Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Terus berjuang untuk kalian


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


Sebelum Ara di lahirkan


Sebelum Alessia menerima pernikahan


Hans terlihat menatap Arena ring adu gulat dihadapan nya untuk beberapa waktu, bola matanya menukik tajam ke arah bawah, kemudian dia menyusuri ruangan memastikan lawan main mana yang akan bertarung dengan nya.



Sisa lebam dan beberapa luka di wajah nya terlihat jelas dimana-mana, itu adalah hasil yang dia dapatkan dari permainan nya dalam beberapa Minggu ini.


"Kamu yakin akan melakukan nya lagi?"


Seorang laki-laki bertanya cemas ke arah Hans.


"Kita tidak mungkin menunda nya lagi bukan?"


"Tapi adu gulat bukan pilihan yang tepat,Hans. Lama-lama kamu bisa mati karena permainan ini"


Laki-laki itu jelas khawatir, permainan se ektrim ini jelas bisa membunuh laki-laki itu kapan pun tanpa pernah di duga.


"Ini cara paling mudah mendapatkan uang, Agnes harus segera naik ke meja operasi"


"Hans?!"


"Kembalilah ke rumah sakit, berikan DP nya sekarang juga"


"Satu bulan permainan tidak cukup untuk biaya operasi nya, jika kamu terus bergerak seluruh tulang mu akan hancur secara perlahan"


Laki-laki itu terus mencoba mengingat kan Hans, dia fikir cinta tidak harus membuat pengorbanan hingga sejauh ini.


"Pulanglah"

__ADS_1


Setelah berkata begitu Hans langsung menepuk pelan bahu laki-laki tersebut, dia melebarkan senyumannya kemudian mulai melangkah turun ke arena permainan ketika nama nya mulai di panggil oleh sang pembawa acara.


Dia tidak memikirkan cara lain lagi untuk mendapatkan uang demi Agnes, ketika Agnes harus mondar-mandir kerumah sakit karena beberapa faktor kehamilan nya yang buruk, kondisi kesehatan nya yang terus menurun dan ketika Alessia harus ikut berjuang mengobati penyakitnya dan kini harus ikut menuju ke meja operasi karena penyakit nya, dan dimana Hans tidak bisa banyak membantu saat semua rekening nya di bekukan oleh Mama nya.


Satu-satunya cara mereka bertahan hidup selama ini dengan uang hasil bertarung nya.


Itu cara ekstrim yang paling mudah untuk dirinya mendapat kan uang.


Satu malam, satu permainan, satu kemenangan dan langsung menerima uang.


Dan kini dokter berkata jika kesehatan Agnes terus menurun, Agnes harus ikut naik ke meja operasi untuk kelahiran nya, maka Hans fikir dia harus terus bergerak dalam permainan demi mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan dan operasi perempuan yang dia cintai itu.


Laki-laki itu terus berjalan menuruni anak tangga, mendengar kan sorak Surai teriakan para penonton atas kekalahan atau kemenangan nya nanti di atas ring adu kekuatan paling ekstrim di muka bumi ini.


Smack down liar yang paling di sukai di seluruh penjuru Amerika.


Tidak dia pedulikan lagi sisa sakit dan ngilu di seluruh tubuhnya saat ini, bahkan sisa wajah lebam juga beberapa tulang nya yang sempat terasa hancur karena hantaman demi hantaman kawan hampir tiap malam nya.


Masih dia ingat percakapan yang dia lakukan bersama Alessia dan dokter kandungan Agnes di rumah sakit malam itu secara bergantian.


"Aku fikir kesehatan nya tidak begitu baik, kelahiran normal jelas tidak mungkin terjadi, apalagi kondisi ibu menentukan kesehatan sang bayi, semakin buruk kondisi ibu akan terus mempengaruhi kondisi bayi didalam kandungan nya"


Dokter dihadapan mereka bicara sambil menarik pelan nafas nya.


"Kelahiran nya jelas tidak cukup pada bulan nya, setelah naik ke meja operasi bayi akan tinggal di ruang perawatan khusus untuk beberapa waktu"


"Tidak adakah pilihan lain yang harus kami lakukan, dok?"


Alih-alih menjawab dokter tersebut hanya menggeleng kan kepala nya.


Hans menatap Alessia untuk beberapa waktu, mereka terlihat diam ketika sang dokter mulai meninggalkan mereka.


"Kamu juga akan naik ke meja operasi bukan?"

__ADS_1


Hans bicara sambil menghela pelan nafasnya.


"Aku akan memikirkan cara untuk mendapatkan biaya nya, jangan memikirkan soal apapun, selama kita yakin semua pasti baik-baik saja Hmmm"


Ucap Hans sambil meraih telapak tangan Alessia.


Bisa dia lihat gadis itu menundukkan kepalanya, satu buliran air mata jatuh disana.


"Semua pasti baik-baik saja, percayalah"


Hans memeluk pelan tubuh Alessia.


Dia sedang berfikir dengan keras, kemana dia harus mendapatkan uang untuk gadis itu dan Agnes nya.


Suara sorak Surai terus terdengar disepanjang ruangan dimana dia berjalan, Hans mulai naik ke atas ring secara perlahan, menatap lawan permainan nya untuk beberapa waktu.


Seorang laki-laki yang menjadi wasit didalam permainan mendekati dirinya, berbisik sejenak dan memastikan dirinya siap didalam permainan.


Begitu dia mengangguk Sepersekian detik kemudian bisa dia dengar suara tanda pertandingan telah di mulai.


Dia dan sang lawan mulai beradu kekuatan, saling pukul dan Hantam antara satu dan yang lainnya.


Wajah, lengan, perut, kaki, leher, punggung dan bagian manapun akan menjadi sasaran.


Pilihan nya jelas memukul atau di pukul, sekarat atau baik-baik saja bahkan bisa jadi hidup atau mati.


Batas lelah mu atau batas hidup mati mu tidak akan mau di ukur oleh penonton, bagi mereka hanya satu, mereka menghabiskan uang demi melihat diri mu menang di atas ring kebesaran.


Kau tahu sayang siapa yang paling penting didalam hidup ku?.


Setelah Mama ku, itu jelas adalah kamu.


Dan kau tahu sayang? Cinta Itu seperti Narkotika paling Alami di muka bumi ini dan kamu adalah candu yang tidak bisa aku hilang kan kecuali aku mati.

__ADS_1


__ADS_2