
Alessia terlihat diam mendengarkan ucapan Laki-laki dihadapan nya untuk beberapa waktu, dia berusaha menarik nafasnya panjang dan berusaha untuk tidak membuat air mata nya juga keluar.
"Bukankah yang dibutuhkan seorang pelacur hanya uang ?"
Yash terlihat mendengus, menelisik wajah Alessia dengan tatapan penuh kebencian.
Dia jelas mengejek, tidak habis pikir dengan cara pemikiran atau jalan pemikiran perempuan jaman sekarang.
"Sudah berapa banyak laki-laki yang pernah menggunakan kamu? apakah hidup terasa begitu sulit? seharusnya anak muda seperti kamu makan dan tidur di rumah, menikmati masa muda dan pergi berkencan, bukan nya mendekati istri orang dan mencoba menggoda suami orang lain dan bermain nasib untuk jadi istri ke dua seseorang yang setia"
Kata-kata yang di lontarkan laki-laki tersebut benar-benar membuat perasaan Alessia terluka.
Yah seharusnya dia saat ini menikmati masa mudanya, berkencan, bekerja dan bahagia dengan apa yang ada dihadapan nya.
Bukankah sangat bodoh sekali bertarung nasib yang tidak pasti, mengorbankan masa depan nya, hanya demi uang?!.
Tapi realita nya uang bisa mengalahkan segalanya bukan?nilai ukur kehidupan sekarang benar-benar berdasarkan selembar kertas yang disebut uang.
Bahkan banyak yang mendewakan uang dan mencari jutaan cara untuk dapat hidup bahagia bersama uang.
Tapi hidup sebenarnya bukan hanya menyangkut soal uang bukan?!.
Alessia tahu itu.
Satu yang selalu dia pegang sejak dulu,Ada yang lebih penting dari pada uang, yaitu sebuah harga diri.
Tapi ketika seseorang tidak memiliki pilihan lagi, apakah harga diri terlihat begitu penting saat ini?!.
Tidak..!.
Dia hanya bisa menahan seluruh harga dirinya di injak-injak dari sisi kiri dan kanan.
Karena keadaan tidak memberikan dia pilihan.
Kemana dia melangkah dan mengadu? kemana dia mencoba mencari bantuan dalam satu malam?!.
Satu-satunya tempat dia mengadu kepada Allah, tapi uang tidak mungkin turun dari langit tanpa usaha.
__ADS_1
Bagi Alessia selama tidak menjual harga dirinya, tidak menjadikan dia budak pemuas nafsu laki-laki hidung belang itu jelas jauh lebih baik.
Dia menikah Secara baik-baik, sah di mata hukum dan agama, sah di mata semua orang.
Bukan penggoda suami orang, bukan pelakor, bukan perebut hak milik Wanita baik-baik, bukan penghancur rumah tangga orang dimana Allah paling membenci tindakan seorang perempuan yang merusak kehidupan rumah tangga orang lain dan memaksa seorang laki-laki menceraikan istrinya demi seorang perempuan asing lainnya, dia tidak harus bersedih hati dan merasa kecewa dengan keadaan saat ini.
Semua dilakukan untuk menyelamatkan banyak orang.
Adiknya Agnes, keponakan nya yang akan segera lahir.
Menyelamatkan harta wanita yang meminta agar dia menikahi suami nya yang takut dikuasai oleh adik nya, menyelamatkan keluarga perempuan tersebut dari jeratan wanita tidak baik yang akan datang menggoda dan merusak, menyelamatkan putra laki-laki itu yang dia belum tahu siapa agar kembali ke tempat asalnya dan menjadi penerus Al Kalid company, menyelamatkan putri wanita dan laki-laki itu dari ancaman Wanita jahat yang ingin menghabisi harta nya.
Melindungi hak dan harta perempuan itu dari hal-hal buruk yang sejak awal sudah di antisipasi.
Yah ada banyak sekali yang akan diselamatkan dari pernikahan ini.
Jadi Alessia fikir kenapa dia harus khawatir soal harga dirinya saat ini?!.
Dia yakin hidup tidak selamanya sulit bukan? akan ada bahagia setelah rasa sedih dan sakit, tiap orang pasti memiliki ujian mereka masing-masing.
