
Restauran xxxxxxx
Manhattan
20.10 malam.
Disebuah restauran xxxxxxx di pusat kota Manhattan, di antara gelap nya langit dan pekat malam.
Ketika semua pasangan terlihat melepaskan banyak kerinduan dan berjuta kebahagiaan, Yash terlihat mengeratkan rahangnya, laki-laki tersebut bergerak cepat keluar dari mobil nya, kemarahan sebenarnya terlihat jelas dari balik Wajah nya, permintaan sang istri hari ini terus mendesak nya agar menemui gadis pilihan nya.
Gadis? yang benar saja.
Bola mata nya menelusuri restoran yang ada dihadapan nya tersebut, dia mencari meja yang dipesan istri nya dengan perasaan kesal, bola mata laki-laki tersebut terlihat memerah, seolah-olah dia siap menumpahkan kemarahannya saat ini juga jika tidak malu dengan dirinya sendiri.
Di satu satu sudut kursi tampak seorang gadis menunggu seseorang sembari meremas erat kedua belah tangannya yang saling bertaut, kecemasan menghantam dirinya.
Sebenarnya dia tidak ingin bertemu laki-laki yang merupakan suami dari nyonya Khalid dalam keadaan berdandan, kesan nya seakan-akan dia menginginkan pernikahan ini dan berharap menjadi istri sambung dari seorang laki-laki yang kata nya bernama Yash Khalid tersebut.
Tapi nyonya Khalid mengirim seorang penata rias dan juga pakaian yang terlalu bagus untuk dirinya dengan alasan dia perlu sedikit berdandan.
Dia ingin protes dan mencoba untuk menghubungi nyonya Khalid, tapi sang penata rias menghalangi nya dan Berkata semua baik-baik saja, dia harus mempercayai kinerja sulap di tangan nya.
Dan kini dia menatap laki-laki yang berdiri di ujung sana yang tengah melangkah kan kaki mendekati dirinya.
Kekhawatiran dan rasa panik jelas menerjang dirinya.
*****
Disisi lain
"Apa?"
Hana jelas menegang saat dia mendengar wanita dihadapan nya tersebut berkata.
"Bukankah kamu mengirim pakaian dan penata rias untuk Alessia? laki-laki berwujud perempuan tersebut mendandani Alessia dan memberikan pakaian yang sedikit tidak enak dipandang mata, bukan kah ini pertemuan untuk menerima pernikahan? kenapa aku merasa keponakan ku seolah-olah akan di jual dengan laki-laki hidung belang?"
wanita di hadapan Hana bertanya sembari menatap tidak suka ke arahnya, bisa Hana lihat wanita tersebut terlihat begitu marah saat ini.
Hana jelas terkejut setengah mati pasti ada kesalahan di sini.
"Aku tidak pernah melakukan nya, aku pikir ini pasti...."
Hana menggantung kalimat nya dengan cepat.
Ya Tuhan.
Secepat kilat Hana meraih handphone di dalam tas nya, dia mencoba menghubungi sesuatu sambil berusaha menahan perasaan yang bergejolak didalam hati nya.
Dia pikir apakah Diana telah tahu rencana nya?!.
"Erlan, dimana kamu?"
Dia bicara setelah mendengar panggilan nya di angkat oleh seseorang diseberang sana.
******
__ADS_1
Kembali ke restoran xxxxxxxx
pusat kota.
Bola mata Yash menatap tajam gadis muda di hadapannya tersebut, dengan perasaan penuh kemarahan dia mencoba menekan Semua kesabaran nya beberapa waktu ini.
Laki-laki itu melipat kedua belah tangannya sambil memperhatikan gadis yang ada dihadapan nya itu dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
Yash fikir apa yang di lihat istri nya dari gadis muda di hadapannya tersebut.
Dengan usia Se muda itu apa yang di harapkan?!.
Gadis itu jelas masih sangat muda, lebih tua dari Pinkan putri nya dan lebih muda dari Kallan putra nya, dia tidak tahu apa yang dilihat istri nya dari gadis ingusan di hadapannya tersebut bahkan dandanannya dan penampilan nya benar-benar membuat Yash menjadi tidak nyaman.
Dia seperti perempuan malam.
Hana pasti sudah kehilangan akal warasnya.
Batin Yash.
Selain dandanan nya yang mengganggu, Yash sudah bisa menebak anak ini bahkan mungkin mencari uang saja pasti belum bisa, jangan-jangan dia menjual harga dirinya untuk bertahan hidup selama ini.
Dia bukan type orang yang suka berburuk sangka, tapi melihat dari penampilan sosok di hadapannya tersebut yang mau menikah dengan nya dan menerima tawaran istri nya, jelas saja itu dilakukan karena uang.
