Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Pagi Darurat


__ADS_3

Rumah sederhana


Keluarga Indri


Mama dan Papa Indri seketika membeku saat mereka melihat ada puluhan manusia dengan berbagai macam kamera dan beberapa barang yang tidak mereka pahami terlihat membagi arah di seluruh penjuru rumah mereka baik dari arah depan, kiri dan kanan rumah mereka.


Awal nya Mama Nur berniat keluar untuk pergi ke pasar sedangkan Papa Nur berfikir untuk mengantarkan mpempek pesanan pelanggan dikala anak-anak masih tertidur lelap di kamar mereka masing-masing.


Tapi rupanya rencana tidak seindah yang mereka harapkan, begitu pintu depan terbuka seketika berbagai macam cahaya kamera menghantam wajah dan bola mata mereka, belum lagi serangan pertanyaan di pagi hari yang membuat mereka gelagapan dan bingung dengan keadaan.


Papa Indri seketika langsung menyeret langkah diri dan dan istri nya untuk kembali ke dalam, tidak lagi menghiraukan keranjang makanan di depan atau keranjang sayuran kosong yang akan di gunakan sang istri untuk membawa sayuran.


"Ada apa ini Pa?"


Mama Nur jelas terlihat panik, wajah nya seketika pucat pasi.


Sang suami jelas ikut bingung, dengan langkah tergesa-gesa langsung berlarian masuk ke kamar Indri.


"Indri...bangun nak"


Laki-laki itu buru-buru mengguncang tubuh Indri, berharap sang putri bangun dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


Indri yang jelas masih mengantuk dan berfikir weekend adalah waktu istirahat terpanjang sepanjang sejarah jelas merasa enggan untuk bangun.


"Nggggghhh"


Gadis itu semakin enggan untuk bangun, merentangkan tubuhnya dan semakin menenggelamkan dirinya ke atas kasur.



"Indri bangun nak, ini darurat ..."


Kali ini sang Mama yang mencoba membangunkan gadis tersebut, mengguncang tubuh Indri beberapa kali.


Bukan nya bangun sang anak gadis semakin ngelindur, menggaruk sejenak wajah nya, sambil mulut berdecak-decak beberapa kali lantas kembali tenggelam dalam mimpi indah nya.


Melihat sang putri yang tidak kunjung bangun, sang Papa Seketika mundur, mencari sesuatu disana, apapun yang bisa dijadikan alat untuk membangunkan sang putri.

__ADS_1


Begitu melihat karton ukuran besar, laki-laki itu langsung mengambil nya secepat kilat, sang Mama Nur dengan gerakan cepat pula mendekati saklar lampu yang ada disisi depan dekat pintu kamar.


Papa Indri secara perlahan menaikkan jari-jari nya, dan mencoba menghitung mundur dari


3


2


1


Laki-laki itu mencoba menggoyangkan kasur dengan gerakan cepat, kadang memukul kasur dengan karton yang ada di tangan nya sedangkan Mama nur memati hidupkan lampu yang ada di kamar indri.


"Gempaaaa bumiiiii"


"Gempaaaa bumiiiii"


Sang Papa berteriak cepat ke arah Indri.


Gadis itu seketika langsung melonjak kaget, bangun dari tidur nya tanpa berfikir Dua tiga kali, berdiri dengan cepat meraih apapun yang ada di sekitar nya, tas, sandal, jaket dan apapun itu dengan gerakan panik.


"Mamaaaaaa gempa bumiiii"


Tapi......


Seketika ada musik Eng Ing Ong di atas kepala Indri saat sadar sang Mama dan Papa malah cekikikan melihat ekspresi Diri nya.


"Apa?"


Tanya Indri tiba-tiba.


Seketika dia membulatkan bola matanya.


"Ahhhhhhh Mama.... Papa...."


Gadis itu seketika merengut, melempar barang nya sambil merajuk.


"Indri hampir kena serangan jantung, rasanya Detak jantung Indri berdetak 250 kali lebih cepat dari biasa nya dan serasa mau mati"

__ADS_1


Protes Indri sambil kembali mencoba naik ke atas kasur nya lagi.


"Ehhhhh tunggu dulu"


Sang papa menarik cepat kaki nya.


"Kamu harus lihat diluar jendela, sekarang"


"Kenapa? ada mamang cimol atau mamang bakso di samping?"


Tanya Indri sambil mengerutkan keningnya.


"Kalau itu kita bisa beli dan makan, ini begitu gawat"


Lanjut sang Papa.


Hahhhh.


Indri seketika ternganga.


"Benaran terjadi gempa?"


Tanya gadis itu lagi sambil berjalan mendekati jendela berwarna hitam di sisi kanan ranjang milik nya.


"Jauh lebih gawat lagi"


Jawab sang Mama Nur cepat.


Indri semakin mengerut kan keningnya, dia mencoba mengintip ke arah luar sambil celingak-celinguk melihat apa yang terjadi.


Seketika gadis itu tercekat.


"Alamakkkk"


Seketika gadis itu memundurkan tubuhnya saat melihat seseorang mencoba mengintip dari arah luar kedalam kamar nya.


"Kenapa bisa begini?"

__ADS_1


Tanya Indri sambil menoleh ke arah Mama dan Papa nya secara bergantian.


__ADS_2