
Disisi lain
Rumah sakit xxxxxxx.
Yash terlihat menatap seorang dokter yang tengah membenahi selang infus istri nya untuk beberapa waktu, membiarkan dokter dihadapan nya itu menyuntikkan beberapa cairan obat kemudian memastikan istri nya baik-baik saja.
Bisa laki-laki itu lihat kini istri nya tengah terlelap didalam tidurnya untuk beberapa waktu, wajah pucat dan sayu tersebut semakin lama semakin terlihat kehilangan cahaya hidup nya.
Beberapa kali Yash menggenggam erat lengan nya, seolah-olah siap mencabik-cabik lengan kiri nya sendiri dengan tangan kanan nya, seolah-olah genggaman itu siap melepaskan lengan kiri nya tersebut karena kemarahan atas ketidak berdayakan nya untuk menyembuhkan istri nya dari sakit yang di deritanya.
Kamu bisa membeli apapun Yash, bahkan kamu bisa membeli obat paling mahal sekalipun di dunia ini, tapi Realita nya kamu tidak bisa membeli sebuah kesehatan.
Kamu bisa membeli apapun Yash, bahkan barang langka dan limited sekalipun di dunia ini tapi Realita nya kamu tidak bisa membeli sebuah kehidupan.
Itu yang selalu di ucapkan nya didalam hati nya sambil terus berusaha menahan tangisannya.
Wanita ini yang selalu berjuang bersama dengan ku dalam keadaan suka maupun duka selama lebih dari 20 tahun, dimulai sejak SMA hingga hari ini , tapi lihat ya Allah? aku bahkan tidak bisa berjalan di Samping nya untuk meminta sedikit rasa sakit yang dia derita.
Yash membuang pandangannya, mencoba menghapus air mata nya untuk beberapa waktu, dia berusaha menghela nafas nya untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja?"
Dokter tersebut bertanya pelan kepada Yash, setelah laki-laki tersebut menyelesaikan semua pekerjaannya dan memastikan jika Hana baik-baik saja.
"Apa kau pernah melihat aku sebaik hari ini sebelumnya?"
Tanya Yash pelan.
Mendengar Jawaban Yash laki-laki berpakaian mendominasi berwarna putih tersebut hanya bisa terdiam.
Jawaban nya jelas aku tidak baik-baik saja, ini kali pertama dalam berapa puluh tahun mereka berteman Yash terlihat tidak terlihat baik-baik saja, bahkan pakaian yang digunakan laki-laki tersebut belakangan terlihat sedikit berantakan, bulu-bulu di wajahnya mulai tumbuh di mana-mana bahkan beberapa teman-teman nya berkata Yash terlihat cukup buruk si perusahaan belakangan ini.
"Istirahat lah bersama Hana, yash. Ini masih pukul 3 pagi, selain Hana butuh istirahat, kamu juga jauh lebih membutuhkan nya"
"Apakah memang sudah tidak memiliki harapan lagi, Rick?"
Tanya Yash pada laki-laki tersebut kemudian.
Mendengar pertanyaan Yash, seketika laki-laki tersebut menghentikan langkah kakinya, dia diam sejenak kemudian mengehela berat Nafasnya.
__ADS_1
Dokter Rick langsung menoleh ke arah Yash.
"Hana bukan orang yang suka meminta banyak hal selama hidup bersama kamu, Yash"
Alih-alih menjawab pertanyaan Yash, tiba-tiba laki-laki tersebut berkata pelan kearah Yash.
"Kabulkan permintaan terakhir nya sebelum kamu menyesali semua nya, Yash"
Lanjut nya lagi.
"Kau memang butuh seseorang yang bisa menggantikan Hana untuk mengurus semua kebutuhan mu, lihat bahkan belum Hana pergi, kamu sudah terlihat sangat berantakan dan tidak terawat dengan baik"
Rick bicara lantas menepuk pelan pundak Yash.
"Dia tidak buta dalam pilihan nya Yash, istri mu tahu yang mana berlian yang mana bongkahan sampah"
Lanjut laki-laki itu lagi.
"Dia lebih tidak rela jika ibu mu meminta mu untuk turun ranjang dengan adik tiri nya, jadi kabulkan keinginan terakhir nya"
__ADS_1
Laki-laki itu bicara seolah-olah memang sudah tidak ada harapan lagi untuk Yash melewati masa tua bersama istri nya.
Setelah berkata begitu Rick langsung bergerak menjauhi Yash secara perlahan, meninggalkan laki-laki itu yang mematung tanpa kata-kata.