Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Bersiap melepaskan Semua nya


__ADS_3

Apartemen Agnes


Sejenak Perempuan itu diam ketika seseorang datang memberikan dia Sebuah pesan dibalik kertas putih tanpa cacat dan cela.


Isi pesan yang begitu singkat, permintaan nya agar Agnes menemui wanita itu di salah satu kafe di Pusat Jakarta.


Dia tahu hari ini akan datang, dimana wanita tua itu akan meminta bantuan nya atas hutang masa lalu yang pernah wanita itu berikan pada nya.


Agnes menundukkan kepalanya pada perempuan yang mengantar kan pesan tersebut, dia berkata.


"Aku akan menemui nyonya tepat pada waktu yang nyonya inginkan"


Ucap Agnes sambil berusaha mengembangkan senyuman nya.


Setelah berkata begitu, perempuan dihadapan nya menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian dia memilih pergi melangkah dari sana.


Begitu melewati pintu depan bola matanya sedikit membulat saat dia mendengar satu suara anak kecil dari arah belakang apartemen perempuan yang baru saja dia temui itu.


"Mama...?"


Perempuan itu menoleh ke belakang, tapi buru-buru Agnes menutup pintu apartemen tersebut.


Sang perempuan penghantar pesan diam mematung, mencoba memahami apa yang terjadi barusan.


Dia yakin mendengar suara bocah kecil di dalam sana Barusan, dia mencoba menepis pemikiran nya lantas beranjak pergi dari apartemen tersebut dengan cepat.


*******


Agnes terlihat menghela pelan nafasnya, bola mata nya terus menatap Ara yang tengah sibuk bermain boneka Barbie kesayangan nya.


Bocah kecil itu tampak tertawa bahagia bersama sang bibi nya, terkadang Ara menampilkan ekspresi merajuknya bahkan terkadang Ara akan menampilkan ekspresi pura-pura marah dan kesal.


5 tahun waktu yang cukup untuk terus berada disisinya, membarikan banyak kasih dan cinta pada gadis kecil itu.


Berperan ganda menjadi dua sosok yang di inginkan Ara.


Berjuang untuk terus bertahan dengan baik demi putri nya.


Secara perlahan Agnes meraih handphone nya, dia menekan satu tombol kemudian mencoba menghubungi seseorang.


Cukup lama hingga panggilan nya tersambung juga.

__ADS_1


"Ini aku"


Ucap Agnes pelan.


"Anda bisa melakukan prosedur pemindahan hak asuh nya, aku akan melepas kan putri ku untuk kalian setelah bibi ku kembali ke new York besok"


Setelah berkata begitu Agnes langsung mematikan panggilan nya, sepersekian detik kemudian air mata nya tumpah Secara perlahan.


******


Kafe xxxxxxxx


Jakarta


Agnes terlihat duduk diam menatap wajah wanita tua dihadapan nya itu, sejuta kerinduan menerpa dirinya.


5 tahun lebih tidak melihat wajah itu sejak pernikahan dirinya dan Abizard, sosok dihadapan nya kini benar-benar telah makin menua dan rapuh.


Tongkat yang sering digunakan wanita itu dulu masih tetap sama, penampilan nya juga masih sama, senyumannya masih sama dan cara bicaranya juga masih sama.


"Bagaimana keadaan kamu belakangan ini?"


"Sangat baik, seperti keinginan orang-orang dikeluarga Nakhel"


Ucap Agnes pelan.


"Kamu tidak memilih menikah lagi?"


Agnes menggelengkan pelan kepala.


"Setelah menyelesaikan kuliah, aku memilih untuk bekerja di perusahaan xxxxxxx, belum memikirkan soal pernikahan"


Mendengar jawaban Agnes, wanita tua itu mengangguk-angguk kan kepalanya.


Dimasa lalu tidak ada yang tahu soal kehamilan nya kecuali Abizard dan Papa abizard juga dokter pribadi keluarga Nakhel.


Seluruh anggota keluarga Nakhel hanya tahu mereka bercerai karena perselingkuhan, Agnes bukan lagi seorang gadis perawan, sisa nya tidak pernah ada yang buka suara atas alasan nya.


Mereka sepakat untuk bungkam menutup aib Agnes dari muka dunia.


"Kau tahu alasan ku datang menemui kamu hari ini?"

__ADS_1


Wanita tua itu bertanya sambil mencoba meraih telapak tangan Agnes.


Perempuan itu mengembang kan senyuman nya, dia lagi-lagi mengangguk.


"Aku menagih janji 6 tahun silam untuk menyelamatkan istri Abizard, dia tidak tahu apa-apa soal skandal Video tersebut, karena itu perbuatan kamu, maka kamu tahu apa yang harus kamu lakukan"


"Aku tidak memaksakan kehendak, tapi ini demi kebahagiaan Abizard yang pernah kamu renggut 5½ tahun yang lalu, dia juga ingin bahagia"


"Terdengar kejam tapi realita nya kamu tidak punya beban yang harus kamu tanggung lagi, tidak ada orang tua, saudara, suami atau anak yang harus kamu lindungi di balik punggung kamu saat ini"


"Tidak ada sosok yang harus kamu jaga hati nya saat ini, tapi Abizard dan Indri akan menerima malu dalam seumur hidup nya jika kamu tidak membuat klarifikasi secepat nya"


Ucap wanita itu sambil menatap dalam bola mata Agnes, dia tidak tega mengatakan nya tapi bagi nya Agnes hanya hidup sebatang kara, tidak ada hal yang harus perempuan itu khawatir kan saat ini.


"Kau tahu harus melakukan apa untuk membersihkan nama baik Abizard dan istri nya bukan?"


Lanjut nya lagi.


Agnes menganggukan kepalanya, dia tidak mengeluarkan suara nya sedikit pun, hanya berusaha mengembangkan senyuman nya.


"Kami akan membayar mahal atas semua yang kamu lakukan nanti"


Lanjut wanita itu lagi.


Agnes buru-buru menggelengkan kepalanya.


"No... kebaikan di masa lalu dari keluarga Nakhel merupakan bayaran paling mahal yang pernah aku terima, aku tidak butuh materi Untuk membayar nya, ini kesalahan ku, maka aku akan menanggung nya tapi...."


Agnes menghentikan ucapannya sejenak.


"Boleh aku minta sesuatu untuk yang terakhir kali nya?"


"Apapun itu"


"Setelah aku membersihkan nama Abizard dan Indri, biarkan seluruh keluarga Nakhel melupakan sosok Ku, anggaplah tidak pernah ada nama Agnes pernah masuk didalam keluarga Nakhel didalam seumur hidup kalian"


Setelah berkata begitu, Agnes secara perlahan melepaskan genggaman wanita tersebut.


"Dengan begitu, hutang Budi di antara kita telah lunas"


Setelah berkata begitu, perempuan itu berdiri dari duduknya, dia menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian Agnes mulai beranjak pergi dari sana meninggalkan wanita tua itu seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2