Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Pertemuan pertama


__ADS_3

Kembali ke beberapa Bulan sebelum nya


Sebelum Misca berpindah Posisi


Sebelum Indri diterima bekerja


Misca terlihat memijat-mijat kepala nya saat dia melihat sang burung bellbird tiba-tiba berdiri tepat dihadapan nya.


Dia fikir kenapa dia harus berhadapan dengan wanita dengan suara berkekuatan ultrasonic setara dengan suara knalpot motor RX king model tahun bahulak.


Padahal dalam beberapa hari ini dia benar-benar berusaha untuk kabur dan menghindar dari Mama Helen, tapi realita nya rencana nya tidak berjalan sesuai ekspektasi nya.


Wanita itu kini berdiri tepat di hadapan nya.


"Tante?"


"Oh ya Tuhan, dimana Abizard? Tante mencari nya sejak kemarin, apa dia menghindari Mama nya ini karena setiap hari mendesak nya untuk menikah? atau kamu sudah bermain-main dibelakang Tante bersama dirinya? Kenapa kamu menyembunyikan putra kesayangan Tante?"


Wanita itu mulai mengeluarkan jurus ocehan maut nya tanpa henti, tidak ada titik, tidak ada koma, terus mengoceh tanpa berkesudahan.


"Katakan pada Tante kemana dia bersembunyi? apa dia punya tempat tinggal baru? apa dia membeli apartemen baru tanpa sepengetahuan Tante?"


Oh ya Ampun, berikanlah hamba mu kesabaran yang extra ya Tuhan, ketahuilah diri ini masih menjomblo sejati, belum menikmati apa yang nama surga dunia, bahkan belum sempat berpetualang kemana-mana, jika terlalu lama begini mungkin aku akan mati muda....!!!.


Misca berteriak dalam hati nya dengan jutaan beban yang mendalam.


"Tante... aku..."


"Ma..."


Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan Misca dan Mama Helen.


Mereka langsung menoleh ke arah asal suara.


Sejenak misca menaikkan ujung alisnya saat dia melihat seorang gadis cantik berjalan menuju ke arah mereka.


"Kamu kenapa disini?"

__ADS_1


Mama Helen bertanya sambil mengerutkan keningnya saat melihat putri bungsu nya ada di perusahaan Abizard.


Seharusnya Meisya ada di perusahaan milik suami nya.


"Papa meminta ku untuk datang kesini, meminta aku menggantikan posisi kepala style fashion designer yang berhenti hari ini"


Jawab gadis itu cepat.


Misca sejak tadi tidak berkedip menatap gadis cantik dihadapan nya, dia fikir apa itu adik bungsu Abizard?.


Kenapa laki-laki itu tidak memberitahukan diri nya jika adik nya sudah sedewasa itu.


"Apa kamu melihat kakak mu?"


Sang Mama bertanya cepat dengan perasaan panik, baru ingat dia mencari putra kesayangannya sejak tadi.


"Bukan kah kakak ada di lantai bawah?"


Tanya Meisya cepat.


Mama Helen jelas terkejut.


"Kakak baru saja berjalan turun dengan terburu-buru ke arah bawah"


Ulang Meisya lagi.


Oh shi..t.


Misca jelas mengumpat.


Sandiwara nya untuk pura-pura tidak tahu jadi percuma, dia Fikir habis sudah Abizard oleh Mama nya.


Begitu mendengar Abizard turun dengan terburu-buru, Mama Helen jelas langsung berbalik tapi dia masih sempat mengomel ke arah misca.


"Kamu....kamu pasti bersekongkol dengan nya"


Pekik Mama Helen sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah misca.

__ADS_1


"Tidak Tante"


Misca buru-buru menaikkan jari telunjuk dan jari tengah nya, seolah-olah bersumpah dia tidak berbohong pada wanita paruh baya itu.


Wanita itu berlarian menuju ke arah pintu elevator dengan gerakan cepat.


"So... kamu ada di bagian mana?"


Meisya bertanya ke arah misca, menaikkan ujung alisnya sambil menatap dalam bola mata gadis yang ada dihadapan nya.


Di awal pertemuan mereka, dia benar-benar berfikir jika misca adalah seorang gadis cantik yang bekerja dengan kakak nya.


"Asisten pribadi Abizard"


Jawab misca cepat.


"Ah... itu bagus, bisa antarakan aku ke ruangan kepala style fashion designer?"


Tanya Meisya pada gadis cantik itu.


"Dengan senang hati"


Setelah berkata begitu misca langsung berdiri dari duduknya, mensejajarkan langkah pada Meisya.


"Sudah punya kekasih Miss?"


Tanya misca tiba-tiba.


"Ya?"


Meisya jelas bertanya sambil menoleh ke arah misca.


"Pertanyaan sederhana dari sesama perempuan"


Jawab misca sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ah baiklah, tidak ada, aku belum memikirkan nya"

__ADS_1


__ADS_2