Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Dia juga terluka


__ADS_3

Disisi lain


Mansion utama Iriana.


Jakarta


Iriana Tampak menatap layar televisi yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu, bola mata nya terlihat begitu memerah, bahkan rahang nya tampak mulai mengeras ketika dia melihat berita yang terus pecah belakangan ini.


Meskipun berita hanya berkata soal desas-desus pernikahan penerus NAKHEL GROUP dan Cinderella abad modern, pengkhianatan yang dilakukan Putra nya dimasa lalu kini mendapat kan karma di masa kini, dimana Abizard secara bergantian menikung kekasih putra nya yaitu Indri dimasa kini.


realita nya dia tahu berita itu jelas benar adanya, tapi itu sama saja mereka menurunkan harga dirinya karena gadis sialan itu.


Fikir nya.


Dia jelas marah luar biasa, bagi nya jika bukan karena Reno tidak mendengar kan ucapan nya, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi.


"Akhhhhhh"


Iriana jelas memekik kesal.


Prangggg


Wanita itu langsung menggeser semua yang ada di atas meja kerja di hadapannya itu dengan gerakan kasar, membuat semua isi nya hancur berantakan.


"Kau lihat? kau lihat bagaimana orang-orang mempermalukan Mama? sekarang ambil kembali Indri, pisahkan dia dari Abizard dan pastikan kamu menghancurkan laki-laki itu sekali lagi"


Pekik Iriana dengan jutaan kemarahan nya, wanita itu menggenggam erat kerah pakaian Reno, menatap putra nya dengan kebencian yang mendalam.


"Ambil semua yang seharusnya menjadi milik kamu tanpa terkecuali, ingat sebentar lagi perusahaan NAKHEL GROUP di Bandung akan berpindah tangan pada mu, sekarang ambil kembali gadis itu dari tangan Abizard bagaimana pun caranya"

__ADS_1


Suara Iriana jelas terdengar menggebu-gebu, wanita itu terus bicara di luar akal warasnya.


"Ma..."


Reno mencoba menahan kedua tangan Mama nya yang terus mengencangkan pegangan nya di leher bajunya.


"Mama tidak peduli apapun yang terjadi, Mama Pastikan akan membatalkan pernikahan mereka, tugas mu hanya membuat gadis itu meninggal kan Abizard bagaimana pun caranya"


Setelah berkata Begitu, Iriana dengan gerakan kasar melepas kan genggaman nya dari leher baju Reno.


"Berapa banyak lagi hati yang akan Mama lukai?"


Tanya Reno sambil berusaha menatap wajah sang Mama nya.


Dia sebenarnya tidak pernah menyukai rencana Mama nya, tapi di Dunia ini satu-satunya yang di miliki hanya Wanita itu, satu-satunya orang yang peduli pada nya dan ingin mengurus nya jelas hanya wanita itu dan satu-satunya orang yang Reno sayangi hanya wanita itu.


Reno jelas tidak punya daya upaya untuk berkata tidak atas semua perintah Mamanya.


Realita tidak ada yang tahu bagaimana perasaan nya, tidak ada yang tahu bagaimana terluka nya dia selama bertahun-tahun ini demi ambisi sang Mama.


Dimulai dari Permasalahan Agnes, Syahnaz, Anita bahkan Indri.


Dia tidak tahu lagi seperti apa Mama nya ingin mengendalikan seluruh kehidupan nya.


Jika ada yang bertanya Apakah dia suka dan bahagia?!.


Tidak.


Dia sama sekali tidak menyukainya atau bahkan bahagia.

__ADS_1


"Kau fikir Mama tidak terluka atas kecurangan mereka? mereka merampas seluruh yang Mama punya, bahkan apa yang seharusnya menjadi milik kamu menjadi milik Abizard, karena itu sudah sewajarnya kamu merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kamu"


Ucap mama nya dengan nada sedikit meninggi.


"Tapi aku tidak menginginkan nya"


Jawab Reno sambil menahan seluruh perasaan nya.


"Kalau begitu kau harus siap melihat mayat Mama di hari esok atas rasa egois mu itu"


Setelah berkata begitu, Iriana dengan cepat memutar tubuhnya, berjalan keluar dari ruangan itu dan membanting dengan kasar pintu mendominasi berwarna putih tersebut.


Blammmmmmm.


Reno masih mematung disana, mencoba menahan semua perasaan nya.


Sejenak laki-laki itu menyentuh kedua bola mata nya dengan Jemari nya.


Basah.


Sesuatu terasa tumpah disana.


Satu ingatan yang di ucapkan gadis itu dimasa lalu menghantam ingatan nya.


Kau tahu sayang?


Kita memang tidak bisa memilih dari orangtua mana kita dilahirkan. Tapi kita bisa memilih tujuan hidup seperti apa yang kita inginkan.


Berhenti lah makan sebelum kenyang, dan berhenti lah melangkah sebelum terlalu dalam.

__ADS_1


Agnesia Angelica


__ADS_2