
Catatan \= sea.son 2 Yash Alessia tengah nunggu re.view kon.trak Ntun, kalau lulus Alhamdulillah langsung crazy update, tapi kalau nggak arti nya Alessia dan Yash memang tidak ada rejeki nya di Ntun.
Mak author hanya update tergantung keputusan Ntun aja yah Mak, sebab dari season 1 kek nya emang susah banget masuk ke siniππ».
Jadi bukan Mak author ga mau menyelesaikan cerita seolah-olah menggantung sampai di protes punya novel update berapa episode langsung stop, sama seperti no.vel Vio dan Edo I Love you Om, alasan di tolak karena sudah kon.trak di tempat lain, padahal alur melenceng jauh loh Mak, cuma awal nya aja yang sama tapi langsung di tolak mentah-mentah jadi kisah mereka langsung stop ga Mak author lanjut kan, pokok nya Mak author terus kerja rodi kalau di terima kon.trak nya, kalau di tolak artinya stop karena Mak author ngikut aturan perusahaan ππ»ππ»ππ».
*****
2 tahun kemudian
Setelah Hana meninggal
Setelah Alessia melewati masa operasi dan Kritik nya.
Mansion utama Khalid.
Alessia menatap punggung laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, laki-laki dihadapan nya itu telah rapi dengan pakaian kerja nya, dia baru selesai merapikan rambut nya dimana Khalid menunggu pelayan yang biasa memasangkan dasi nya untuk membenahi dasi kerja nya.
Seperti kata Almarhum Hana, laki-laki tersebut tidak pernah bisa melakukan nya, meskipun dulu dia berkali-kali mengajari nya, laki-laki tersebut selalu gagal melakukan nya.
"Bi tori... Bibi dimana bi Ina?"
Khalid bertanya tidak sabaran, dia pikir sepertinya dia cukup terlambat ke perusahaan mengingat hari ini ada pertemuan penting dengan pihak perusahaan lain dalam proyek kerjasama baru.
Sejak kematian Hana, 1 tahun pertama terasa berat, dia mengalami penurunan kesehatan dan stress patah, Kallan dan Pinkan jelas terpukul berat dengan kematian mama nya bahkan laki-laki tersebut menyalahkan diri nya berkali-kali atas kematian perempuan yang dia cintai tersebut.
Putra nya kecewa dengan banyak alasan, namun meskipun begitu, Kallan tidak kunjung dewasa, dia lebih memilih lari semakin jauh dari Khalid dan tidak kembali ke rumah kecuali hari raya atau tahun baru.
Awalnya semua masih bisa dikendalikan, Kallan masih mau pulang, tapi di tahun kedua, saat laki-laki tersebut tahu siapa gadis yang dinikahi papanya, kemarahan Kallan semakin menjadi-jadi.
Perempuan ******.
Itu yang disematkan Kallan untuk Alessia, meskipun rasanya sakit Alessia memilih untuk diam dan tidak membela diri, bahkan Yash juga enggan untuk menjelaskan.
Dan Yash cukup terkejut saat dia tahu Alessia pernah berpacaran dengan putra nya.
Kau menampilkan wujud asli mu, menolak laki-laki muda yang tulus Karena uang, kau benar-benar gadis mengerikan, matrealis dan sangat tidak tahu malu.
Barisan kalimat itu yang di ucapkan Yash pada Alessia ketika tahu gadis tersebut mantan kekasih putra nya.
Yash tidak habis pikir bagaimana bisa Alessia menikahi dirinya dan melepaskan tangan hanya karena kalian tidak mengatakan soal statusnya Yang adalah putra dari orang kaya.
Hal tersebut menambah yakin dirinya jika alis yang menikah dengannya karena uang.
Gadis itu tidak pernah menjawab dan memberikan alasan, dia hanya melebarkan senyuman nya kemudian tetap berlaku layaknya seorang istri yang berbakti, merawat Yash, mengabdikan seluruh hidupnya untuk suaminya.
