
Dikala Fikiran nya kalut soal duda, di luar sana masih sibuk menggosip ria soal dirinya.
Indri fikir apa dia harus keluar sekarang? membungkam mulut lemes orang-orang?!.
Kenapa mulut para perempuan muda di luar sana lebih mirip mulut mak-mak komplek yang lagi gibahin tetangga coba?.
Tanya Indri dalam hati.
Bahkan tetangga di sekitar rumah mereka tidak pernah menggibah Indri yang tidak-tidak, malah mereka bilang ke orang tua Indri mereka bangga dengan Indri, sejak kecil sudah mandiri, sekolah benar-benar, nggak neko-neko, bahkan berprestasi, juga tidak malu membantu orang tua berjualan kesana-kemari.
Padahal untuk anak-anak jaman sekarang ada banyak yang gengsi mondar-mandir membantu orang tua mendorong gerobak bahkan mengantarkan makanan pesanan keliling kota Jakarta.
Dikala anak-anak lain sibuk dengan make-up, jalan-jalan dan lain sebagainya, Indri sibuk membantu orang tua nya.
Bagi Indri Kenapa harus malu dan gengsi, realita nya dia harus bersyukur karena diberikan Oleh Allah Keluarga sederhana penuh kebahagiaan.
Dia bangga hidup dari rahim mama nya, bangga memiliki papa yang begitu sayang dengan diri nya dan bahagia memiliki kakak laki-laki seperti kakak nya.
Hmmm
Indri menghela nafas nya pelan, dia berniat untuk bangun dan ingin melabrak para perempuan itu, tapi belum pula niatnya terlaksana, Tiba-tiba dia mendengar kericuhan di luar sana.
"Kalian bicara soal siapa? pakai pelet? pelet ikan hah? kau fikir pelet ikan bisa buat menggaet duda tampan kebanggaan kami hah?"
Alamakkkkk.
Indri tercekat.
Itu suara Misca, kapan laki-laki Cantik itu ada didalam sana?!.
Fikir Indri.
Diluar misca Tampak berkacak pinggang, begitu keluar dari sana satu toilet seketika para perempuan melonjak kaget.
Bagaikan melihat syetan nyata semua orang mundur sambil ternganga.
"Mami...!"
"Mama...mami.... kau... iwwwhhh mulut siapa yang seperti comberan bilang princes kesayangan kami jual diri? tidur dengan sembarangan laki-laki hahhhh?"
__ADS_1
Misca langsung melesatkan jemari telunjuk nya ke kepala salah satu perempuan itu.
"Kau...hah...kau?"
Misca terlihat begitu marah, dari tadi dia bertahan didalam toilet karena kebelet BAB, ingin keluar mendepak mereka tapi di tahan-tahan dulu, ingin mendengar hingga selesai ucapan perempuan-perempuan sialan itu.
"Kau tahu biar pendek dia bisa jadi princes kesayangan nyonya besar NAKHEL group, kalian bahkan tidak ada seujung kuku nya, berani-beraninya meng gibah di belakang princes kesayangan tuan Abizard"
"Misca bukan begitu"
Salah satu menyahut pelan, bicara dengan suara tertahan.
"Lalu bagaimana kalau bukan begitu?"
"Yakkkk banci..."
Salah satu menyahut kesal, dia memang tidak menyukai Misca Sejak awal laki-laki itu masuk ke NAKHEL GROUP.
"Apa?"
Seketika bola mata misca melotot.
Seketika suara misca berubah jadi laki-laki.
"Iya memang kamu banci, dengar yah itu kenyataan, gadis sialan itu baru datang 2 hari tapi berani-beraninya nya menggoda bos besar, kamu fikir nyonya Nakhel menyukainya? palingan juga karena terpaksa, atau memang Indri menggunakan guna-guna"
"Kau...."
"Kenapa ingin menghajar ku? banci..."
"Yakkkkk sialannnn"
Misca secepat kilat mengangkat rok nya tinggi-tinggi, dia jelas mengamuk luar biasa saat ini.
"Ommo...."
Salah satu dari mereka tampak terkejut.
"Mau apa?"
__ADS_1
"Tunggu dulu, sabar"
Misca jelas kehilangan kesabaran nya.
Indri jadi serba salah, buru-buru ingin keluar dari sana, tapi saat mencoba membuka pintu kenapa pintu nya tiba-tiba terkunci dari luar.
Kletakkkk
Kletakkkk
Ehhhh ada apa ini?.
Indri fikir seseorang benar-benar menguncinya di dalam sana.
"Kau tahu bahkan aku bisa bikin kamu bunting hari ini"
"Akhhhhhh"
Seketika kericuhan terjadi, misca langsung menjambak rambut perempuan yang berkata dia seorang banci.
Toilet yang hening seketika menjadi begitu ribut dan memanas, dan saat semua nyaris tidak terkendali tiba-tiba suara seseorang memecah keadaan.
"Yakkkkkkk tidak bisakah kalian diam? aku tidak lagi bisa menikmati buang air besar sejak tadi"
Indri seketika mengerutkan keningnya.
"Meisya?"
"Nona muda"
"Hahhh nona?"
Seketika semua orang terkejut setengah mati.
Adik kesayangan Abizard tampak berdiri penuh kemarahan menatap semua orang.
Indri tidak kalah terkejut didalam sana.
Alamakkkk ada apa lagi ini?.
__ADS_1