Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Pemeran pengganti


__ADS_3

Begitu dia merasa tubuhnya perlahan di di olesi sesuatu, gadis itu seketika tersenyum kecil, tanpa ingin membuka kembali bola matanya, Meisya semakin tenggelam didalam rasa nyamannya.


Dia meminta misca mengolesi tubuh nya dengan minyak aromaterapi yang begitu wangi, tapi yang membuat dirinya senang, gadis itu saat ini juga membantu memijat-mijat tubuhnya Secara perlahan, rasanya begitu nyaman dan ringan ketika tubuh lelah nya di berikan pijatan- pijatan luar biasa dari tangan misca.


bahkan tanpa Meisya sadari dia mulai ingin tertidur lelap karena rasa nyaman atas pijatan tersebut.


Tapi Tidak begitu lama Gadis itu seketika tersentak dari posisi nyaman nya karena suara handphone nya terus mengeluarkan suara berisik nya sejak tadi.


Buru-buru gadis itu meraba-raba handphone nya Yang dia letakkan di atas kepala Di mana dia berbaring.


Dengan perasaan enggan dia mulai membuka bola mata nya sambil menempelkan handphone Milik nya itu tepat di balik telinga nya.


"Halo?"


Dia bertanya pelan masih sambil membaringkan wajahnya di atas bantal milik nya.


"Ah Mama? aku bersama misca"


Meisya bicara masih dengan perasaan Malas, punggung nya masih terus di pijat, kadang pijatan nya berpindah ke bahu kiri dan kanan nya, kadang bergerak dari atas hingga ke beberapa titik di bagian belakang sana.


"Tunggu sebentar"


Ucap Meisya pelan, dia mencoba menyerahkan handphone nya kebelakang.


"Mama ingin bicara dengan mu"


Ucap misca tanpa berniat menoleh ke belakang.

__ADS_1


Tapi satu suara tiba-tiba mengejutkan Dirinya.


"Maaf nona?"


Mendengar suara asing yang tidak dia kenali secepat kilat membuat Meisya langsung berpaling ke belakang dan gadis itu langsung membalikkan tubuhnya.


"Oh Ya tuhan"


Meisya jelas terkejut setengah mati saat melihat sosok perempuan asing yang sama sekali tidak dia kenali duduk dibelakang nya.


Dia baru sadar Perempuan itu bisa jadi yang memijat diri nya dan meletakkan minyak aromaterapi sejak tadi.dk tubuh nya.


Seketika Meisya celingak-celinguk mencari sosok misca.


"Kenapa kamu ada disini? dimana teman ku?"


"Dia meminta saya untuk mengoleskan minya aromaterapi dan memijat nona, gadis itu pergi ke lantai bawah"


Perempuan itu menjawab cepat sambil menundukkan perlahan kepalanya.


"Kenapa dia tidak bilang kalau mau pergi? pakai menggantikan tugas nya pada orang lain"


Protes Meisya kesal.


Perempuan dihadapan nya itu jadi serba salah.


"Maaf nona, apakah pijatan yang aku berikan kurang nyaman?"

__ADS_1


Tanya nya pelan dengan ekspresi pucat.


"Lupakan saja, aku tidak bilang pijatan kamu tidak nyaman, tapi aku hanya merasa kesal karena teman ku"


"Ah.. baiklah nona"


"Meisya masih mengerutkan keningnya, seketika dia langsung kembali bicara dengan Mama nya di balik handphone nya.


"Misca tengah keluar Ma, aku akan mencari nya sebentar, nanti aku akan meminta misca untuk menghubungi Mama"


Ucap Meisya cepat pada Mama nya si seberang sana.


Setelah memastikan sang Mama telah mematikan handphone nya, buru-buru gadis itu bangun dari posisi nya.


"Kamu bis pergi sekarang"


Ucap Meisya cepat.


Mendapatkan perintah agar dia pergi, perempuan itu langsung menundukkan sedikit kepalanya, dia beranjak pergi meninggalkan Meisya saat itu juga.


Meisya jelas menghela kasar nafasnya, tidak Habis fikir dengan kekonyolan yang diciptakan Misca, gadis itu mencari pemeran pengganti, tanpa sepengetahuan dirinya.


Dia fikir jika misca kembali ke kamar mereka, bisa dia jamin gadis itu akan dia buat tidak berdaya.


Dasar..!!.


Batin Meisya dengan perasaan kesal.

__ADS_1


__ADS_2