
Masih kembali ke Beberapa hari sebelum nya
Mall xxxxxxx
Jakarta
Kalan mencoba mengejar langkah Meisya yang bergerak terburu-buru di salah satu mall pusat kota Jakarta sejak tadi.
Kali ini dia tidak mengubah sosok nya menjadi misca, dia lebih memilih sedikit mengubah penampilan nya dan menutup sebagian wajah juga mulutnya dengan masker.
Dia fikir Bergerak kesana-kemari menggunakan pakaian perempuan akan mempersulit langkah nya dikala mereka ingin melakukan segala sesuatu dengan cepat.
Saat ini Mereka menuju ke sebuah butik langganan sang Tante Helen untuk mengambil beberapa pakaian yang telah di siapkan untuk para keluarga, seharusnya pakaian tersebut akan di antar sore nanti, tapi karena takut berpacu dengan waktu mau tidak mau mereka pergi mengambil nya sendiri.
"Sayang berjalan lah perlahan"
Kalan bicara sambil menyentuh lembut kepala Meisya.
"Aku merasa sedikit panik"
Ucap Meisya cepat masih terus melangkah menuju ke arah pintu elevator.
"Coba tarik kemudian buang nafas kamu untuk beberapa waktu"
Ucap kalan lagi setelah mereka masuk ke dalam pintu Elevator.
"Orang-orang bilang persiapan pernikahan orang terdekat memang sering membuat para anggota keluarga bingung dan panik, tapi bergerak terlalu terburu-buru juga tidak baik karena akan membuat tubuh kita menjadi remuk redam hmmm"
Tambah kalan lagi.
Meisya pada akhirnya mencoba menarik lantas membuang nafas nya untuk beberapa waktu, di melakukan nya hingga beberapa kali.
"Maaf"
__ADS_1
Jawab Meisya pelan.
Alih-alih menjawab Kalan malah melebarkan senyumannya, Laki-laki itu menarik bahu Meisya kemudian merangkul gadis itu agar masuk ke dalam dada bidang nya.
"Apa sebaiknya aku belikan makanan dulu? mau makan apa? mau aku belikan burger? untuk mengganjal perut sementara hingga kita selesai mengambil beberapa barang lain nya."
Tanya kalan lagi pada gadis itu.
Meisya terlihat mendongakkan kepalanya, dia Tampak berfikir sejenak.
Yah mereka melewatkan waktu makan siang mereka.
"Baiklah, itu bukan ide yang buruk"
Jawab dia lagi.
"Oke, saat kami ke butik aku akan berbelok arah menuju ke McDonald's"
"Hmmm"
Pada akhirnya mereka memutuskan memisah arah sesaat setelah keluar dari pintu elevator.
Kalan dengan langkah tegap nya bergerak ke sisi kanan menuju ke arah McDonald's untuk mendapatkan makanan guna mengisi perut mereka sementara.
Laki-laki itu langsung menyeruak masuk di Antara para antrian yang menunggu giliran memesan makanan.
Laki-laki itu fikir makanan dan minuman apa yang paling Meisya sukai, dia berdiri sambil berfikir sejenak, setelah memastikan bakal memesan apa, Kalan terlihat berada di antara antrian sambil Laki-laki itu mencoba mengecek handphone nya untuk beberapa waktu.
*******
Disisi lain
__ADS_1
Ara tampak berlarian kesana-kemari mendahului langkah sang Mama dan seorang perempuan yang usianya sedikit lebih muda dari Mama nya, dia selalu memanggil perempuan itu Tante Renata.
"McDonald's.... McDonald's..."
Ara terus menyebutkan nama itu dengan riang, sang Mama berkata mereka akan makan menuju kesana.
"Sayang jangan berlarian terlalu jauh, tetap didepan Mama hmmm"
Agnes bicara sambil berusaha mengejar langkah putri nya.
"Yes Mama"
Ara memundurkan langkahnya sejenak, mencoba mensejajarkan langkah kaki nya dengan sang Mama, kemudian gadis kecil itu menggenggam erat telapak tangan besar milik Mama nya.
Sebenarnya dia tidak begitu bahagia soal makan di McDonald's, tapi.... Tante Renita berkata ada Om Hans kesayangan nya disana, dia ingin bertemu dengan laki-laki itu dan bercerita soal banyak hal dengan nya.
Bola mata nya seketika membulat saat dia sadar tempat tujuan mereka sudah ada tepat di depan mata mereka, dan yang lebih membuat nya bahagia saat dia melihat sosok laki-laki yang begitu ingin dia jadikan Papa itu tengah berdiri mendongak memperhatikan barisan menu sembari tangan kirinya memegang sebuah handphone.
"Om...om..."
Ara langsung melepaskan genggaman nya dari sang Mama, dengan cepat dia berlarian menuju ke arah depan nya.
Begitu dia berteriak kegirangan, Hans langsung menoleh ke arah mereka, Seulas senyuman mengembang dari balik bibir laki-laki itu.
Dibelakang nya tanpa sengaja Kalan ikut menoleh, memperhatikan bocah kecil yang berlarian ke arah dirinya, Kalan jelas mengerutkan keningnya.
Tapi sebuah suara membuat dia berpaling dari bocah kecil itu.
"Sayang"
Meisya bicara dari arah sisi kiri nya, dimana Gadis itu berjalan tepat dibelakang Agnes.
Bola mata kalan jelas membulat dengan di sempurna saat dia melihat sosok Agnes yang berjalan mendekati dirinya dengan senyuman lebar penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Alessia?.
Kalan terlihat mencoba memundurkan langkahnya.