Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Perempuan Licik


__ADS_3

Beberapa waktu sebelumnya.


Khalid company.


Diana bergerak cepat masuk ke Khalid company, niat nya untuk bertemu dengan Yash dan menyampaikan sedikit soal sebuah informasi.


Selain itu dia sengaja datang untuk mengunjungi Yash,dia merindukan wajah laki-laki tersebut dan ingin melihat nya.


Berapa puluh tahun dia menahan perasaan nya pada Yash?.


Lama, sangat lama sekali.


Sejak dia berada di Bangku SMA hingga kini, tidak ada yang tahu bagaimana dia menyimpan rapat-rapat perasaan nya Kepada laki-laki tersebut.


Seharusnya Yash menjadi miliknya, seharus nya Yash menikah dengan dirinya di masa lalu, tapi keberuntungan menghantam Hana, dia harus mengalah karena saudara tirinya itu yang beruntung bisa menikah dengan Yash.


Dimasa lalu mungkin dia kalah gercap, maka di masa kini dia tidak akan mau mengalah dan terlambat.


Desas-desus dari pelayan di rumah Yash dan Hana soal sakit yang diderita perempuan tersebut membuka kesempatan untuk diri nya.


Penyakit mematikan yang dikabarkan semakin menggerogoti usia Hana seolah-olah menjadi kesempatan emas untuk dirinya mendekati Yash kembali.


Karena itu dia mencoba untuk menanyakan soal kebenaran kabar tersebut pada ayah nya, dan siapa sangka Desas-desus Tersebut benar ada nya.


"Sakit parah?"


Diana jelas bertanya sambil menaikkan ujung alisnya kala itu.


"Ya nyonya, nyonya Hana dirawat dirumah sakit dan mereka berkata jika sakit nya tidak baik-baik saja"


Perempuan berusia lebih dari 30 tahun itu bicara dengan cepat.


"Sudah berapa lama?"


"Aku pikir ini sudah hampir melewati tahun ke tiga"


"Apa?"


Bola mata Diana jelas langsung membulat dengan sempurna.


"Sudah selama itu?"


"Siapa saja yang tahu?"


"Aku pikir tuan Khadafi baru tahu belakangan ini, tapi untuk keluarga lainnya sama sekali belum tahu"


"Lalu apakah diagnosa nya baik-baik saja? ada kemungkinan untuk sembuh dari penyakitnya?"


"aku pikir penyakit nyonya Hana semakin memburuk, Desas-desus berkata jika nyonya Hana tidak memiliki kesempatan hidup lebih dari 3 bulan lagi"


Bayangkan bagaimana perasaan nya saat itu?!.


karena itu dia dengan cepat meminta ayahnya untuk membuat dirinya agar bisa naik menjadi nyonya Khalid berikutnya jika satu yang buruk terjadi pada Hana.


Yash jelas type laki-laki setia, tidak akan meninggalkan pasangan nya kecuali kematian memisahkan mereka.


Dan bayangkan bayangkan bagaimana perasaan Diana, saat dia bertanya soal keadaan Hana kepada ayahnya, laki-laki tua itu berkata jika hanya memang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


usia kakak tirinya itu diprediksi tidak akan bertahan lama, karena penyakit yang menggerogotinya semakin lama semakin menyulitkan Hana.


Karena itu dia pada akhirnya mencetuskan ide agar ketika Hana meninggal, Yash sebaik nya mencari pendamping hidup yang baru.


"Perusahaan butuh perempuan pintar untuk bisa mengelola segalanya, Hana selama ini yang mendampingi Yash dan mampu menstabilkan saham karena kepintaran dan keahlian nya"


"Selain itu Kallan dan Pinkan butuh sosok ibu yang bijaksana, Yash juga butuh seseorang untuk bisa memperhatikan seluruh aspek kehidupan nya"


Dia menekankan banyak hal untuk menjadi bahan pertimbangan ayah nya soal kehidupan Yash jika Hana pergi dengan tiba-tiba.


"Semua untuk kebaikan Yash dan perusahaan serta anak-anak"


Ayah nya jelas keberatan tapi Diana jelas selalu memiliki ide cemerlang untuk meluruskan segala sesuatu soal rencananya.


dia menggunakan ibunya untuk menekan ayahnya soal pernikahan yang menjadi gagasan antara dirinya dan Yash, ibunya dengan begitu pandai merayu laki-laki tua tersebut.


