
...(Hanya visual)...
...Bayangkan kalau mereka bertengkar disini maak🤭🤭🤭...
Bisa di bayangkan bagaimana wajah pucat semua orang saat melihat penerus bungsu NAKHEL GROUP berdiri dengan santai nya di ujung salah satu pintu toilet.
Dimana tadi terjadi kericuhan, seketika berubah menjadi keheningan mendalam.
"Ohhh my god.... rambut indah ku...."
Misca tampak panik saat melihat rambut nya sudah kemana-mana.
Jika misca jelas berani mengeluarkan suaranya, para perempuan lainnya hanya bisa menelan saliva mereka.
Salah satu perempuan yang dijambak rambut nya terlihat begitu berantakan dan mengerikan, rambut nya persis seperti sarang burung bat but yang benar-benar kacau balau kesana-kemari, bahkan riasan nya seketika morat-marit karena misca, dia bahkan tidak punya kemampuan untuk merapikan rambut nya saat ini.
Dia jelas berani menghajar laki-laki Cantik menjijikkan itu, tapi dia jelas tidak punya nyali untuk membantah Meisya, adik dari bos besar mereka yang juga merupakan atasan nya, dimana gadis cantik itu merupakan kepala pimpinan fashion designer disana.
Seketika dia merasa kemalangan menghantam dirinya hari ini karena tidak pandai menjaga lisan.
"Siapa? siapa yang bilang calon kakak ipar ku menggunakan tubuh nya untuk menggoda dua laki-laki sekaligus?"
Meisya bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, bertanya dengan gaya yang begitu santai, jemari tangan nya bergerak maju mundur sambil menatap satu persatu orang-orang yang ada di hadapannya.
Jelas tidak ada yang berani mengaku.
"Tidak ada yang mau mengaku?"
Tanya Meisya kemudian,.dia masih menunggu Jawaban.
Misca sibuk membenahi penampilan nya yang nyaris berantakan, dia terus memperhatikan kaca, merapikan rambut nya sambil berkomat-kamit persis seperti Mbah dukun, terlihat begitu kesal dan marah, kemudian menatap kesal ke arah perempuan yang menarik rambut nya.
"Akhhhhhh dasar sialan, dia fikir dia cantik, padahal dibandingkan diri ku huhhh jelas tidak sepadan, bahkan jelas dia bisa aku buat bunting dalam semalam"
__ADS_1
Oceh misca dengan gaya lemah gemulai nya.
"misc, catat nama-nama mereka"
Tiba-tiba Meisya berkata cepat ke arah laki-laki Cantik itu.
Seketika senyuman manis mengembang dibalik wajah misca.
"Ah tentu saja nona"
Ucap misca sambil menepis rambut nya ke belakang, berjalan melewati perempuan-perempuan itu dengan perasaan penuh kesenangan.
Dia yakin perempuan-perempuan itu akan habis hari ini.
"Tunggu dulu, nona apakah kami akan di pecat?"
Salah satu dari orang-orang itu jelas panik, mencoba untuk maju memohon pada Meisya
Gadis itu langsung menggerakkan jari nya, dia meminta Perempuan itu agar mundur dari hadapan nya.
"Aku sedang memikirkan nya"
Mendengar ucapan gadis cantik itu seketika semua orang panik, mereka fikir kemungkinan mereka akan dipecat.
"Tidak Nona....jangan lakukan ini, yang berkata soal calon kakak ipar nona adalah Wella"
Gadis itu bicara panik.
"Apa?"
Yang disebut nama nya jelas terkejut.
"Itu benar Wella yang menyebutkan soal itu"
Seorang perempuan lainnya Secepat Kilat menyahut, mencoba menyentuh tangan Meisya dengan keadaan panik.
__ADS_1
"No... kalian menyalahkan diri ku sendiri? jelas-jelas kalian juga mengatakan nya, bergosip soal gadis itu"
Yang dipanggil Wella seketika mulai ikutan panik.
Mereka jelas saling menuding.
Ckckkcckkc dasar para penjilat.
Misca bercedecak dalam hati.
"Meisya jelas langsung berbalik, menaikkan ujung alisnya untuk beberapa waktu.
"Jadi siapa yang harus aku salah kan? sebab kalian saling menyalahkan?"
"Nona.."
"Bukan begitu maksud kami"
"Jelas saja mereka semua salah"
Ucap misca tiba-tiba.
"Maafkan kami Nona, kami bersumpah tidak akan melakukan nya lagi, kami khilaf"
Wella seolah-olah ingin menangis, meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
Meisya tampak diam sejenak.
"Baiklah, kalau begitu minta maaf langsung dengan calon kakak ipar ku"
Seketika semua orang terkejut.
"Kita dengar kan keputusan calon kakak ipar ku lebih dulu"
Jelas saja semua orang menelan salivanya.
__ADS_1
"Bagaimana?"
Meisya tampak menaikkan ujung bibirnya, dia menunggu jawaban semua orang saat ini.