Gadis seusia anak ini jelas butuh uang untuk berfoya-foya, menyenangkan diri, berpesta dan bersenang-senang.
Memaksa nya menikah dengan gadis yang masih begitu muda dan belum matang, yang jelas hampir se usia putra nya, dan hanya lebih tua sedikit dari putri nya.
Yang benar saja.
Bahkan gadis itu di anggap nya tidak jelas asal usulnya juga.
Hanya karena istri nya khawatir jika dia meninggal dan Yash akan menikah dengan sembarang Perempuan.
"Sayang, kau tahu? tidak semudah itu untuk ku berpaling, kamu tahu bagaimana karakter ku bukan?"
Yash bicara dengan nada tidak suka atas permintaan tidak masuk akal istri nya Tersebut.
Bagaimana mungkin hanya karena dokter berkata waktu nya tidak lama lagi, isterinya ingin dia menikah dalam waktu dekat dengan gadis pilihan nya.
Apalagi dia bukan laki-laki yang gampang berpaling, dia tipe laki-laki setia yang konsisten pada satu perempuan saja dulu.
"Kamu seorang laki-laki normal, memiliki syahwat, laki-laki dan perempuan jelas berbeda, ketika perempuan bisa menahan godaan syahwat, laki-laki kebanyakan tidak bisa Yash, aku tidak ingin kamu berbuat dosa"
Istrinya bicara cepat, bola mata nya seolah-olah mengatakan sebuah harapan besar soal apa yang menjadi keinginan terakhir nya, dia menyentuh wajah Yash sambil menatap bola mata Suami nya dengan keadaan berkaca-kaca.
"Tapi aku tidak pernah berfikir untuk menikah lagi hingga akhir"
Yash bicara sambil menggelengkan kepalanya.
"Jika Dian memaksa meminta agar kamu menikahi dirinya bersama keinginan Mama, yakin kamu akan menolak permintaan Mama?"
Istrinya bertanya cepat, mencoba melepaskan tangan nya dari wajah suaminya tersebut
"Sayang..."
__ADS_1
"Aku sudah bilang, kamu tidak akan bisa menolaknya bukan? karena itu nikahi Alessia, demi Aku, demi Anak-anak,demi pernikahan kita yang tidak akan pernah ada Dian di antara kita"
Ucap isterinya lagi.
"Ma..."
"Jika tidak, mari tidak usah saling bertemu lagi untuk Selama-lamanya"
Seketika istrinya Mencoba membuang pandangannya, sedikit kecewa saat suaminya menolak kemauan nya.
"Ma..."
Yash mencoba untuk menyentuh bahu istri nya Secara perlahan.
"Pulanglah"
ucap Perempuan itu dengan suara serak nya.
Pada akhirnya Yash hanya bisa diam, tidak mampu untuk mengeluarkan kata-kata nya.
Dan kini disinilah dirinya, Mencoba menemui gadis yang di rekomendasikan oleh istri nya, gadis yang menjadi pilihan istri nya.
Yash fikir gadis muda dihadapan nya tersebut pasti telah mempengaruhi istri nya.
Jika tidak bagaimana bisa istri nya memilih Gadis yang bahkan tidak diketahui siapa keluarga nya.
Dan lagi biasa nya gadis seusia itu pasti memiliki niat yang tersembunyi secara diam-diam jika mau menikahi laki-laki Yang sudah ber istri.
"Katakan pada ku, berapa banyak uang yang kamu minta agar mau menolak kemauan istri ku?"
Tanya Yash kemudian dengan nada dingin dan datar nya.
Mendengar ucapan Yash, Alessia terlihat menatap laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.
Dia meremas pelan telapak tangan nya dengan jutaan perasaan sedih yang menghantam.
"Katakan saja berapa harga yang harus aku bayar untuk pela..cur seperti mu agar menjauh dari kehidupan kami?"
Lanjut Yash lagi.
Gadis itu menundukkan kepalanya, dia mencoba menahan bulir air matanya agar tidak jatuh membasahi punggung tangan nya.
Pela..cur?!.
Ini kali pertama seseorang menjuluki nya dengan kata-kata yang mampu membunuh hati nya.
*****
Serendah Itukah aku?!.
Bahkan seorang pelacur pun memiliki alasan untuk menjual diri nya.
Kau terlalu dini mengambil kesimpulan, tidak melihat gurat sedih dari lawan bicara mu.
Semua orang punya kehidupan dan tidak bisakah kita diam tanpa harus mengeluarkan kata menyakitkan?!.
__ADS_1
Alessia.