
Masih di mansion utama Abizard
Seulas senyuman mengembang dibalik wajah laki-laki itu saat dia mendapatkan kabar yang begitu menyenangkan malam ini ketika seorang dokter mencoba memeriksa keadaan istri nya yang terlihat aneh beberapa hari ini.
Mereka harusnya sudah merasakan keadaan Indri sejak beberapa hari yang lalu, tapi tanggal berapa hal membuat mereka terpaksa menundanya hingga hari ini.
Namun pada akhirnya mau tidak mau malam ini Abizard memanggil dokter keluarga untuk memeriksa keadaan Indri yang terus mengeluarkan makanan nya sejak pagi.
Abizar sengaja meminta dokter pribadi mereka untuk membicarakan keadaan istri nya hanya dengan nya, membiarkan istrinya tidak mengkhawatirkan keadaan nya sendiri.
"Ada apa?"
Indri bertanya sambil menatap sang suami nya yang baru masuk ke kamar mereka kembali setelah mengantar dokter pribadi turun ke arah lantai bawah menuju ke arah luar untuk pulang.
Dia fikir ekspresi suaminya jelas terlihat begitu aneh, malah senyam senyum sendiri sejak tadi.
"Bukan masalah, dokter bilang hanya Demam biasa, aku akan minta Meisya untuk menebus obat nya"
Jawab Abizard cepat.
"Benarkah?"
Tanya Perempuan itu dengan sedikit aneh.
"Aku fikir terkena diare, sebab dari kemarin terus pergi memuntahkan makanan tanpa henti bahkan sempat BAB terus"
Ucap Indri pelan.
"Itu bagus jika bukan diare, aku cukup takut terkena dehidrasi"
Lanjut nya lagi.
__ADS_1
Melihat ekspresi panik Indri seketika membuat laki-laki itu mengulum kan senyuman nya.
"Jangan khawatir, itu bukan diare"
Lanjut nya lagi.
Abizard langsung naik keatas kasur mendominasi berwarna putih tersebut, dia mulai membaringkan tubuhnya tepat disamping istri nya.
"Kemarilah"
Ucap Abizard Kemudian, dia meminta istrinya untuk masuk kedalam pelukan nya.
Indri pada akhirnya menurut, dia langsung membenahi posisi tidur nya, membiarkan tubuhnya masuk ke dalam dekapan suaminya.
"Hmmmmm ini sangat nyaman sekali"
ucap perempuan itu sambil menggeliat pelan, seperti biasa belakangan dia begitu menyukai aroma Abizard, bahkan tempat ternyaman nya saat ini dalam beberapa hari belakangan adalah ketika dia masuk kedalam pelukan suaminya.
Abizard memeluk erat tubuh Indri, dia mengelus punggung perempuan tersebut secara perlahan sambil sesekali abisan mencium puncak kepala Indri dengan perasaan penuh cinta.
senyum abizar terus mengembang di wajahnya sejak tadi, rasa haru dan bahagia terus bercampur aduk menjadi satu saat ini.
tapi dia jelas belum mau memberitahukan persoalan apa yang sebenarnya terjadi kepada istrinya tersebut, dia pikir ini bukan momen yang tepat untuk memberitahukannya pada Indra soal kehamilan perempuan tersebut.
"Sayang"
ucap Abizard pelan.
Indri yang asik menyandarkan kepalanya ke dada abizar sembari meminjamkan matanya seketika menjawab.
"Hmmm ada apa?"
__ADS_1
tanya perempuan itu pelan tapi cukup enggan untuk membuka bola matanya atau beringsut untuk melepaskan kepalanya jadi dada bidang Abizard.
dia masih merasa terlalu nyaman memeluk laki-laki tersebut saat ini.
"Mari pergi ke suatu tempat di akhir Minggu ini"
ajak Abizard kemudian.
Indri sejenak menaikkan ujung alisnya, dia perlahan membuka bola matanya kemudian mencoba mendongakkan kepalanya, Indri menatap suaminya untuk beberapa waktu.
"Akhir Minggu? memang nya kita mau kemana?"
tanya Indri sambil terus menatap wajah suaminya itu.
"ke suatu tempat yang masih dirahasiakan"
goda abizar kemudian.
"Abi aku serius"
ucap Indri dengan gaya manjanya.
laki-laki tersebut terkekeh kecil, dia kembali mengeratkan pelukannya pada istrinya itu lantas berkata.
"Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan kepadamu"
bisik Abizard sambil mengulum kan senyumannya.
"itu cukup membuatku penasaran"
Indri berkata lagi dengan jutaan rasa penasaran yang mendalam.
__ADS_1