Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Seperti Candu


__ADS_3

Misca fikir pagi ini benar-benar sebuah kemalangan untuk Dirinya, dia harus mendapatkan kenyataan sang bos tampan berciuman dengan sang asisten baru nya.


Tapi.....


Seketika bagaikan gerakan kaset kusut sebuah pemikiran memenuhi kepala Misca.


Bukankah dia tidak berselera dengan yang nama nya makhluk perempuan???!!.


Seketika bola mata misca melotot kaget.


Dia jelas tidak bermimpi tadi, Abizard benar-benar berciuman dengan gadis muda itu tadi.


"Oh god.... apakah kamu sudah bisa berdiri?"


Pekik misca langsung mendekati laki-laki itu.


Indri yang kepergok misca langsung malu setengah mati, dia menghapus sisa bibir Abizard yang menempel di bibir nya tadi sambil membenahi Dirinya dengan cepat.


Kenapa laki-laki itu selalu begitu?.


Rutuk Indri dalam hati.


"Berdiri?"


Abizard bertanya sambil mengerutkan keningnya, laki-laki itu bertanya sambil menggunakan jas mendominasi berwarna hitam Milik nya.


Indri buru-buru membantu merapikan jas tersebut dengan gerakan yang begitu cekatan.


"Tentu saja berdiri, bukankah selama ini milik kamu...?"


Misca menghentikan cepat mulutnya.


Oh god.


Laki-laki cantik itu langsung menepuk pelan mulut dia sendiri.


Lancang sekali mulut ku, oh Tuhan.


Pekik misca didalam hati.


Abizard yang tidak paham ucapan misca langsung mengalihkan pembicaraan nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu kemari? bukankah tugas mu dikantor? kenapa harus kembali ke sini di jam pagi begini?"


Mendengar pertanyaan Abizard seketika misca sadar kenapa dia berada disana saat ini.


"Oh god ini benar, aku ingin menyampaikan berita darurat"


Ucap misca cepat, seketika kepanikan melanda dirinya, dia ingat tujuan awal dia datang ke villa tuan nya.


"Celaka 17 belas,kamu tahu semua nya pecah pagi ini"


Misca bicara dengan cepat.


"Pecah?"


"Ya...pecah?"


Indri yang terlihat menyiapkan sepatu milik Abizard seketika ikut terkejut.


Pecah? punya siapa? misca?.


Bola mata Indri seketika menuju ke bawah sana, menatap milik misca untuk beberapa waktu.


Haahhh??? dia masih memiliki nya?.


Pemikiran Indri benar-benar berada di luar nalar nya, padahal maksud misca bukan milik nya yang pecah.


Indri menoleh ke arah bawah, memperhatikan sesuatu yang ada di balik rok pendek laki-laki Cantik tersebut.


Apakah dia belum memangkasnya?.


Batin Indri didalam hatinya.


Oh my god.


Indri menggeleng-gelengkan kepalanya.


Realitanya yang misca maksud jelas bukan itu, laki-laki Cantik itu langsung mengeluarkan handphone nya, dia membuka sesuatu disana lantas menampilkan sesuatu dihadapan Abizard.


Laki-laki itu yang awal nya tidak begitu mempedulikan misca, langsung mengerut kan keningnya saat melihat apa yang ada di layar handphone laki-laki cantik tersebut.


"Siapa yang pertama kali membuat berita nya?"

__ADS_1


Tanya Abizard lantas menoleh ke arah Indri sejenak.


Gadis itu telah bersiap menunggu Abizard menggunakan sepatu milik nya.


"Aku fikir dari media xxxxxxxx"


Jawab misca cepat.


"Apa kamu melihat beberapa wartawan diluar saat masuk kemari?"


Tanya Abizard lagi.


"Setidaknya 3 yang siap menunggu anda didepan gerbang"


Abizard fikir itu artinya saat Indri datang mereka belum datang.


"Ini mungkin akan membuat dia sedikit terkejut, dia bisa jadi tidak akan terbiasa dengan semua nya, siapkan mobil melalui gerbang belakang rahasia, kami akan pergi ke perusahaan melewati jalan tersebut"


"Tapi aku fikir di perusahaan pun tidak kalah ricuh nya"


Jawab misca cepat.


Abizard tampak terdiam.


"Dan berita ini pasti sudah sampai hingga ke kediaman utama nenek NAKHEL GROUP, aku fikir sebelum ini akan semakin menyulitkan dirinya, sebaiknya tuan membawa dia menemui nenek terlebih dahulu"


Ucap misca lagi dengan cepat.


Abizard masih terus menatap Indri yang Sejak tadi menunggu dia menggunakan sepatu nya, laki-laki itu tampak berfikir untuk waktu yang begitu lama.


"Apa kamu benar-benar menyukainya?"


Tanya misca tiba-tiba dengan suara setengah berbisik, jelas agar tidak didengar oleh Indri.


"Masalah terberat dalam hidupku yaitu mencintai dia, seperti candu, aku lupa caranya bersedih soal 5 tahun yang lalu,” (1)


Ucap Abizard pelan lantas berjalan perlahan mendekati Indri sambil mengembangkan senyuman nya ke arah gadis tersebut.


Misca jelas terdiam mendengar ucapan laki-laki itu.


******

__ADS_1


Catatan \=


(1) Kata-kata indah yang pernah di ucapkan aktor sidhardth untuk kekasih nya "Dengan sedikit kata tambahan dari author di akhir"


__ADS_2