
Villa utama
Abizard
05.10 Am
Seperti biasa Indri memarkirkan kendaraan nya di garasi milik Abizard, jika sebelum-sebelumnya yang dia bawa adalah kendaraan roda 2, kali ini jelas telah berganti menjadi kendaraan roda 4.
Gadis itu secepat kilat naik ke lantai atas menuju ke lantai atas dimana kamar Abizard berada.
Dia membuka pintu secara perlahan dan melangkah masuk kedalam dengan gerakan hati-hati.
Indri mendekati dirinya ke arah kasur Abizard, membangunkan Abizard secara perlahan.
"Abi.."
Baru saja dia bicara dan menyentuh lembut lengan laki-laki itu, tiba-tiba Abizard menarik perlahan tubuhnya hingga membuat dia jatuh dan masuk kedalam pelukan laki-laki tersebut.
Eh..?!.
"Abi..?!"
Indri sedikit panik.
Abizard tampak memeluk erat tubuh nya sambil kepalanya masuk Secara Perlahan bertengger di bahu kanan nya.
"Abi?"
"Sebentar saja"
Bisik laki-laki itu pelan.
Indri jelas terkejut dengan gerakan mengejutkan Abizard.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Abizard secara perlahan menautkan bibir mereka, laki-laki itu menyapu bibir nya dengan gerakan yang begitu lembut.
Seperti sebelum nya Indri selalu mematung saat laki-laki itu menciumnya.
Tidak lama, hanya berlangsung beberapa waktu hingga akhirnya Abizard melepaskan ciumannya.
"Ohhhh kita harus bersabar dalam pernikahan nya"
Ucap laki-laki itu pelan lantas memeluk kembali tubuh Indri.
Mendengar ucapan Abizard Indri tampak diam.
"Apa kakak mempersulit semuanya?"
__ADS_1
Tanya Indri pelan sambil menikmati pelukan hangat laki-laki tersebut.
Seperti Candu, laki-laki itu membuat dirinya terbiasa dengan kehadiran nya.
"Tidak"
Jawab Abizard sambil mencium lembut bahu Indri lantas laki-laki itu mengendurkan pelukan nya, dia menatap perlahan wajah gadis itu yang masuk ada didalam pelukan nya.
"Setelah pulang kerja mari bicara 4 mata, soal aku dan masa lalu"
"Eh?"
Indri jelas mengerutkan keningnya.
"Agar tidak ada rahasia di antara kita hmm"
Lanjut Abizard lagi.
Indri diam sejenak, kemudian secara perlahan dia mengangguk kan pelan kepalanya.
Laki-laki itu tampak tersenyum, dia bangun dari posisi tidurnya lantas beranjak dari sana Menuju kearah kamar mandi.
****
sejenak Indri mencoba memilah-milah pakaian mana yang harus Abizard gunakan, dihari Senin yang cerah laki-laki itu akan cocok dengan pakaian dengan warna cerah.
Batin Indri sambil mengulum senyuman nya.
Ditengah pemikiran nya tiba-tiba Abizard muncul dari arah belakang nya.
"Kenapa?"
Laki-laki itu bertanya tepat dibalik Telinga Indri.
Gadis itu jelas terkejut, Indri ingin melangkah mundur, tapi Abizard langsung meraih Punggung nya, memeluk hangat Indri lantas Abizard mencium lembut pipi gadis itu untuk beberapa waktu.
Ehhh?!.
Laki-laki ini selalu bergerak sesuka hati nya.
Batin Indri.
"Sudah sarapan?"
Tanya Abizard kemudian sambil melepas kan pelukan nya pada punggung Indri.
Dengan kikuk Indri mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
Laki-laki itu tersenyum kecil.
"Warna apa yang harus aku pakai hari ini?"
Abizard bertanya di sambil menyentuh lembut kepala Indri.
Seketika Indri menyentuh ujung kepalanya, dia fikir Laki-laki itu semakin hari memperlakukan dirinya dengan cara yang semakin berbeda.
"Aku fikir yang ini saja"
Indri buru-buru mengeluarkan sebuah jas berwarna abu-abu dan menyerahkan nya pada Abizard.
laki-laki itu mengembang kan senyuman nya, dia Secara perlahan meraih pakaian tersebut, kemudian mulai berjalan menuju ke arah kursi sofa di dekat kasur nya.
Indri tampak mengikuti langkah Abizard sambil menunduk kan perlahan kepalanya.
"Abi..."
Gadis itu bicara pelan.
"Hmmmm kenapa?"
Abi langsung membalikkan tubuhnya, menatap dalam wajah Indri yang terlihat gelisah.
"Apa kak Dimas bicara yang tidak-tidak?"
Tanya Indri kemudian dengan nada serendah mungkin, kekawatiran jelas tersirat disana, bahkan jemari indah itu saling bertautan dan menggenggam antara satu dengan yang lainnya.
"Tentu saja tidak, dia kakak laki-laki mu yang bijaksana hmmm"
Jawab Abizard pelan.
laki-laki itu meraih dagu Indri dengan tangan kanannya, dia membiar kan wajah itu sedikit mendongak agar bola mata mereka bisa saling bertatapan.
"Jangan cemas, dia tidak mempersulit kita sama sekali hanya ingin memastikan kamu jatuh ke tangan laki-laki yang tepat"
Ucap Abizard sambil menatap dalam bola mata Indri.
"Hanya butuh usaha extra untuk menyakinkan dia soal hubungan kita, begitu kakak mu yakin, kita bisa melangkah lebih jauh lagi, kami akan langsung membuat lamaran resmi nya hmm"
Mendengar ucapan Abizard sejenak Indri terdiam, setidaknya dia paham kenapa kakak nya masih ingin membuat pertimbangan.
Laki-laki itu hanya ingin memastikan soal kebahagiaan diri nya.
"Tidak akan lama, bukan kah untuk mendapatkan barang mahal memang harus dengan usaha extra?"
Ucap Abizard lagi sambil menyentuh lembut puncak kepalanya.
__ADS_1