Bahkan saat ibunya nyaris gagal untuk merayu tuan Khadafi, sang sekretaris ibunya yang dia gunakan untuk merayu laki-laki tersebut.


"Bukankah Diana orang yang paling tepat untuk mengganti kan posisi Hana?"


Sekretaris dari ibu nya itu memang selalu bisa dia andalkan, karena itu tidak sia-sia dia menempatkan perempuan tersebut untuk menjadi asisten pribadi ayah nya selama ini.


Pada akhirnya laki-laki tua bodoh itu menyetujui usul Diana.

__ADS_1


Tapi siapa sangka rupanya Hana jelas lebih licik dari diri nya, Perempuan sialan itu menyiapkan kandidat nya sendiri untuk Yash dibelakang semua orang.


Dia baru tahu soal itu kemarin, dan hal itu jelas membuat Diana marah besar.


perempuan tersebut berpikir dia harus secepatnya bertindak untuk menggagalkan keadaan, menggagalkan Rencana Hana secepat nya.


Jika tidak maka apa yang dia harapkan selama berpuluh-puluh tahun ini akan sia-sia.


Dan kini disinilah tempat nya, ketika dia bergegas mencoba masuk keruangan Yash, seketika Diana mengembangkan senyuman nya dimana dia melihat laki-laki tersebut tengah menengadah kepalanya, Yash memejamkan bola matanya sembari bersandar ke kursi kerjanya.


tidak tahu kenapa laki-laki itu bisa menyandarkan tubuhnya di kursi sofa kerjanya dan memejamkan bola matanya, tapi bisa Diana tebak sepertinya Yash cukup lelah dengan keadaan.


tidak dipungkiri laki-laki mana yang tidak akan lelah saat harus mengurus istrinya yang punya kita juga harus mengurus perusahaan, dan yakin lamban laut laki-laki itu akan bosan mengurus Hana cepat atau lambat ketika perempuan bodoh itu semakin sekarat dalam keadaannya pikir Diana.


sebab sehebat-hebatnya laki-laki mereka tidak akan bertahan menghadapi istri yang penyakitan yang tidak bisa diandalkan bahkan tidak bisa diajari untuk melakukan kegiatan di atas kasur.


realitanya laki-laki mana pun ya dialah kenal memang seperti itu, tidak ada laki-laki setia di muka bumi ini kepada pasangannya yang sekarat dan tidak berdaya, mereka akan berpaling dan mencari perempuan lain yang jauh lebih sehat, segar, cantik dan bisa diandalkan di atas kasur.


sebab itulah yang dicari laki-laki dari pasangannya terlebih dahulu, dan dia yakin Yash tidak akan lama lagi menemani Hana.


Kini Diana bergerak bagaikan seorang pencuri, perempuan itu sengaja melangkah kan kakinya tanpa suaranya, dia perlahan menjongkokkan tubuhnya, memperhatikan wajah tampan tersebut untuk beberapa waktu.


Anggaplah dia gila, dia ingin sekali melesat kan ciumannya ke bibir laki-laki tersebut saat ini ketika melihat Yash memejamkan bola matanya, dia benar-benar jatuh cinta dengan laki-laki tersebut dan tidak bisa mengendalikan perasaannya yang terus menggebu-gebu memuja laki-laki dihadapan nya itu.


Perempuan itu sengaja Secara Perlahan memajukan wajahnya, dia ingin menyentuh lembut bibir laki-laki tersebut dengan Jemari nya untuk beberapa waktu namun belum juga dia bisa melaksanakan niat nya, tiba-tiba seseorang mengejutkan dirinya.


"Kau... apa yang kau lakukan didalam ruangan Yash, hah?"


seketika Liana gelagapan, dia berusaha untuk membenahi posisi nya, namun Yash keburu membuka bola matanya.


Bisa Liana lihat Yash membulatkan bola matanya penuh kemarahan, laki-laki itu langsung mengeratkan rahangnya.


"Apa yang kau lakukan?!."


Tanya Yash dengan wajah penuh Kemarahan.


"Yash...aku..."


Diana jelas tercekat.


