
Mendengar ucapan Alessia seketika membuat Kallan mengendurkan pegangan nya, bagi nya mendengar jawaban langsung dari bibir indah gadis yang dia cintai tersebut cukup membuat dia mulai membuka matanya selama ini.
"Aku masih berharap penilaian ku salah"
Ucap Kallan sembari menatap Alessia dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"Aku masih berharap kamu membohongi aku soal jawaban kamu"
Lanjut Kallan lagi.
Dia berusaha untuk berpijak pada kakinya agar tidak tumbang karena patah hati, rasanya ingin sekali dia menghancurkan apapun yang ada di hadapannya saat ini.
"Aku yakin ada sesuatu yang kamu sembunyikan dibelakang ku Alessia, aku masih...."
Kallan ingin melanjutkan kata-katanya tapi,
"Tidak ada kebohongan di dalam setiap ucapan ku"
Potong Alessia cepat.
"Kita sudah berakhir Kallan, aku tidak punya alasan untuk meneruskan semuanya, aku hanya merasa lelah, lelah dengan semua nya"
Ucap Alessia pelan, dia menundukkan kepalanya, berusaha untuk tidak menampilkan gurat kesedihan dan kebohongan nya.
Gadis itu tidak pernah berbohong bahkan tidak pernah belajar berbohong dalam seumur hidup nya, ini adalah kali pertama dia berusaha untuk berbohong dihadapan orang yang dia cintai.
Alessia mencoba untuk menghela panjang nafasnya, kembali
"Kau tahu? kadang manusia terlalu naif atas diri mereka sendiri, bahkan manusia bisa berubah kapanpun sesuai dengan yang dia inginkan, jangan terlalu mudah percaya dengan orang-orang di sekitarmu, karena terkadang orang yang kamu anggap baik atau lemah sebenarnya bisa membunuh mu"
Mendengar ucapan Alessia seketika kalian terdiam dia masih menatap nanar gadis yang ada di hadapannya.
"Pulanglah, aku harus membesuk adik ku yang sakit, aku harus mengantar nya pulang bersama calon keluarga baru nya"
Alessia berkilah.
gadis itu tidak pernah menceritakan perihal keluarganya pada siapapun bahkan kepada Kallan, bahkan dia tidak pernah mau ceritakan persoalan kehidupan nya dan keluarganya pada laki-laki tersebut.
Bagi Alessia tidak ada yang harus diceritakan didalam kehidupan nya mengingat tidak ada hal yang memang ingin dia ceritakan.
melihat ekspresi Alessia yang seperti nya memang tidak lagi menginginkan dirinya membuat Kallan terdiam, dia membiarkan Alessia bergerak masuk ke dalam rumah sakit yang ada di hadapannya nya itu.
Laki-laki tersebut sejenak menggenggam erat telapak tangannya tanpa banyak bicara.
******
__ADS_1
Mansion utama keluarga Khalid
Kamar utama Yash dan Hanna
Hanna sejenak mengintip kearah jendela kamar menuju kearah halaman luas di samping mansion mereka dimana bola mata nya menangkap sebuah mobil mendominasi berwarna merah masuk dengan tergesa-gesa dari Arah pintu gerbang bagian kiri bangunan megah tersebut.
"Tuan muda kembali"
Suara seseorang terdengar dari arah belakang, Hana terlihat diam.
"Nyonya mau turun?"
Itu adalah sang pelayan kepercayaan Hana, Bibi Tori.
"Perbaiki riasan ku,bi"
mendengar perintah majikan wanita itu hanya mampu mengangguk kan kepalanya.
Bisa dia lihat wajah pucat sang nyonya nya terlihat semakin tidak baik-baik saja, hari ini Perempuan cantik itu memaksa diri untuk pulang sejenak dari rumah sakit saat mendengar jika putra dan putri nya akan pulang di akhir Minggu untuk makan malam bersama.
Penyakit yang diderita oleh nyonya disembunyikan rapat-rapat sejak beberapa tahun yang lalu, perempuan cantik itu tidak mengizinkan satu anaknya pun tahu tentang penyakit nya.
