
Setelah mendapat selimut dan bantal yang dia cari, Dimas akhirnya bergerak turun menuju kembali ke arah Syahnaz.
Masih bisa dia lihat gadis tersebut terlelap Begitu tenang dan damai didalam tidur nya,
Pada akhirnya laki-laki itu mendekati dimana posisi syahnaz terlelap, secara perlahan dia meletakkan bantal di kepala Syahnaz, memastikan jangan sampai gerakan nya mengganggu gadis tersebut.
Kemudian secara perlahan Dimas meletakkan selimut di atas tubuh gadis cantik tersebut,
Setelah selesai dia terlihat duduk didamping Syahnaz.
Sejenak Dimas memperhatikan wajah lelap dan lelah Syahnaz untuk beberapa waktu.
Dia fikir cukup lumayan, belakangan ada banyak perkembangan dalam hubungan mereka, sedikit demi sedikit gadis itu mulai membuka hati dan mengikis jarak.
Tidak heran jika Syahnaz butuh waktu dan proses untuk membuka hati dan percaya pada nya, toh kegagalan masa lalu menjadi alasan utama untuk seseorang takut membuka lembaran baru.
Kembali seulas senyuman mengembang di balik wajah Dimas, secara perlahan dia menyentuh lembut rambut Syahnaz dan mengelusnya dengan lembut.
Pada akhirnya laki-laki itu kemudian beranjak dan berusaha berbalik dari sana, tapi beberapa suara berisik cukup mengejutkan dirinya.
Gedubrakkkk.
"Akhhhh, bapakk..."
Seketika Dimas membulatkan bola matanya saat dia sadar siapa yang ada di hadapannya saat ini.
********
Beberapa menit sebelum nya
Begitu Dimas beranjak mengambil bantal dan selimut, Mama nur dan Papa Tora lagi-lagi saling menatap untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Seolah-olah kode-kode cinta menghampiri pasangan tua tersebut, mereka terlihat menaik turunkan alis mereka untuk beberapa waktu.
Seolah-olah didalam hati masing-masing berkata.
Yuk kepo yukkkk, cepetannn kita kejar langkah anak bujang mau kemana.
Dan bisa dibayangkan, sepasang suami istri tersebut langsung bergerak masuk ke kamar, mengambil kaca mata hitam dan keluar sambil memakai kaca mata tersebut dan Bergerak ala detektif swasta.
Tidak lupa Papa Tora membawa satu kaca pembesar ala detektif Conan (ehhh detektif Ipin Upin aja dinkðŸ¤ðŸ˜‚) yang bergerak mengejar langkah Dimas sambil memasang kaca pembesar ke depan bola mata kanan nya.
Bayangkan bola mata itu terlihat membesar yah Makkk.
Diiringi tingkah konyol gaya pelawak Tingkat kelurahan.
Begitu melihat Dimas memutar ke arah tangga mereka buru-buru mengikuti langkah, mencari tahu dengan tingkat kekepoan luar biasa.
Dan begitu anak Lanang terlihat mendekati seorang gadis yang tengah tertidur lelap mereka pada akhirnya saling menoleh.
"Ohhhhhh ada ayang bebeb"
"Mereka pacaran? kenapa mesra sekali?"
Dua orang itu berbisik-bisik sambil merapatkan tubuh mereka ke arah dinding yang ada di sisi kanan mereka.
"Memangnya kenapa kalau pacaran? berarti nanti setelah Indri nikah, Dimas nyusul juga"
Protes Mama nur cepat sambil terus berbisik.
"Kata nya pamali nikah nya ditahun yang sama"
Kali ini Papa Tora ikutan protes.
__ADS_1
"Yah bilang aja tahun depan, pak"
"Kan masih lama?"
"Ma Dewa menyentuh kepalanya"
"Mana...?'
Dikala mereka terus ber bisik-bisik tetangga, tiba-tiba saja Dimas membalikkan tubuhnya.
"Ma....dewa berbalik"
Suami nya berniat menarik bahu sang istri agar menjauh dari sana, tapi bukan nya menjauh sedikit tragedi manis terjadi.
Seketika wanita itu terjengkang ke belakang.
Gedubrakkkk.
"Akhhhh, bapakk..."
Mama Nur seketika terjatuh dari proses mengintip dibalik dinding bersama sang Suami nya tersebut.
Seketika mereka cengar-cengir kuda saat melihat Dimas berbalik dan ketahuan jika mereka diam-diam mengintip putra mereka.
"Ma...Pa...?"
"Hahahaha "
Dan bayangkan bagaimana ekspresi Mama nur dan Papa Tora saat ketahuan mengintip anak bujang yang sedang kesemsem cinta dengan gadis yang masih tertidur lelap di atas kursi tersebut.
*******
__ADS_1
Catatan \=
Bayangkan pas baca ada musik-musik nya yah Mak biar lebih es suatu😎🥸.