
Sejenak Papa indri mencoba menarik pelan nafasnya, setelah mencoba menghilangkan semua rasa shock atas apa yang dilihat nya tadi.
Laki-laki itu fikir dia perlu mandi wajib dengan kembang 7 rupa dari air dari 7 sumur milik tetangga di kiri dan kanan mereka agar tidak terkena efek sawan berkepanjangan.
Apa yang dia lihat benar-benar mengerikan.
Papa indri sejenak melirik ke arah misca, memperhatikan dengan seksama laki-laki Cantik tersebut dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya
Dia heran ada type sempurna begitu diluar tapi kenapa didalam nya bisa sama seperti milik nya.
Sejenak papa Indri menelan ludah nya.
Dan seketika begitu bola mata nya melihat misca, laki-laki Cantik itu menaik turunkan alisnya dengan Santai nya
Bbrrhhhhh.
Papa Indri seketika menggeleng-gelengkan kepala nya, tubuhnya sejenak menggigil tidak sedap.
Mimpi apa aku semalam?.
Batin nya pelan.
Laki-laki itu Tidak habis fikir, untuk ukuran perempuan secantik itu memiliki burung perkutut di bawah sana.
Oh ya Allah.
Seketika papa Indri merinding di buat nya.
Dia operasi plastik dimana hingga punya wajah secantik itu? tapi kenapa sampai tidak membuang yang dibawah sana?!.
Batin laki-laki tua itu lagi.
"Jadi nyonya ini siapa?"
Tiba-tiba suara sang istri mengejutkan pemikiran.
"Ini..."
Indri baru akan menjawab.
"Calon besan Mama"
Misca menjawab cepat tanpa basa-basi, Laki-laki cantik itu bicara sambil meraih handphone nya, membuang pandangannya dari semua orang.
Sejenak dia mengetik pesan untuk seseorang.
Haiyaaaa misca, tidak bisakah jangan buru-buru menjawab.
__ADS_1
Batin Mama Helen sambil melirik ke arah misca.
Hahhh?!.
Mama Indri jelas terkejut mendengar penuturan misca begitu juga dengan Papa nya.
"Calon besan?"
Tanya mereka Bersamaan.
Alamakkkk.
Indri tercekat.
"Hahhhhh ini Mama nya si bule tempo hari?"
Tanya Papa Indri tiba-tiba.
"Yang ada tragedi tai ayam tetangga Ma?"
Lanjut laki-laki itu lagi.
"Yang kemari bawa mobil fasilitasi? eh salah... