Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Sejak awal semua nya salah


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


Keluarga besar Nakhel


Kakek tua Nakhel baru saja memutuskan jika dia menjodohkan cucunya Abizard dan gadis pilihan nya di kala jam santai Keluarga.


Mama Helen sejenak melirik ke arah Abizard dan agnes yang terlihat diam dengan keputusan sang kakek, nenek tua Nakhel ikut diam tanpa mengeluarkan sedikit pun suara nya.


"Apa itu tidak terlalu cepat, Pa?"


Helen bertanya sambil menatap dalam wajah ayah mertua nya.


Dia hanya takut Abizard masih terlalu muda untuk menikah, sebab Abizard masih begitu labil saat ini, emosinya masih sering naik turun, bahkan hati nya tidak terpaut pada satu perempuan.


Meskipun bukan Casanova yang mondar-mandir meniduri sembarangan perempuan, Abizard seorang laki-laki yang beberapa kali membawa pasangan nya ke rumah, memperkenalkan kekasih nya dari A hingga ke B.


Mama Helen tahu, Abizard masih mau memilah mana yang bakal jadi pasangan terbaik nya.


Dia tidak bilang gadis pilihan papa mertua nya buruk, dia tahu Agnes gadis yang baik, tapi setahu dia Agnes lebih sering ber interaksi dengan Reno ketimbang dengan Abizard.


Gadis itu sejak masuk ke keluarga Nakhel jelas lebih akrab dengan Reno, dia bahkan berfikir mungkin kedua orang itu diam-diam saling mencintai, tapi Iriana jelas menjadi batu sandungan terbesar mereka berdua.


Jika itu benar, ayah mertuanya membuat keputusan salah soal Perjodohan Abizard dan Agnes.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, Abizard apa kamu keberatan dengan keputusan kakek?"


Abizard yang tidak pernah membantah ucapan siapapun di rumah mereka jelas hanya bisa diam, dia bukan tipikal anak dan cucu laki-laki yang ribet dan harus memperdebatkan persoalan yang di Anggap nya tidak perlu, selama hidup nya dia memegang prinsip, selama keluarga nya suka dia boleh melakukan nya.


Tapi untuk pernikahan dia merasa sebenarnya ini terlalu dini untuk nya, namun dia jelas tidak bisa menolaknya.


"Itu bukan masalah, kek"


Jawab Abizard cepat, laki-laki itu kembali menyeruput teh milik nya.


"Dan kamu nak?"


Nenek tua Nakhel bertanya ke arah gadis yang duduk di sisi kanan nya.


Dia ingin sekali menolak nya, tapi bukankah orang miskin seperti dia yang diberikan kehidupan baik di rumah keluarga Nakhel tidak punya alasan untuk bisa menolaknya.


Seorang perempuan yang berdiri menyiapkan beberapa makanan terlihat berjalan gemetaran, dia cukup terkejut dengan perkataan laki-laki Paling tua dikeluarga Nakhel tersebut.


"Apa kamu keberatan nak?"


Kakek mengulangi pertanyaannya lagi.


Agnes menoleh ke arah perempuan yang membawa nampan makanan tersebut, Perempuan itu menggelengkan kepalanya, dia tahu keponakan nya mencintai laki-laki lain tapi...jika menolak mungkinkah laki-laki itu akan kecewa dan mengusir mereka?.

__ADS_1


Jika itu terjadi bagaimana mereka, saudara kembar Agnes saat ini tidak bisa mengirimkan mereka uang sebab gadis itu tengah berada didalam masa sulit karena kehabisan uang untuk biaya pengobatan ayah mereka yang sakit sebelum meninggal, dan gadis itu di tipu oleh teman nya hingga seluruh isi rekening nya habis tak bersisa.


Belum lagi dia harus menyelesaikan pinjaman bank yang di buat oleh teman nya yang menipu dirinya dan Alessia kehilangan pekerjaan nya.


Alessia berkata dia tengah berusaha mencari pekerjaan baru, gadis itu berkata bertahan lah sejenak hingga keadaan keuangan nya baik-baik saja.


Gadis itu akan mengirimkan uang untuk mereka.


sedangkan Agnes harus menyelesaikan S1 nya.


"Bertahanlah di keluarga Nakhel, selesaikan pendidikan S1 Agnes Bi, sebab itu akan menjadi masa depan Agnes, satu hari dia tidak harus menjadi pelayan seperti diri ku, dengan ijazah dia bisa melangkah kemanapun dia mau, jika keadaan ku membaik, aku akan mengirimkan uang untuk kalian pergi keluar negeri"


Sebaris pesan Alessia terus terngiang di telinga nya.


Agnes masih meremas telapak tangan nya, dia ingin menangis saat ini, dia ingin berkata ada orang lain yang dia cintai, dan laki-laki itu adalah........


"Kek...kek...."


Satu suara terdengar memecah keheningan.


Bola mata Agnes menatap satu sosok laki-laki yang melangkah dengan tergesa-gesa ke arah mereka.


Dia....!!.

__ADS_1


Yah laki-laki itu adalah dia.


__ADS_2