
Seketika semua orang menelan salivanya saat mendengar Meisya berkata jika mereka harus meminta maaf pada Indri.
"Bagaimana?"
Lagi-lagi Meisya bertanya masih sambil menaikkan ujung alisnya.
"Baiklah"
Mereka bicara serentak.
"Kami akan meminta maaf pada Indri, menemui nya setelah jam makan siang"
Ucap salah satu dari mereka cepat.
Seketika Meisya menaikkan ujung bibirnya.
"Tidak perlu menunggu setelah jam makan siang, kalian bisa melakukan nya sekarang"
Mendengar ucapan Meisya Seketika semua orang terkejut.
"Ya?"
Alih-alih menjawab, Meisya tiba-tiba membuka cepat salah satu pintu yang ada di sisi kanan nya.
Kletakkkk.
Indri yang sedari tadi berdiri di belakang pintu jelas terkejut saat mendengar suara pintu dimana dia berada dibuka secara tiba-tiba.
"Halo Kakak ipar"
Ucap Meisya tiba-tiba sambil.
__ADS_1
Saat Meisya berkata begitu semua orang jelas terkejut dan mengangga tidak percaya.
Oh my god.
Mereka jelas mematung dan membisu saat sadar yang mereka ghibah kan ada di dalam toilet tertutup, Indri jelas mendengar semua perkataan mereka tadi.
"Bagaimana....?!"
"In..dri"
Tidak tahu kenapa tapi Mereka benar-benar merasa jika leher mereka serasa di cekik saat ini, seolah-olah kematian benar-benar sudah dihadapan mereka saat ini.
Indri tampak mengembangkan senyuman nya, menatap para perempuan yang meng gibah diri nya tadi untuk beberapa waktu.
"Indri maafkan kami"
"Aku tidak bermaksud begitu"
Suara-suara para perempuan itu terlihat begitu panik, terus mencoba mendekati Indri.
Gadis itu terlihat diam sejenak, menoleh kearah Meisya dan misca secara bergantian.
Mereka seolah-olah berkata selanjutnya adalah keputusan Indri.
Dia berhak menentukan sendiri hukuman untuk orang-orang yang berani menghina nya tadi.
Sejenak gadis itu menghela pelan nafasnya.
"Mau aku beritahu satu rahasia?"
Tanya Indri tiba-tiba.
__ADS_1
Para gadis itu terlihat diam sambil mencoba menahan nafas mereka, cukup takut jika Indri berbuat yang tidak-tidak atau mengambil keputusan yang mengerikan mengingat kesalahan mereka tadi.
"Laki-laki tidak hanya melihat seorang perempuan dari penampilan luar nya, sebab cantik saja tidak cukup untuk menarik perhatian seorang laki-laki kaya"
Ucap Indri pelan ke arah mereka.
"Jika kalian iri kenapa seorang laki-laki seperti Abizard lebih memilih aku dari pada kalian atau gadis cantik lainnya, coba tanyakan pada diri kalian apa hal special yang bisa membuat seorang Abizard jatuh cinta kepada kalian kecuali hanya karena tinggi tubuh atau kecantikan kalian"
"Sebab tinggi dan cantik bukan kapasitas tepat untuk dijadikan istri oleh seorang laki-laki seperti dirinya, sebab lamban laut kecantikan kamu akan menghilang dan tubuh tinggi itu akan membungkuk ketika menua"
Lanjut Indri lagi.
"Mereka suka pribadi yang baik dari seorang perempuan yang mereka sukai"
"Jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik berusaha lah semampumu, tidak perlu merendahkan orang lain."
"Saat kita merendahkan orang lain, maka sejatinya kita juga termasuk dalam golongan orang yang kita rendahkan dan kita jelas terlihat jauh lebih rendah."
Setelah berkata begitu Indri langsung mengembangkan senyuman nya, mencoba untuk berbalik dan meninggalkan para perempuan itu.
"Lalu bagaimana dengan permintaan maaf mereka"
Meisya bertanya cepat ke arah Indri.
Sejenak Indri diam, gadis itu menarik pelan nafas nya.
"Aku biarkan Abizard yang memutuskan nya"
Saat berkata begitu, seketika semua orang tercekat.
Mendengar jawaban Indri seketika Meisya mengembangkan senyuman nya, gadis itu langsung menoleh ke arah para perempuan itu.
__ADS_1
Yang ditatap jelas nyaris roboh pingsan.