
Villa utama
Nenek Tua NAKHEL
Taman belakang Villa
Dihamparan Padang bunga yang indah, Indri tampak sibuk duduk dan mengobrol dengan sang nenek, mereka terlihat merapikan bunga-bunga yang ada di sana, memangkas yang terlihat mengganggu pemandangan mata.
Dengan menggunakan topi lebar dikepala Mereka, dua orang tersebut terlihat sibuk dengan hamparan bunga luas di hadapan mereka.
Indri sebentar-sebentar menghapus keringat sang nenek, bahkan sebentar-sebentar meminta nenek masuk saja kedalam sebab takut wanita tua itu kelelahan dan kepanasan.
"Nek apa tidak sebaiknya nenek didalam sana? bagaimana jika nenek sakit?"
Indri terus bertanya sejak tadi, cukup khawatir melihat wanita tua itu sejak tadi berjemur sejak tadi.
Meskipun ada payung besar yang melindungi mereka tapi Indri tetap khawatir dengan keadaan nenek itu.
Dia fikir bagaimana mungkin cucu nya tega meninggalkan nenek ini seorang diri, bahkan di villa sebesar ini, belum lagi tanpa ada siapa-siapa didalam nya.
Bukan kah dia keterlaluan?.
Batin Indri.
Dia Fikir benar-benar ingin menghajar orang tersebut secepat nya karena sudah begitu tega menelantarkan orang tua seperti ini fikir nya.
Tanpa Indri sadari Rupa nya Wanita tua itu adalah nenek tua NAKHEL , bisa di lihat sebentar-sebentar wanita tua itu melirik ke arah Indri, dia terlihat mengulumkan senyuman nya.
Wanita tua itu fikir tidak heran cucu nya Abizard menyukai gadis kecil nakal ini, rupanya pilihan nya begitu unik, gadis ini pandai mengambil hati orang tua.
Tidak di buat-buat dan begitu polos juga apa ada nya, dibandingkan angel gadis yang di bawa Abizard di masa lalu yang jelas jauh berbeda.
Angel, sejak awal dia sudah tidak suka pada perempuan itu, bisa dilihat sejak awal perempuan itu bermain-main dengan dua hati, seolah-olah ke dua cucu nya merupakan laki-laki yang bisa dia permainkan, realita nya dia lah yang dipermainkan oleh nasib.
Hingga berakhir tragis.
Karena itu saat mendengar Abizard telah menemukan pengganti angel, jelas membuat dirinya cukup kelabakan dan panik.
Dia fikir bagaimana Gadis pilihan cucu nya kali ini.
__ADS_1
"Nek apa nenek sudah makan? mau aku buatkan sesuatu hingga cucu nakal nenek datang?"
Tiba-tiba suara Indri mengejutkan lamunan dirinya.
Gadis itu bertanya sambil terus sibuk merapikan beberapa bunga mawar yang ada di hadapannya.
"Kamu bisa masak apa?"
Nenek Nakhel bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Apapun yang nenek sukai"
Jawab Indri cepat.
"Tapi bukankah nenek harus makan makanan yang sehat? orang tua seharusnya mengkonsumsi menu yang seimbang?"
Indri langsung menoleh ke arah nenek Nakhel.
"Bagaimana makanan yang baik untuk nenek tua ini?"
Wanita itu bertanya cepat.
"-Protein, baik protein hewani maupun nabati.
-Serat, baik dari sayuran atau buah-buahan.
-Vitamin dan mineral untuk lansia, seperti vitamin A, Vitamin D, vitamin B12, vitamin K, vitamin C, vitamin B6, kalsium, dan lainnya"
Ucap Indri cepat.
"Nenek harus menerapkan pola makan yang teratur, dan harus makan makanan yang gampang dicerna,
"Nenek harus menghindari makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh, seperti daging sapi atau mentega. Meskipun lemak penting bagi tubuh lansia sebagai simpanan energinya, tapi bukan berarti harus dari lemak seperti itu, kita tetap bisa memilihkan makanan lemak sehat, seperti kacang-kacangan dan alpukat"
Ucap Indri sambil melebarkan senyuman nya.
"Jadi cucu nenek harus memilih pengurus yang baik untuk nenek, Jangan makan sembarang agar nenek bisa panjangggggh umur, dengan begitu nenek bisa menimang Cicit jika nenek sehat wal'Afiat"
Tambah gadis itu sambil menyemangati wanita tua tersebut.
Mendengar kata cicit seketika nenek tua Nakhel menaikkan ujung alisnya.
__ADS_1
"Ahhhh itu benar, aku harus meminta cicit dengan cepat, seharusnya memang lebih cepat lebih baik, wanita tua ini belum tahu hingga kapan hidupnya, jika terlambat bukan kah akan merugikan nenek tua ini?"
Ucap nenek Nakhel penuh semangat.
Kata cicit jelas membuat dia menjadi begitu bersemangat.
"Tentu saja nenek, nenek harus segera meminta cicit pada cucu nenek"
Ucap Indri lagi sambil melebarkan senyuman nya.
"Nah bukan kah dia panjang umur? kau lihat cucu nenek ada di sini, bukan kah ini waktu nya kita membicarakan soal cicit?"
Ucap wanita tua itu cepat.
"Ya?"
Indri seketika terkejut, di fikir akhirnya cucu tidak berperasaan nenek tua ini datang juga.
Dia fikir di harus membuat perhitungan dengan laki-laki itu, Buru-buru Indri menoleh ke arah belakang dimana bola mata nenek tua itu terus menatap lurus ke arah sosok yang di maksud.
Indri mencoba fokus menatap ke arah depan, mengikuti mata sang nenek, begitu melihat sosok yang di maksud seketika senyuman Indri berubah menjadi keterkejutan yang Luar biasa.
Hahhhhh???!!!.
Tung..gu dulu.
Seketika gadis itu menganga, dia langsung mencoba membalikkan tubuhnya.
Oh no......!!!!.
Pekik Indri panik.
"Bukankah ini saat nya kita membahas cicit?"
Tanya sang nenek sambil melebarkan senyuman nya ke arah Indri.
"Nenek"
Indri bicara sambil mengedip-ngedipkan bola mata, dia bicara dengan perasaan penuh derita.
"Tapi bukankah seharusnya kita menghajar cucu nenek dengan gagang sapu lebih dulu?"
__ADS_1
"Hahahaha Nenekkkk"
Indri mencoba untuk tertawa, tapi rasanya benar-benar begituuuu membuat nya sesak nafas secara tiba-tiba.