
Mansion Utama
Keluarga Nakhel
Di suasana malam yang cerah, langit tampak tersenyum dengan cara yang sempurna menambah jutaan Keceriaan yang jelas terlihat di mana-mana, di bagian dalam rumah para tetua keluarga besar terlihat sibuk berkumpul dan menggelar acara.
Di luar sana suara anak-anak terdengar memenuhi seluruh Mansion utama Keluarga Nakhel, suara keceriaan jelas mengalahkan segala-galanya.
Meisya tampak tampil begitu anggun dan cantik dengan balutan kebaya modern di sempurnakan pada dandanan luar biasa cantik yang bisa membuat pangling laki-laki manapun melihat nya.
Dia duduk dengan cara anggun nya, dimana Kalan terlihat menatap Meisya dengan penuh cinta.
Disisi kanan Meisya, Syahnaz terlihat tampil tidak kalah cantik. Gadis itu mendampingi Meisya menemaninya dengan jutaan kebahagiaan nya.
Di sudut ruangan Dimas terlihat mencuri-curi pandang, menatap wajah cantik nan syahdu tersebut dengan senyuman tampan nya yang penuh dengan kewibawaan nya.
Hari ini adalah acara lamaran Kalan terhadap Meisya, pihak keluarga laki-laki baru saja tiba dan mulai berbaur dengan pihak keluarga perempuan.
Berbagai macam box seserahan terlihat di sepanjang ruangan, di tengah-tengah ruangan bangunan mewah tersebut bisa di lihat Kalan mulai menyematkan cincin berlian di jari manis Meisya.
__ADS_1
Raut Wajah ceria dan bahagia jelas terlihat dari semua orang termasuk Meisya.
Setelah semua orang telah berkumpul di dalam ruangan luas dan besar tersebut, bisa di lihat Bola mata Meisya terlihat jelas berkaca-kaca karena bahagia, dia menatap cincin indah yang tersemat di jari manisnya tersebut dengan degub jantung yang terus berdetak kencang.
Pertemuan lucu dan indah di Antara mereka kembali teringat di kepala Meisya, yang dia tahu Berawal dari sosok gemulai yang dia temui di Nakhel group.
Berawal dari penampilan sebagai seorang Misca yang mengintip dari punggung Mama nya untuk melihat diri nya, kemudian membawa mereka menuju ke Palembang, nyaris tidur di kamar yang sama dan nyaris mendapatkan pijatan lelah dari sosok tersebut.
Hingga berakhir pada rasa penasaran saat masuk ke kamar hotel misca dimana ada tumpukan pakaian laki-laki di atas kasurnya.
Ketika pelarian panjang atas kejaran anak buah Papa Kalan untuk mendapatkan kalan agar segera pulang, berakhir pada ciuman pertama yang di ambil Secara tiba-tiba.
Saat salah satu karyawan kantor terlihat membenci Kalan namun rupanya begitu tertarik pada Kalan, kemudian beberapa karyawan perempuan mulai mencoba meringsek masuk kedalam pelukan Kalan.
Berlomba-lomba mencoba menggoda laki-laki berwujud perempuan tersebut dengan cara yang ekstrim.
Kecemburuan Meisya yang mengantar mereka pada satu kisah romansa lucu dimana awalnya Meisya yang menunggu lamaran Kalan dan di jawab dengan cara yang lucu.
"Bang kapan mau nikahin si eneng?"
__ADS_1
"Tunggu semua tanah Abang terjual dulu"
"Memangnya Abang punya tanah?kok Eike belum tahu?"
"Ada, dari ujung Slipi sampai bundaran HI, itu semua tanah Abang neng"
🤣🤣🤣🤣ðŸ˜ðŸ¤ªðŸ¤ªðŸ¤ª
Pasangan unik dan komplek yang rada-rada gesrek, Hingga berakhir pada lamaran romantis yang unik dan menarik.
Semua perjalanan kisah mereka benar-benar lucu dan syahdu, berjalan dengan begitu manis dan siru, kekocakan yang terjadi di tiap waktu menemani perjalanan kisah cinta mereka hingga tiba pada titik malam ini.
"Maukah kamu menghabiskan waktu bersama ku? melewati banyak waktu dan masa bersama, baik didalam keadaan suka dan duka? saling menggenggam tangan menerjang keadaan tanpa peduli soal apapun yang akan datang mencoba menggoda dan menghancurkan hubungan kita?"
Tanya Kalan kala itu sambil mengulurkan kotak beludru berwarna putih dihadapan nya, laki-laki itu duduk di hadapan nya dengan satu kaki menopang tubuh nya.
Seketika rasa haru menyergap dirinya, dengan bola mata berkaca-kaca Meisya menganggukkan kepalanya.
"He em"
__ADS_1