
Rumah sakit xxxxxxx
Jakarta pusat
Reno tampak duduk di sebuah Kursi yang terletak tidak jauh dimana tubuh Agnes terlelap dalam masa tidur panjang nya dalam beberapa Minggu belakangan ini, bola mata nya menatap dalam tubuh perempuan yang dipenuhi berbagai macam selang dan layar monitor.
Bisa didengar suara teratur yang memenuhi ruangan tersebut.
Indri berdiri tepat disamping dirinya, perempuan itu terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam paper bag, menata isi paper bag tersebut ke atas meja.
Abizard terlihat duduk tepat disamping Reno, sesekali mengajak Laki-laki itu untuk bicara.
secara perlahan Indri berusaha duduk tepat di samping kanan Reno, mencoba mensejajarkan Dirinya di mana posisi duduk Reno menjadi di tengah-tengah antara dirinya dan Abizard
"Ara belum ingin berbaur dan bicara dengan ku, dia melihat ku seperti sosok asing didalam dirinya"
Ucap Reno pelan, bola mata nya terus menatap ke arah sosok Agnes yang hidup namun seperti tidak bernyawa.
Alih-alih merespon perkataan Reno, Abizard dan Indri lebih memilih diam untuk beberapa waktu.
Kemudian indri mencoba menarik nafasnya pelan kemudian berkata.
"Kau tahu?"
Ucap Indri pelan.
Abizard dan Reno tampak diam.
__ADS_1
"banyak yang berkata sosok pertama yang menjadi cinta pertama seorang anak adalah laki-laki pertama yang menyambut dan menggenggam tangan mereka"
"Ayah adalah lelaki pertama dalam hidup anak perempuan"
Indri bicara sambil menoleh ke arah Reno, laki-laki itu sama sekali tidak menjawab, dia hanya diam.
"Tentunya seorang ayah adalah lelaki pertama yang menyambutnya datang ke dunia untuk menapaki kehidupan. Biasanya dengan kehadiran seorang ayah di hidupnya, seorang anak perempuan akan merasa kagum dan bangga atas apa yang dilakukan ayahnya. Kehadiran sang ayah sangat berharga, apalagi bagi mereka yang sangat sulit untuk bertemu ayahnya. Kerja keras seorang ayah yang begitu hebat, membuat anak perempuan memiliki hasrat untuk bisa memiliki pasangan hidup seperti ayahnya, atau bahkan bisa mewarisi salah satu sikap baik ayahnya."
"Ayah adalah orang paling kuat di mata anak perempuan. Ayah selalu mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi kuat, tapi juga lembut secara bersamaan. Kemampuan seorang Ayah mengendalikan emosinya, akan sangat mempengaruhi pola pikir anak perempuan. Hal yang menjadi panutan yaitu Ayah bisa menjadi kuat dan lembut di waktu yang bersamaan. Ayah bisa menjadi sangat kuat ketika menjadi perisai keluarganya, tapi juga dalam waktu yang sama Ayah akan menjadi orang yang sangat lembut dalam menghadapi persoalan. Keputusan sang ayah sangat tepat dan bijak."
"Dan aku memandang Papa ku seperti itu"
Setelah berkata begitu, Indri mencoba menarik pelan nafasnya.
"Bagi Ara sosok laki-laki pertama yang di cintai nya, yang menjadi Papa nya jelas adalah Hans dan bukan laki-laki lain, dia akan sulit menerima sosok baru didalam dirinya, apalagi keadaan mereka dulu jelas tidak baik-baik saja"
"Kamu tahu? kita tidak bisa memaksakan kehendak anak tergantung pada kehendak kita"
"Melibatkan emosi kita dalam emosi anak-anak jelas akan berdampak buruk"
"Sebab Kualitas hidup anak salah satunya bergantung pada kesehatan mental yang di dalamnya melibatkan unsur emosi"
"Ketika kita memaksa keinginan dan kehendak kita sesuai emosi kita, itu bisa mempengaruhi emosi dan mental anak itu sendiri"
"Pada akhirnya anak menjadi bingung, dan lada akhirnya akan mempengaruhi masalah kesehatan mental yang disebut gangguan emosi."
"Masalah yang berkaitan dengan emosional merupakan bidang yang cukup kompleks, baik gejala maupun penyebabnya. Masalah emosional tersebut sulit untuk diketahui jika dibandingkan permasalahan medis lainnya. Terlebih jika masalah emosional terjadi pada anak yang sulit atau belum mampu mengutarakan keinginannya."
__ADS_1
"Anak seusia Ara akan diam dan tidak akan pernah mengutarakan keinginannya nya seiring berjalannya waktu hingga dia dewasa"
Kali ini Indri kembali menoleh ke arah Reno, laki-laki itu masih diam, memejamkan bola matanya sejenak untuk memahami setiap apa yang di ucapkan oleh Indri.
"Mungkin terdengar kejam dan tidak berperasaan, tapi realita nya yang dia butuhkan dan dia inginkan adalah Hans, yang selalu ada untuk dirinya jelas adalah sosok Hans di samping nya, mereka berjuang untuk waktu yang begitu lama, ikatan emosional mereka jelas begitu erat"
"5 tahun bukan waktu sebentar untuk mereka saling melepas kan, mereka terlanjur saling melengkapi Antara satu dengan yang lainnya"
"Aku tidak bilang kalau kamu tidak menjadi siapa-siapa untuk Ara, realita nya kamu adalah ayah biologis nya, tapi yang selalu ada untuk dirinya adalah jelas adalah Hans"
"Kita tidak bicara soal ikatan darah, tapi kita bicara soal ikatan emosional dan hati mereka"
Kali ini Indri menatap ke arah sosok Agnes yang terbaring koma tidak sadarkan diri tersebut.
Entah apakah masih ada harapan atau tidak mereka tidak tahu.
"Buatlah keputusan yang bijak untuk Ara, kamu tahu maksud ku bukan?"
"Dan Meskipun ada Ara di antara kamu dan Agnes, Kamu tahu siapa yang dibutuhkan dan yang benar-benar selalu ada untuk Agnes bukan? dibandingkan perasaan cinta sesaat, ada cinta yang tumbuh berkembang dengan alami seiring berjalannya waktu, Agnes butuh seseorang yang mampu memperjuangkan dirinya dan menghargai diri dalam seluruh waktu, dia tidak butuh cinta yang bisa datang dan pergi sesuai keinginan orang lain"
Reno menoleh ke arah Indri, laki-laki itu menatap bola mata perempuan disampingnya itu untuk beberapa waktu.
"Dia butuh kebahagiaan yang tidak pernah dia dapatkan dalam seumur hidup nya, kamu tahu keputusan paling tepat untuk dirinya"
Lanjut Indri lagi sambil mencoba menatap balik Reno, dia berusaha mengembangkan senyuman nya dengan cara yang begitu getir.
"Cinta terkadang tidak harus memiliki"
__ADS_1
Terdengar kejam dan tidak adil memang, tapi bagi Indri Agnes dan Ara lebih membutuhkan seseorang yang mampu menghargai mereka dalam segala hal, yang tidak akan melepaskan tangan mereka meskipun seluruh dunia tidak mengakui mereka.