
Ara tertawa terkekeh saat bermain bersama sang Mama nya, mereka sejak tadi bercanda ria didalam kamar sambil sesekali melompat kegirangan.
"Mama.. mama..."
"Hmmmm?!"
"Kapan kita ke Dufan?"
Ara bertanya sambil duduk di pangkuan Agnes.
Sejenak perempuan itu diam, menatap dalam bola mata putrinya untuk beberapa waktu.
"Ara..."
Agnes bicara sambil menyentuh lembut wajah Putri nya.
"Mama pernah bilang agar Ara jadi anak yang baik bukan?"
Ucap Agnes pelan.
mendengar ucapan Mamanya Ara mengangguk kan kepalanya secara perlahan.
"Ara mau ke Dufan?"
Agnes bertanya balik pada Ara.
Gadis kecil itu kembali mengangguk kan kepalanya.
"Kalau begitu mari ke Dufan besok, tapi mau kah Ara berjanji pada Mama soal satu hal?"
Agnes bicara sambil terus mengelus lembut wajah putri nya, dia menatap wajah cantik sang putri Sambil terus berusaha mengembangkan senyuman terbaik nya.
Lagi....Ara mengangguk kan kepalanya.
"Ara mau pulang bersama nenek muda dan tante Renata ke new York?"
__ADS_1
Mendengar kata pulang, gadis kecil itu jelas mengerutkan keningnya.
"Mama tidak pulang?"
Mendengar pertanyaan balik putri nya, Agnes terlihat menarik tangan putri nya agar memeluk leher nya.
Dia memeluk Ara untuk beberapa waktu, menepuk-nepuk punggung putri nya dengan penuh perasaan cinta.
"Mama harus menyelesaikan pekerjaan Mama di perusahaan, setelah selesai Mama akan menyusul pulang hmmm"
Ara yang mendengar ucapan sang Mama nya terlihat diam.
"Kenapa kita tidak pulang belsama Mama?"
Agnes memejamkan perlahan bola matanya.
"Kita tidak bisa melakukan nya hmmm"
Ucap Agnes pelan.
"Meleka kenapa sejahat itu pada Mama?"
"Tidak sayang, mereka sama sekali tidak jahat, hanya saja kadang keadaan membuat seseorang seolah-olah terlihat menjadi jahat"
Setelah berkata begitu, hanya terlihat keheningan di antara mereka.
Cukup lama hingga akhirnya Ara beringsut.
"Baiklah, Ala akan pulang Mama, tapi maukah Mama mengabulkan pelmintaan Ala malam ini?"
Gadis itu mencoba mencari wajah Mama nya, menyentuh pipi Agnes dengan nada memohon.
Agnes terlihat menaikkan ujung alisnya.
"Baiklah"
__ADS_1
"Mari pelgi berlsama Om Hans jalan-jalan"
Ucap Ara sambil melebarkan senyuman nya, dia menampilkan barisan gigi nya pada Agnes sambil mengedip-ngedipkan bola matanya.
Lagi.. Agnes diam.
"Yah yah yah yah? kalau Mama mau Ala akan pulang ke new yok"
Mohon Ara lagi penuh pengharapan.
Sejenak Agnes menghela Pelan nafasnya, kemudian dia mengangguk kan kepalanya.
"Holeeeeee"
Gadis kecil itu melonjak kegirangan, memeluk leher Agnes dengan cepat kemudian dia kembali berceloteh panjang lebar.
Agnes terlihat tersenyum geli melihat tingkah laku putri nya, dia mencium gadis kecil itu beberapa kali sambil terus memeluknya.
"Baiklah, tunggu aku akan telepon Om Hans"
Gadis kecil itu secepat kilat melepaskan pelukannya, melompat kegirangan dari atas kasur lantas berusaha menyambar telepon rumah.
Rona bahagia dan antusias terlihat dari balik wajah Ara.
Keinginan nya untuk membàwa Mama dan dan Om Hans nya juga dirinya bisa jalan bersama pada akhirnya terkabul kan juga.
Dia memimpikan hal ini begitu lama, memiliki keluarga harmonis dan lengkap persis seperti teman-teman nya.
Sama seperti sebuah buku yang selalu di gambar nya di dalam kamar nya, harapan nya nanti ada 3 orang yang memenuhi rumah mereka.
Dan Laki-laki yang harus jadi Papa nya hanya Om Hans nya, tidak boleh orang lain.
__ADS_1