Alessia menaikkan kepalanya, kali ini bola matanya mana tahu ke arah wajah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
barisan kata-kata itu meluncur dari balik bibir Alessia.
"hal itu membuatku berpikir mungkin menerima tawaran akan membuatku bertemu dengan seorang laki-laki ia bisa menghargai seorang perempuan karena dia memiliki etika nya dengan baik tapi sayang nya surut pandang ku langsung berubah 180° soal anda tuan"
Mendengar ucapan gadis dihadapannya seketika membuat Yash menatap nya tidak percaya, dia pikir bagaimana bisa gadis dihadapannya berkata begitu soal dirinya.
"Itu seperti sebuah pembelaan diri"
Dengus nya.
"Tidak, aku hanya berusaha mengingatkan tuan, anda terlalu mudah menilai seseorang dari cover depan nya, meskipun aku akui penampilan Ki sangat tidak sesuai dengan diriku yang sebenarnya, aku hanya melakukan nya karena mereka berkata untuk bertemu orang kaya berpenampilan lah seolah-olah kamu juga kaya, tapi aku lupa jika ini bukan penampilan kaya, aku hanya merendahkan diri ku sendiri karena berpenampilan kayak nya Perempuan penjajah"
Yash mengeratkan rahangnya.
"Yang paling tahu berapa banyak laki-laki yang pernah menjamah ku hanya Allah, maka biarkan Allah sendiri yang akan memperlihatkan kepada tuan seberapa buruknya aku dimasa kemarin hingga hari ini"
__ADS_1
Kali ini Alessia mencoba mengatur emosi nya sambil menatap dalam bola mata Yash.
"Semua orang bukankah ingin melewati kehidupan terbaik mereka apalagi di usia remaja mereka, aku juga sama, dan aku anggap kehidupan terbaik dimasa remaja ku adalah menikah dengan Anda, tuan"
Yash terlihat mengeratkan rahangnya.
"Maafkan aku karena egois menerima kesepakatan ini, benar ini soal uang, tapi aku tidak bisa menarik kembali kesepakatan yang telah aku dan nyonya buat bersama"
Rasanya begitu sakit saat Alessia harus mengatakan soal itu semua.
bayangkan bagaimana ekspresi Yash saat ini, laki-laki itu berdiri dari duduknya dan tiba-tiba dengan gerakan cepat dia menarik kasar kerah baju Alessia Hingga membuat gadis itu berdiri dengan begitu buruk.
Dia benar-benar bukan type laki-laki kasar, tapi setiap kali menghadapi Alessia baginya gadis dihadapannya itu persis seperti seorang pe..lacur yang tidak memiliki harga diri sama sekali.
"Baik mari kita menikah, tapi jangan harap kau akan bahagia didalam pernikahan kita, aku akan memastikan Betapa tersiksa nya ketika kamu memilih untuk menjadi istri ku baik secara lahir maupun batin"
Alessia menatap balik netra laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.
dia bisa melihat dibalik kemarahan laki-laki tersebut terdapat kekecewaan mendalam didalam lingkaran bola mata tersebut.
Maafkan aku, tuan.
Alessia membatin sembari mencoba menahan nafasnya.
Setelah berkata begitu Yash langsung mendorong tubuh Alessia kearah belakang, gadis itu terhuyung dan nyaris terjatuh
Begitu Yash beranjak pergi, Alessia mencoba untuk tidak menangis, dia menyentuh dadanya sambil berusaha untuk menahan isakannya.
Tetaplah tersenyum meskipun rasanya begitu berat Alessia, semua pasti baik-baik saja.
*****
Kau dan aku terperangkap dalam keadaan yang membuat kita tidak bisa memilih untuk keluar dengan rasa ingin yang dalam.
Kau dan aku hanya dua manusia yang hidup dalam permainan takdir tuhan dimana kita tidak tahu kemana akhirnya semua cerita akan usai di antara kita.
Kita berdua hanya orang asing yang kebetulan bertemu ditempat yang sama dan dipaksa mengikuti takdir cinta yang berbeda.
__ADS_1
Alessia.