Jangan menambahkan kekhawatiran anak-anak, mereka tidak harus ikut bersedih karena keadaan ku.
Itu adalah sebaris pesan yang disampaikan oleh nyonya Khalid kepada mereka semua termasuk kepada suaminya Tuan Yash Khalid.
Entah bagaimana mengungkapkannya?! dia tidak memiliki ungkapan paling tepat untuk nyonya nya saat ini.
Bagi nya wanita dihadapan nya itu adalah wanita paling hebat untuk dirinya.
15 tahun lebih mengabdi di rumah keluarga tersebut membuat dia merasa jika perempuan itu sudah hampir seperti adiknya sendiri, meskipun dia hanya seorang pekerja asisten rumah tangga, Hana selalu memperlakukan dirinya layak seperti keluarga sendiri.
Tidak pernah sekalipun membuat dia tersinggung dengan ucapan nya bahkan selalu berlaku adil kepada dirinya.
Dia jelas sangat tahu seluk beluk keluarga tersebut bahkan sangat tahu bagaimana besar nya cinta antara nyonya nya Hana dan Yash tuan nya.
Mereka pasangan paling romantis yang pernah dia lihat dan Begitu saling bantu membantu antara satu dengan yang lainnya.
Jadi begitu dia tahu Hana sakit bayangkan bagaimana perasaan nya?.
Dia jelas kehilangan kata-kata nya, bahkan tidak tahu harus melakukan apa, bahkan terkadang dia berpikir bisakah dia Menukar usia nya untuk keselamatan dan kesehatan sang majikan nya?!.
Tapi realita nya bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi, usia manusia Allah telah mengatur nya dengan sebaik-baiknya dan manusia hanya bisa berpasrah diri dengan keputusan Nya.
"Nyonya masih terlihat cantik seperti dulu persis saat Pertama kali kita bertemu"
__ADS_1
wanita itu bicara sembari mengembangkan senyuman, tangan kanannya memperbaiki perhiasan di wajah Hana secara perlahan.
Dia mengigat momentum pertama kali dia melangkah kan kaki ke rumah keluarga tersebut, Kallan yang baru sekolah Dasar dan Pinkan yang masih sangat kecil.
Nyonya nya yang sangat cantik dan segar juga tuan nya yang menurutnya begitu tampan dan pasti sangat di gilai oleh para perempuan muda.
Meskipun tidak dipungkiri masih banyak sekali hingga kini yang tergila-gila pada laki-laki tersebut, tapi tuan nya jelas type laki-laki paling setia menurutnya.
Ahhh dia merasa rindu pada masa-masa pertama dia menginjak kan kaki nya ke tempat tinggal Tersebut.
"Hanya saja sekarang terlihat lebih kurus dan pucat"
ucap wanita itu lagi dengan bola mata yang berkaca-kaca.
Melihat ekspresi wanita dihadapan nya, Hana terlihat diam, dia menatap wajah pelayan kepercayaannya itu untuk beberapa waktu.
"terlihat sangat tidak baik kah?"
Tanya Hana pelan sambil menyentuh wajah nya sendiri sejenak.
"He em"
Wanita itu mengangguk kan Kepala nya.
Seketika air mata wanita itu jatuh dari pelupuk matanya, dia buru-buru berusaha menghapus air mata nya dengan cepat.
"Bibi tahu?"
Ucap Hana pelan
"Jangan terlalu bersedih karena Sakit yang aku derita, bukankah kita tahu bi? sakit merupakan salah satu cara Allah SWT untuk mengugurkan dosa umat nya"
Lanjut Hana sembari menyentuh lembut tangan wanita paruh baya lebih dihadapan nya itu.
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)"
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)"
Setelah berkata begitu, Hana kembali mengembang kan senyuman nya lantas dia kembali berkata.
"Apakah aku sudah terlihat cantik? kallan pasti menunggu ku di bawah bersama Pinkan"
Ucap Hana kembali sembari menatap dalam bola mata wanita tua dihadapan nya tersebut.
"anda cantik, begitu cantik Nyonya"
__ADS_1
Ucap wanita tersebut dengan bola mata berkaca-kaca.