengeng yang begitu mencintai seorang gadis muda yang tiba-tiba mencampakkan dirinya tanpa sebab?!.
Entahlah, apakah ini penyakit keturunan?!.
Dimana papa nya juga merupakan sosok laki-laki yang begitu cinta mati kepada satu perempuan hingga tua mungkin hingga ke akhir hayatnya.
Kallan menghela pelan nafasnya, dia terus memejamkan bola matanya sembari memeluk erat mamanya, melepaskan beban yang ada di hatinya sejak beberapa hari ini dan mencoba untuk belajar ikhlas kan sesuatu yang mungkin bukan miliknya.
cukup lama mereka saling berpelukan antara satu dengan yang lainnya hingga akhirnya mamanya melepaskan pelukan nya dari dirinya.
"Kamu terlihat jauh lebih dewasa saat ini"
ucap mamanya sembari menatap dalam bola matanya.
mendengar ucapan wanita tersebut membuat kallan melebarkan senyumannya.
"Dan sedikit berantakan"
laki-laki tersebut menambahkan ucapan mamanya.
"ya kamu membiarkan kumis-kumis tipis dan jambang memenuhi wajahmu"
pada akhirnya keheningan terjadi, mereka memilih melangkah bergerak menuju ke arah meja makan,dimana Hana menuruti langkah Kallan yang menuntun dirinya ke arah belakang.
hari ini adalah acara makan malam yang sengaja Hana siapkan untuk mereka berempat, dia pikir momen ini cukup lama tidak terjadi.
di mana dirinya yang terus sakit-sakitan, intan yang telah sibuk dengan perusahaan bersama tantenya di tempat yang berbeda sedangkan Kallan memilih untuk tinggal terpisah karena dia merasa jauh lebih nyaman ketika berpisah dengan semua orang, ditambah lagi kalian sedikit merajuk karena mendengar Hana meminta Yash untuk menikah lagi dengan alasan poligami akan menjadi salah satu pintu surga untuk nya padahal itu hanya untuk menutupi sakit nya dan ketakutan nya.
Belum lagi tekanan kakek nya yang memaksa Yash menikah lagi dengan bibi Kallan hingga semakin membuat laki-laki tersebut berang.
"Mama terlihat pucat"
Kallan bicara saat mereka telah tiba di depan meja makan.
mendengar ucapan Kallan seketika membuat Hana menelan salivanya.
"Benarkah pucat? Mama tidak menyadarinya"
perempuan itu bicara sambil menyentuh pipinya.
__ADS_1
Hana pura-pura tidak tahu dengan wajah nya yang sedikit pucat, dia terus menyembunyi kan prihal tentang penyakitnya dari putra dan putrinya juga beberapa keluarga yang lainnya.
ada banyak sekali pertimbangan yang harus dia lakukan hingga dia harus menyembunyikan soal sakitnya.
dia tidak bisa mengatakan soal kondisinya kepada Kallan putra nya atau Pinkan putrinya, sebab menyebutkan perihal soal penyakitnya jelas akan menambah daftar kekhawatiran kedua orang tersebut.
dia ingin putra dan putrinya fokus pada kehidupan mereka.
dia juga tidak menyebutkan soal penyakit parahnya kepada keluarga nya yang lain, karena adik tirinya jelas begitu gencar akan minta untuk turun ranjang mengingat bagaimana perempuan tersebut begitu mencintai suaminya sejak di masa lalu hingga masa kini.
perempuan itu jelas menjadi ancaman paling terbesar dalam hidupnya, karena dia tahu adik tirinya selain memang menginginkan suaminya, ada niat lain yang terpampang jelas di dalam hati perempuan tersebut soal segala sesuatu yang ada di Khalid company.
dia tidak akan menjadi orang bodoh yang akan membiarkan adik tirinya tahu tentang perihal dirinya, karena perempuan itu jelas merupakan ular berkepala dua.
oleh sebab itu Hana berpikir sebelum ajal datang dan kematian menghantam dirinya, dia telah mempersiapkan seorang gadis untuk suaminya, selain untuk menjaga suaminya hal tersebut demi untuk membuat adik tirinya semakin menjauh dari suami dan keluarganya.
Dia tahu itu semua untuk kebaikan semua orang sebelum semuanya terlambat.
Hana tahu betul apa yang menjadi niat di dalam hati adik dirinya tersebut selama ini, perempuan itu jelasin menguasai segala sesuatu yang seharusnya memang menjadi miliknya dan putra juga putrinya.
Dia tidak akan rela jika perempuan itu mengambil segala sesuatu Milik nya.
"Yah Mama sedikit pucat dan... kurusan"
Lanjut Kallan lagi sambil mengerutkan keningnya.
"Apa mama sakit?"
laki-laki itu bertanya sambil meneliti wajah mamanya, dia cukup gelisah melihat wajah pusat wanita di hadapannya tersebut.
"Aku pikir seperti nya mama memang sakit"
Laki-laki tersebut bicara sembari membiarkan mama nya duduk di atas kursi makan, dia terlihat sedikit gusar.
"itu hanya perasaanmu saja, Mama baik-baik saja"
Hana bicara cepat, dia berusaha untuk menegakkan tubuhnya, menyakinkan diri jika dia baik-baik saja, menampilkan senyuman selebar mungkin dan mencoba memberikan efek semangat yang membara.
"Aku pikir tidak, sebaiknya Mari kita pergi ke dokter setelah kita melewati waktu makan bersama, Ma"
Lanjut Kallan kemudian, tidak tahu kenapa tapi firasatnya berkata sepertinya mamanya tidak baik-baik saja.
__ADS_1
"Ya?"
Mama kallan seketika membulatkan bola matanya.