Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Tidak bisa melibatkan dirinya


__ADS_3

Setelah menghabiskan sarapan pagi mereka, sang Papa Mohammed membàwa Abizard menuju ke ruangan lain.


Entah apa yang di bicarakan kedua orang itu Indri tidak tahu, sepertinya hal yang cukup penting.


Abizard berkata dia mungkin akan pergi kekantor sejenak untuk mengurus beberapa berkas-berkas penting, tapi sang Papa mertua nya berkata tidak usah.


Karena Abizard bilang ini penting tiba-tiba sang Papa mertua membawa suami nya berlalu dari arah meja makan.


Indri fikir itu mungkin soal pekerjaan yang cukup penting.


Mama Nur dan Mama Helen sibuk membawa Indri menuju ke lantai atas, mereka bilang ini waktu nya membuka isi amplop dan kado dari para tamu undangan bersama-sama.


Harus nya Meisya dan kak Dimas nya ikut, tapi karena mereka pergi jadi pada akhirnya mereka bertiga yang harus membuka nya.


Para pelayan sejak tadi terlihat gelisah, sebentar-sebentar mengintip keluar rumah melewati pagar tinggi melalui teropong yang di sediakan di satu ruangan di kamar atas.


Indri Fikir itu mungkin soal pernikahan mereka, wartawan pasti menunggu mereka keluar untuk menjelaskan pernikahan mereka yang terkesan mendadak.


"Mama akan buka buka dan mencatat nama-nama yang memberikan amplop"


Ucap Mama Helen saat mereka mulai duduk di kamar Mama Helen dan membuka amplop dari Para tamu under.


Terdengar ribet dan ruwet, tapi setiap orang-orang mengadakan hajatan, mereka mencatat siapa saja yang memberikan amplop, sebab satu hari mereka akan membalas si pemberi amplop jika mereka datang mengundang secara bergantian.


Indri dan Mama Nur tampak mulai membuka amplop satu persatu dan menyebutkan nama-nama si pemberi amplop.


******


Disisi lain

__ADS_1


Ruangan bawah


Kamar khusus kerja Papa Mohammed


Abizard sejenak menatap layar handphone yang diberikan Papa nya untuk beberapa waktu, melihat sebuah video berdurasi 20 detik yang sangat tidak enak di pandang mata itu untuk beberapa waktu.


Laki-laki itu mematikan layar handphone tersebut Kemudian membuang pandangannya untuk beberapa waktu.


"Lalu apa yang terjadi?"


Tanya Abizard dengan begitu tenang, laki-laki tidak menampilkan emosi nya sama sekali, bersikap begitu tenang dan santai persis seperti Papa nya.


Mereka benar-benar duplikat 2 arah yang berbeda usia.


"Dimas sedang bergerak bersama Syahnaz untuk mencari siapa penyebar Vidio nya, sedang kan Kalan dan Meisya bergerak untuk mencari Reno"


"Aku akan menghubungi pengacara xxxxxxxx, biar dia yang mengurus Semua persoalan Indri"


Ucap Abizard tiba-tiba.


"Aku akan biarkan dimas mengurus soal siapa pelaku penyebaran Vidio nya, Dimas tahu sanksi pidana yang dapat menjerat orang-orang yang menyebarkan video mengandung unsur pornografi"


Setelah berkata begitu Abizard bergeser dari posisi nya.


"Ini akan memperumit Indri dan keluarga nya, biarkan Mama dan Papa Indri tetap berada disini sementara, Abizard akan mengurus segalanya"


Ucap Abizard sambil menatap langit terang dari kaca jendela disisi Kanan nya.


Dia diam untuk beberapa waktu, tidak mengeluarkan suaranya sama sekali sejak tadi.

__ADS_1


Lamunan nya melayang tinggi ke masa lalu, kemudian Abizard menghela pelan nafasnya.


"Aku akan mencari seseorang yang mau menjadi pemeran pengganti dalam Video nya"


Ucap Abizard kemudian.


Sang Papa yang mendengar ucapan putra nya terlihat ikut menarik nafasnya pelan.


"Kenapa? tidak ingin menarik dan melibatkan pemeran utama nya? Kamu tahu siapa pemeran asli nya?"


Papa nya bertanya sambil berdiri tepat disamping Abizard.


Laki-laki tua itu ikut menatap ke arah langitan luas.


Dia sejak awal sudah menaruh curiga, sudah tahu siapa pemeran aslinya, tapi laki-laki itu memilih untuk diam hingga saat ini.


"Jangan minta dia kembali Pa, hidupnya sudah cukup menderita, aku tidak mungkin mengorbankan dirinya untuk mengklarifikasi keadaan"


Ucap Abizard pelan.


"Mungkin aku tidak melihat dari sisi Agnes, tapi aku melihat dari sisi putri nya, bocah kecil itu akan hancur saat Mama nya kembali terperosok kedalam jurang karena perbuatan Nenek nya sendiri"


"Tapi ini akan menyulitkan kamu dan Indri"


Sejenak mereka saling menoleh kemudian membuang pandangan mereka kedepan.


"Dalam hidup ini, bukankah Papa pernah berkata? meskipun kita berkuasa, jangan lupa gunakan hati dalam bertindak, sebab karma akan datang tepat pada waktunya"


Setelah berkata begitu, Abizard dan Papa nya sama-sama diam, bola mata mereka terus menatap lurus kedepan.

__ADS_1


__ADS_2