Dimulai dari bangun tidur, menyiapkan semua kebutuhan Yash hingga Yash akan tidur lagi, kecuali urusan ranjang, mereka tidak saling bersentuhan Selama 2 tahun pernikahan mereka.
Tidur dikamar yang sama karena takut menimbulkan kecurigaan dari Diana dan ayah Hana tapi tidak tidur di kasur yang sama.
__ADS_1
Dan lagi hingga hari ini tetap tidak ada cinta di hati Yash untuk Alessia, meskipun tidak dipungkiri Alessia cukup banyak membantu diperusahaan, tapi bagi nya Alessia memang pantas memberikan pengabdian nya atas uang dan fasilitas hidup yang pernah ditawarkan oleh Hana pada nya.
"maaf tuan, Ina izin tidak masuk karena putri nya sakit"
Bibi Tory bicara panik, berlarian mendekati Yash dengan perasaan bingung, tugas pemasang dasi dilakukan oleh salah satu asisten rumah tangga disana, dan Ina satu-satunya perempuan yang bisa melakukan nya.
"Bibi bisa bantu?"
Tanya Yash sembari mengulurkan dasinya.
Wanita tersebut menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Maaf tuan"
Dia menundukkan kepalanya penuh penyesalan.
Wanita itu pikir seharusnya dia belajar membuat simpul dasi selama ini, belajar mengikat agar diwaktu kepepet seperti hari ini dia bisa menggantikan posisi bi Ina.
Yash terlihat gusar, dia pikir bagaimana dia pergi tanpa dasi?!.
Laki-laki tersebut kemudian bertanya.
"Ehran mana?"
"Sudah pergi ke perusahaan lebih dulu"
Yash meringis dalam hati, menghembus kan kasar nafasnya.
Pertanyaan Yash sebenarnya sangat tidak masuk akal, bagaimana bisa tukang kebun menyimpulkan dasi dan mengikat dasi, entahlah itu apakah hanya bentuk basa-basi atau karena otaknya sudah ngeblank karena tidak ada lagi orang yang bisa dia mintai bantuan.
Mendengar pertanyaan tuan nya bibi Tory jelas saja menggelengkan kepalanya.
"Cuma bisa merumput dan menanam kembang tuan*
Wanita tua itu menjawab dengan polosnya.
Alessia yang tangannya sejak tadi sibuk menyiapkan sarapan untuk Yash, serta membuatkan kopi untuk laki-laki tersebut seketika mengembangkan senyumannya karena geli, gadis itu menggelengkan kepalanya secara perlahan.
Setelah tangannya selesai menyiapkan sarapan untuk Yash, Alessia membalikan tubuhnya nya dengan cepat kemudian dia melangkahkan kakinya mendekati Yash.
"Berikan pada ku hmm, aku akan bantu memasangkan nya"
Alessia bicara sembari menyulurkan tangan nya, dia menatap dalam bola mata suaminya, menunggu Laki-laki tersebut memberikan dasi nya dan mengizinkan dia menyentuh Laki-laki tersebut.
Melihat Alessia yang telah berdiri di hadapannya dan mengajaknya bicara seketika membuat Yash terdiam.
2 tahun pernikahan mereka, Alessia memang begitu Ramah dan supel, gadis itu bahkan selalu mengajaknya bicara sembari melebarkan senyuman terbaiknya, meskipun dia selalu bersikap dingin dan datar, Alessia sama sekali tidak menampilkan ekspresi sedih dan tersinggung nya.
Gadis itu benar-benar terlihat tulus dibalik wajah cantik yang menurut Yash mengerikan karena sifat matrealis nya dan gila akan uang, meskipun dia tahu gadis itu tidak pernah Keluar malam, tapi melihat betapa Alessia akrab dengan para pegawai laki-laki diperusahaan dia cukup tahu, Alessia merupakan gadis genit yang pandai menggoda laki-laki.
__ADS_1
Apalagi Alessia terlihat cukup dekat dan intens dengan Ehran, dia pikir bisa jadi gadis itu menjalin affair dibelakang nya, bahkan bisa dia terka jangan-jangan Alessia memenuhi kebutuhan biologis nya selama pernikahan dengan beberapa laki-laki di hotel tanpa sepengetahuan nya.
