Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Sesuatu yang mengejutkan dirinya


__ADS_3

Kembali ke hari sebelumnya


Meisya seketika membeku menatap punggung sosok yang mulai menjauhi nya, gadis itu masih berusaha menetralisir detak jantung nya saat dia mendengar ucapan nenek lampir keluarga Nakhel tadi.


Iriana merencanakan sesuatu yang dia belum tahu apa terhadap pernikahan kakak nya dan Indri.


Gadis itu fikir dia harus bergerak secepat nya saat ini, dan awal yang harus dia lakukan adalah......


Orang itu?!.


Batin Meisya cepat sambil bola matanya menatap ke arah luar.


Tanpa fikir panjang dia mulai bergerak untuk keluar dari dalam ruangan tersebut dengan cara mengendap-endap dan melesat pergi dari bangunan mansion milik Iriana Tersebut.


Dengan Gerakan hati-hati gadis itu berjalan keluar dari sana, memastikan diri tidak ada siapapun disana.


Tidak dia pedulikan lagi Undangan yang ada di tangan nya, dia fikir Iriana tidak harus datang ke pernikahan sang kakak nya, jika wanita sialan itu datang malah akan menambah ke ruwetan dalam acara pernikahan fikir nya.


Meisya fikir pantas sejak dulu kakek dan nenek nya tidak menyukai wanita itu masuk ke keluarga Nakhel, mereka pasti sudah tahu, seseorang yang tidak memiliki etika dan akhlak serta tidak bisa menjaga ucapannya akan sulit berubah meskipun di ingatkan dan di nasehati hingga jutaan kali kecuali orang itu memiliki niat nya sendiri untuk berubah.


Dia hanya tidak habis fikir bagaimana dimasa lalu Om nya bisa jatuh cinta dengan wanita iblis itu.

__ADS_1


Meisya bergerak cepat setelah memastikan tidak ada siapa-siapa disana, dia mencoba berlarian menuju ke arah anak tangga.


Dengan langkah terburu-buru dia melesat turun dan berusaha meninggalkan tempat tersebut.


Di tengah kondisi terburu-buru nya dalam berlari, di ujung tangga seseorang tampak berdiri menatap punggung Meisya yang mulai bergerak menjauh dari sana.


Sosok itu tampak diam sejenak, kemudian langsung membuang pandangannya saat sebuah suara mengejutkan Dirinya.


"Kau baik-baik saja, sayang?"


Anita terlihat berdiri tepat di sisi kanan Laki-laki tersebut.


"Kau kenapa kemari?"


"Mau ku berikan berita baik atau berita buruk lebih dulu?"


Tanya perempuan itu tiba-tiba.


"Apa?"


Reno terlihat mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Anita terlihat menaikkan ujung bibirnya.


"Aku fikir kamu pasti lebih suka berita buruk lebih dulu baru berita baiknya"


Jawab Anita sambil memberikan sebuah amplop kepada laki-laki tersebut.


"Bukalah berita baik nya setelah aku keluar dari bangunan ini, dan berita buruknya Tante Iriana baru saja mengeluarkan skandal lama dimasa lalu menjadi wajah baru"


Ucap Anita tiba-tiba.


Reno lagi-lagi mengerutkan keningnya.


"Aku akan kembali ke Singapura hari ini, Seperti kata mu kesempatan tidak akan kembali dua kali, saat skandal nya meledak pastikan kamu menyelamatkan orang yang tepat, Indri atau Agnesia"


Setelah berkata begitu Anita melangkah menjauhi Reno tanpa mengeluarkan suara nya.


Seketika mendengar ucapan Anita Reno membeku, dengan tangan gemetaran laki-laki itu mencoba membuka amplop coklat yang di berikan Anita ke tangannya tadi.


Dia menyobek ujung amplop tersebut dengan gerakan cepat, kemudian mulai mengeluarkan isinya secara perlahan.


Bola mata laki-laki itu menelusuri beberapa lembar foto dan selembar kertas yang ada di tangan nya saat ini.

__ADS_1


Seketika Reno melebarkan pupil matanya, dia gemetaran, mencoba berpegangan pada sisi tangga yang ada di samping nya.


Tidak mungkin!.


__ADS_2