
Villa utama
Abizard
05.10 AM
Setelah memarkirkan motor nya di garasi mobil milik Abizard, Indri secara perlahan melangkah kan kakinya Menuju ke dalam villa Abizard.
Gadis itu berjalan dengan begitu hati-hati ketika sudah memasuki kamar Abizard karena takut membangun kan laki-laki itu yang yang mungkin masih terlelap didalam tidurnya.
Dia berencana untuk membereskan dan menyiapkan pakaian serta keperluan laki-laki itu terlebih dahulu kemudian baru berfikir untuk membangun kan laki-laki tersebut.
Tapi terkadang apa yang di rencanakan nya jelas tidak seperti apa yang di harapkan, saat dia mulai menelisik kamar tersebut, sang Pak bos rupanya telah menghilang dari balik kasur nya.
Bisa dia dengar suara gemericik air dari balik kamar mandi yang terus mengeluarkan Suara.
Dia benar-benar bangun lebih awal dari diriku.
Batin Indri.
Pada akhirnya gadis itu melangkah menuju ke arah walk in closed milik abizard dan berencana untuk memilih pakaian laki-laki itu.
Cukup lama dia memilih dan mencocok kan pakaian laki-laki itu, dari kameja, jas, celana, dari, pin dan semua perlengkapan lain nya hingga tanpa dia sadari Abizard tahu-tahu sudah berdiri tepat di belakang dirinya.
'Sudah lama datang hmmm?"
Suara laki-laki itu terdengar jelas dibalik telinga gadis itu, tiba-tiba ciuman lembut terasa menerobos pipi kanan Indri, gadis itu spontan melonjak kaget, cukup terkejut dengan kehadiran serta perlakuan laki-laki tersebut kepada dirinya.
__ADS_1
"Ehh kodok lompat di tengah jalan"
Indri spontan mundur kebelakang.
"Akhhhh"
Seketika Indri meringis saat punggung nya secara refleks menabrak pintu walk in closed.
Mendengar ringisan Indri seketika membuat Abizard menaikkan ujung alisnya, dia terlihat mengulum senyuman nya.
"Aku fikir suara itu terdengar seperti sebuah ******* pagi yang meminta dengan manja untuk diberikan ciuman yang menggoda"
Ucap Abizard Sambil memajukan tubuhnya, mencoba menghimpit tubuh gadis itu hingga menempel ke dinding walk in closed.
"Ah?"
"Maksud nya pak?"
Tunggu dulu.
Indri mencoba menahan dada telanjang dihadapan nya itu.
Dia baru sadar laki-laki itu hanya menggunakan handuk mandi nya saja, tubuh atas Abizard jelas tidak tertutup dengan benda apapun.
Dada indah dengan perut kotak-kotak, terlihat begitu seksi dan membuat menggila bola mata siapapun yang memandang Nya.
Oh ya Tuhan.... indrii..... otak...tolong kondisikan.
__ADS_1
Indri mencoba untuk menjauh, tapi laki-laki itu memajukan wajahnya dengan sempurna, bola mata mereka seketika saling menyatu, bisa Indri rasakan nafas laki-laki itu berhembus tepat di balik hidung nya.
Aroma mint dari sikat gigi Merk apa yang laki-laki itu pakai Indri tidak tahu.
"Pak?"
Indri mencoba mendorong dada laki-laki itu.
Alih-alih peduli dengan ekspresi Indri, Abizard kembali memajukan wajahnya, berniat untuk menikmati bibir indah itu di pagi hari.
Tapi Indri jelas langsung terkejut.
"Pak... pakai baju"
Buru-buru Indri melempar kan pakaian Abizard kedepan wajah laki-laki itu, dia Fikir laki-laki itu selalu ingin mencuri kesempatan.
Abizard jelas terkejut saat Indri memberikan pakaian nya tepat ke depan wajahnya.
Oh shi..t dia pandai memancing dan menghindar.
Umpat laki-laki itu.
Indri jelas berfikir sebelum dia khilaf dengan bibir dan tubuh indah itu lebih baik dia kabur secepat nya dari sana.
Tapi rupanya saat dia berusaha menggeser tubuhnya, Abizard dengan cepat menarik lengannya.
"Mari bicara serius kali ini"
__ADS_1
Ucap laki-laki itu tiba-tiba.