******


Rumah sakit xxxxxxx


Ruang Operasi.


dimana Agnes saudara kembar Alessia Tengah bergerak melawan takdir


Alessia terus bergerak dengan khawatir selama proses operasi berjalan, bahkan dia terus mengeluarkan ekspresi panik serta takut nya sejak tadi.


jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini yang jelas dia tidak bisa mengungkapkan nya dengan kata-kata, kondisi saudara kembarnya tidak baik-baik saja, kesehatan yang semakin menurun dan kandungannya yang semakin melemah semakin membuat dia panik luar biasa.


tidak ada istilah kelahiran normal untuk keadaan mendesak seperti itu, operasi jelas harus dilakukan secepatnya sebab bayi di dalam kandungan Agnes dikatakan semakin melemah dan membuat semua ke dokter cukup takut dengan keadaan dan para dokter memiliki inisiatif memaksa agar bayi itu keluar bagaimanapun caranya.


Alessia terus bergerak dengan gusar dari ujung ke ujung bahkan sesekali gadis tersebut berusaha untuk menempatkan posisi nya diatas kursi tunggu yang ada di hadapannya, namun realitanya dia tidak bisa melepas perasaan gelisah dan takutnya saat ini.


bahkan gadis tersebut mencoba untuk menggigit bibir bawahnya, tidak dia pedulikan apa itu akan bengkak atau berdarah, yang jelas dia tidak bisa mengendalikan emosi dan perasaan yang saat ini.


dia takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Agnes, Alessia pikir apa yang harus dilakukan? bahkan dia tidak memiliki keluarga atau siapa-siapa lagi di dunia ini, jadi jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Agnes maka dia pikir dia tidak memiliki lagi alasan untuk hidup di dunia ini.


Bibi muda yang melihat kegelisahan Alessia langsung berusaha untuk menggenggam erat telapak tangan Alessia, menatap keponakan yang sudah seperti putri nya sendiri tersebut untuk beberapa waktu.


"jangan khawatir soal apapun, semua pasti baik-baik saja"


wanita tersebut mencoba untuk menghibur Alessia, memastikan jika tidak akan terjadi hal yang buruk terhadap Agnes.


Meskipun sebenarnya dia juga khawatir dalam keadaan dan terkadang terbesit di hatinya jika semua ini tidak baik-baik saja, namun wanita itu berusaha untuk menguatkan Alessia dan meyakinkan gadis itu jika semua akan baik-baik saja karena dia tahu bagaimana perasaan Alessia saat ini.


mendengar ucapan wanita yang ada di hadapannya itu Alessia terlihat Diam dan tidak menjawab sama sekali ucapan Bibi mudanya, namun di detik berikutnya gadis tersebut menatap bibi muda nya dengan bola mata berkaca-kaca.


"Ini membuat ku gelisah dan berpikir yang tidak-tidak"


Alessia menjawab dengan nada yang begitu lembut dan halus, dia menggelengkan kepalanya sembari berusaha menahan tumpahan air mata yang ada di kedua pelupuk matanya.


"Aku hanya memiliki Agnes dan bibi, tidak orang lain"


Ucap Alessia lagi.


Mendengar ucapan Alessia membuat wanita tersebut diam, sejujurnya tidak tahu dia harus berkata apa saat ini tapi dia pikir dia juga tidak bisa tidak mengeluarkan suaranya.


"Bukankah kamu selalu berkata jika semua akan baik-baik saja? serahkan semuanya kepada Allah SWT, sebab sejatinya segala sesuatu yang ada di muka bumi ini hanya Allah SWT yang paling tahu"

__ADS_1


Ucap bibi muda sembari berusaha melebarkan senyumannya dengan telapak tangannya masih menggenggam erat kedua telapak tangan Alessia.


tidak ada cara yang paling tepat untuk menguatkan orang lain kecuali berkata jika semua akan baik-baik saja dan Allah SWT yang paling tahu jalan dari semua rahasia, sebab sejatinya di dunia ini segala sesuatu itu telah menjadi ketentuan Allah dan kita sebagai manusia hanya bisa berpasrah diri dan ikhlas dengan apa yang terjadi.


meskipun berat dan semua jelas mungkin tidak baik-baik saja tapi belajarlah untuk tetap tersenyum serta ikhlas dan berprasangka baik kepada Allah SWT.


sebab terkadang Allah SWT sengaja menguji umatnya untung memberikan bonus luar biasa yang tidak terduga di kemudian hari.


mendengar jawaban bibi mudanya, gadis itu diam, tidak lama kemudian dia mengganggu kan pelan kepalanya.


