Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Sejuta maaf


__ADS_3

Gadis itu melangkahkan kakinya dengan langkah gontai, berjalan perlahan menuju kearah rumah sakit xxxxxxx dimana saudara kembar nya di rawat.


Bola mata gadis itu menatap permukaan jalan yang dilewati nya, memperhatikan tiap batu kerikil dan juga lapisan dasar lantai dimana dia berjalan kini.


meskipun sebenarnya tubuhnya ada di sana realitanya pikirannya entah ada di mana, dia bukan tipe orang yang suka berkeluh-kesah atau meratapi nasib nya, bagi Alessia apa yang dijalani hari ini adalah keputusan yang telah Allah beri.


tak ada yang perlu dia ratapi atau bahkan tak ada yang perlu dia keluh kesah kan, karena baginya manusia hanya sementara menumpang dan berlabuh di dunia ini, datang tidak menggunakan sehelai benang pun nanti pergi dan mati jiha tidak membawa apapun.


Tapi... yang menjadi beban terberat nya kini adalah Kallan, dia pikir bagaimana jika laki-laki tersebut tidak baik-baik saja?!.


Sejuta kekhawatiran menghantam dirinya.


Jiwa labil kallan takut membuat laki-laki tersebut berbuat nekat dan bergerak di luar batasannya, dia bahkan takut jika jika kalian bertindak yang tidak tidak.


3 hari ini dia mati-matian menghindari Kallan, berusaha memutuskan seluruh akses komunikasi di antara mereka dan menganggap hubungan mereka benar-benar telah usai.


Fuhhhhhhhh.


gadis tersebut menghela nafasnya pelan, dia kemudian langsung menatap kearah depan.


Sejenak Alessia menghentikan langkah kakinya, dia membeku untuk beberapa waktu saat dia menyadari akan sesuatu.


Kaplan kini berdiri di ujung sana di hadapan nya, menatap dirinya dengan tatapan yang begitu sulit di jelaskan.


Alessia seketika tidak bergeming, dia tidak tahu harus bagaimana, melangkah maju meneruskan langkah atau berbalik dan mencoba untuk terus menghindari Kallan?!.


Entahlah kaki nya seolah-olah menegang dan Alessia fikir dia tidak bisa berjalan dengan benar saat ini, gadis itu ingin berbalik arah namun siapa sangka Kallan melangkah dengan cepat mengejar langkahnya hingga membuat Alessia seketika memundurkan tubuhnya dalam keadaan yang sedikit menegang.


"Kita perlu Bicara"


Sebaris kalimat itu meluncur dari balik bibir Kallan, laki-laki tersebut langsung menangkap lengan nya dan menggenggam nya dengan erat.


Bisa Alessia lihat bola mata penuh dengan kemarahan terlihat jelas di balik mata indah Kallan, ini kali pertama dia melihat kalah terlihat begitu marah dan kecewa kepada dirinya.


"Bisakah kita bicara lain kali? aku harus melihat saudara ku..."


Alessia berkilah, berusaha untuk melepaskan genggaman kallan dari lengannya, dia pikir mungkin sebenarnya tidak ada lagi yang perlu mereka bicarakan saat ini.


"Tidak, tidak ada waktu lain kali yang bisa kita gunakan untuk bicara, mari luruskan soal segala hal, aku ingin tahu apa alasan kamu yang terus menghindari ku?"


Kallan mengeram, dia berusaha untuk menahan sejuta perasaan didalam hati nya.


jujur saja ini kali pertama seorang gadis nyaris membuat dirinya menggila.


dia akui gadis mana yang tidak menyukai dirinya, bahkan meskipun dia tidak menggunakan nama Khalid di belakangnya semoga gadis pasti tergila-gila kepadanya apalagi saat dia menggunakan nama Khalid dibelakang nya, bisa dibayangkan bagaimana para gadis bertekuk lutut dihadapan nya.

__ADS_1


Selama dia mengenal gadis dan perempuan, berkencan dan melewati banyak hari bersama mereka, Kallan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada mereka, tapi bersama Alessia ini kali pertama dia yang menundukkan kepalanya dan berharap banyak pada gadis tersebut.


Alessia benar-benar berhasil meruntuhkan seluruh dunia nya.


"Apa ini soal uang? jika iya katakan berapa banyak? aku bisa memberikan nya, jika kamu merasa kesal soal pekerjaan, akan aku katakan soal sebuah kejujuran, kenapa aku memilih tidak bekerja, aku adalah penerus kerajaan orang tua ku, keluarga ku memiliki banyak anak perusahaan, saat ini mereka menginginkan aku untuk meneruskan semua nya, tapi aku belum siap untuk menyambung keadaan, aku masih butuh waktu untuk meneruskan semua nya, jadi jika kamu khawatir soal kehidupan kita setelah menikah, itu jelas sebuah kesalahan besar, kamu tidak akan merasakan kesulitan sedikit pun untuk semuanya"


Kallan bicara panjang lebar, mencoba menahan langkah Alessia dan membuka soal jati diri nya.