"Bukankah ada pertemuan penting pagi ini?"
gadis itu kembali bicara, dia sudah menggunakan pakaian kantor rapi nya, Alessia benar-benar terlihat seperti seorang gadis lajang tanpa suami, seperti sekretaris handal yang tidak bisa di ganggu gugat.
"Kamu akan telat jika menundanya lagi, Yash"
Lanjut Alessia lagi sambil melirik kearah jam di tangannya, senyuman cantik selalu Merekah dibalik bibir pink nya.
Yash pada akhirnya dengan enggan memberikan dasi ditangan nya kepada gadis tersebut, Alessia menerima nya dengan senang hati, dia langsung maju dan membiarkan tangan nya naik ke leher Yash Secara perlahan.
"maafkan aku karena menyentuh mu, Yash. Jangan lihat aku sebagai Alessia di rumah, tapi lihat aku sebagai sekretaris serba bisa"
Suara lembut Alessia masuk dibalik telinga nya, begitu lembut dan hangat membuat dia sedikit meremang karena suara nya.
"kau sering mengikat dasi laki-laki?"
Pertanyaan pedas seperti biasa keluar dari mulut Yash.
"Ehran sering meminta bantuan, dia cukup sulit menggunakan dasinya sendiri jika tidak ada Kayla"
Jawab Alessia lembut.
Gadis tersebut tampak Fokus menyimpulkan dasi, dia menggerakkan tangannya dengan gerakan yang begitu lembut, membiarkan tangan nya bekerja di hadapan Yash.
Tidak ada raut wajah takut atau panik, tegang atau bahkan gemetaran, seolah-olah gadis itu memang bekerja secara profesional.
Di pernikahan awal mereka Yash sering menindas nya, Alessia berulang kali terlihat takut dan panik, jantung nya berpacu tidak normal dan dia merasa tidak memiliki kuasa, tapi di 6 bulan berikutnya gadis tersebut tiba-tiba berubah, dia terlihat bukan seperti Alessia yang pertama kali Yash kenal.
Alessia paling engga dan berusaha menghindar dari Khadafi, ayah mertua nya dan Diana, tapi kini gadis tersebut bahkan berani mendongakkan kepalanya di depan Diana, bahkan sangat bermulut manis didepan mertuanya.
Alessia seperti memiliki kepribadian lain yang tiba-tiba mengubah dirinya dan aneh nya sang ayah mertua perlahan menyukai Alessia, memberikan banyak akses untuk gadis itu menjadi penerus perusahaan Khadafi dan perlahan menggeser posisi Diana tanpa terduga.
Yash sering berpikir, magic apa yang digunakan Alessia pada semua orang saat ini, bahkan belakangan ibu nya yang paling enggan memakan masakan Alessia sekarang mulai menjadikan masakan Alessia sebagai makanan favoritnya.
Sejenak Yash menurunkan bola mata nya, dia melihat kearah wajah Alessia untuk beberapa waktu, seketika laki-laki tersebut menggelengkan kepalanya, dia membuang pandangannya dengan cepat.
"Sempurna"
Ucap Alessia kemudian sambil membiarkan tangan kanannya menepuk-nepuk dada kiri Yash dengan gerakan yang begitu lembut yang membuat satu desiran aneh di dalam diri laki-laki tersebut.
"Kamu terlihat tampan dengan dasi abu-abu tua"
Ucap gadis itu lagi sembari menatap dalam bola mata Yash, kemudian Alicia mengundurkan tubuhnya tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya, bibi Tory memberikan tas milik Yash di tangan kanan Alessia.
"Aku akan pergi lebih dulu ke perusahaan"
Gadis itu bicara perlahan kemudian mulai membalikkan tubuhnya dan memunggungi Yash, laki-laki itu menatap punggung Alessia tanpa menjawab ucapan istrinya tersebut.
__ADS_1
Dan seperti biasa mereka akan pergi menggunakan mobil terpisah.