Alessia kembali menatap ke arah pintu ruang operasi untuk beberapa waktu, pandangan bola matanya menatap nanar kearah depan.


kemudian kini bola matanya berpindah ke arah jam yang ada di salah satu sudut dinding rumah sakit.


dia pikir ini sudah hampir dua jam berlalu, tapi belum ada tanda-tanda para dokter akan keluar dari ruangan operasi tersebut.


Sulitkah? rumitkah? apakah Operasi di dalam sana semua nya berjalan sesuai dengan rencana?!.


itu yang ada didalam kepala Alessia saat ini sebenarnya, dia berusaha untuk terus menyakinkan hati jika semua pasti baik-baik saja.


iya akhirnya setelah waktu berlalu begitu lama, tiba-tiba pintu ruangan operasi terbuka begitu saja.


bayangkan bagaimana ekspresi Alessia saat ini, gadis tersebut secepat kilat berdiri dari posisi duduknya kemudian bergerak mendekati dokter yang lebih dulu keluar dari ruangan operasi tersebut.


"Dokter?"


Alessia bertanya dengan perasaan khawatir menatap bola mata dokter yang berusia hampir kepala 5 yang ada di hadapannya tersebut.


Belum sempat dokter tersebut menjawab tiba-tiba Dokter Rick keluar dari ruangan tersebut lantas tersenyum mendekati Alessia.


"Semua baik-baik saja, jangan khawatir soal apapun"


ucap laki-laki tersebut sambil menepuk-nepuk bahu Alessia beberapa kali.


gadis tersebut seketika langsung menarik nafasnya dengan lega, dia pikir syukurlah semua berjalan sesuai harapan nya.


"Anak nya?"


seketika Alessia Ingat soal calon keponakannya tersebut.


Dokter Rick kembali melebarkan senyumannya lantas dia menjawab.


"Kamu memiliki seorang keponakan perempuan, kau tahu? bayinya begitu imut dan cantik, dia sangat sempurna"


lanjut laki-laki itu lagi.


"Perawat sedang memandikan bayi nya, beberapa perawat lagi akan memindahkan Agnes ke ruangan nya"


Mendengar ucapan Dokter Rick seketika membuat Alessia jelas bisa bernafas dengan lega.


gadis itu dengan cepat langsung mengganggukan kepalanya.


dan bayangkan bagaimana perasaan Alessia saat ini, dia langsung menoleh ke arah Bibi muda, lantas bola mata Alessia terlihat berkaca-kaca.


"Bukankah sudah aku bilang semua pasti baik-baik saja? lihat Agnes berhasil dalam operasinya dan baik-baik saja, bahkan dokter berkata keponakanmu lahir dengan sempurna"


ucap Bibi muda Alessia dengan cepat.


mendengar perkataan Bibi mudanya seketika Alessia langsung mengembangkan senyumannya, gadis itu mengganggu kan kepalanya dengan perasaan senang.


tidak lama kemudian mereka saling berpelukan, meluapkan rasa bahagia di hati masing-masing tanpa peduli dengan orang-orang di sekitar.


Namun sepersekian detik kemudian tiba-tiba suara handphone alesia terdengar terus berdering memenuhi pendengaran nya.


Alessia buru-buru merogohkan kantongnya, sejenak gadis tersebut mengerutkan keningnya karena nomor baru terpampang jelas dari balik layar handphone nya.


"Halo?"


gadis itu bicara pelan Sembari menunggu jawaban di seberang sana.


"Mari bertemu dan bicara 4 mata"


Mendengar jawaban dari arah seberang sana seketika membuat Alessia mengerutkan keningnya.


"Ya?"


Tanya gadis itu sedikit terkejut.


Siapa?!.


Gadis tersebut membatin di dalam hatinya sambil terus mengerutkan keningnya, dia pikir dia sama sekali tidak mengenali suara yang ada di seberang sana.

__ADS_1


__ADS_2