Mendengar ucapan Kallan Alessia terlihat diam, dia menelisik bola mata Kallan dan mencoba menangkap arti setiap ucapan nya.


Alessia pikir dia sudah menduganya, kallan pasti bukan laki-laki biasa dari keluarga sederhana mengingat beberapa barang yang digunakan laki-laki tersebut jelas merupakan batang-batang bermerek bahkan ada beberapa barang seperti produk limited edition.


"Katakan pada ku apakah ada laki-laki lain di antara kita yang jauh lebih mapan hingga membuat kamu ingin melepas kan aku?"


Kallan kembali bertanya sembari mencoba menelisik bola mata Alessia.


"Atau kau tergiur pada laki-laki lain yang jauh lebih mapan hingga kamu sengaja ingin meninggalkan aku?"


rentetan pertanyaan Kallan jelas terdengar tidak begitu menyenangkan, seolah-olah laki-laki tersebut sedang menyudutkan dirinya soal uang.


"Atau sejak awal memang tidak pernah ada cinta untuk ku dari dalam hati ku?"


Tanya kallan lagi kemudian.


Gadis dihadapannya nya masih tidak bergeming, dia menunggu Kallan menyelesaikan segala prasangka dan tuduhan laki-laki tersebut kepada dirinya.


"Kau tahu?"


Ucap Alessia pelan, gadis itu secara perlahan menyentuh lengan Kallan, dia bicara sembari menelisik bola mata kanan untuk beberapa waktu.


"Ada beberapa alasan yang tidak bisa aku jabarkan satu persatu, tapi aku hanya merasa lelah dengan hubungan kita"


Ucap Alessia pelan.


"Ini bukan soal uang, status, pekerja atau siapa dan dari mana keluarga kamu berada, kallan"


Gadis itu mencoba melepaskan cengkraman kallan dari lengannya.


"Tapi ini soal hati, aku kita tidak memiliki kesamaan antara satu dengan yang lainnya sejak dulu"


Sejujurnya sangat sulit sekali untuk Alessia berkata seperti itu terhadap Kallan, tapi dia tidak tahu harus memulai dari mana ucapan nya dan mengakhiri semua nya kemana.


Dia fikir sudah tidak lagi bisa memperbaiki keadaan, dia memiliki banyak pertimbangan berat hingga harus meninggalkan Kallan atas keputusan nya.


"Tapi aku hanya merasa ada banyak sekali perbedaan yang terjadi di antara kita dan aku sadar hubungan yang kita jalani selama ini tidak berdasarkan cinta"

__ADS_1


"Semua hubungan terasa akan sulit saat dua orang di mana salah satunya tidak bisa menggunakan hatinya untuk mencintai lawannya, aku benar-benar tidak bisa lagi mencintaimu Kallan"


Lanjut Alessia panjang lebar.


"Aku harap kamu mengerti dengan apa yang aku ucapkan"


mendengar ucapan Alicia seketika Kallan menggelengkan kepalanya, dia memejamkan sejenak bola matanya dan mencoba menahan segala perasaan yang ada di dalam dadanya.


"Katakan pada ku, apa kau pernah mencintai ku selama kita bersama?"


tanya laki-laki itu pelan.


Alessia terlihat diam, dia mencoba menggeleng kan kepala nya.


"Maafkan aku"


Ucap gadis itu pelan.


"Apa kau mencintai laki-laki lain selain aku?"


Sebaris pertanyaan tersebut menjadi sebuah pertanyaan besar di hati Kallan.


"Maafkan aku"


"Jawab aku, Alessia"


bentak Kallan kali ini.


Ini pertama kalinya Kallan bicara dengan nada yang begitu tinggi kepada Alessia.


Alessia mencoba menahan perasaan nya, dia menelan Saliva nya untuk beberapa waktu, mencoba untuk tidak menetes kan air mata nya.


"Ya... aku mencintai laki-laki lain Kallan, maafkan aku"


demi Allah saat mengucapkan hal tersebut rasanya begitu berat sekali, dia berusaha untuk menahan air mata nya agar tidak jatuh.


"Apa?"


Suara Kallan seketika terdengar bergetar, bola matanya terasa memanas dan rahang nya seketika mengeras.


Ada yang lebih menyakitkan daripada saat kau mendengar orang yang kamu cintai berkata jika dia mencintai orang lain?!.


Tidak ada.


Ini adalah bagian yang paling menyakitkan di dalam hubungan mereka, setelah peringatan ketika temannya berkata.

__ADS_1


"Jangan terlalu dalam jatuh cinta, karena saat kau jatuh rasanya sakit luar biasa"


Dan hari ini, kallan fikir dia merasakan nya.


__ADS_2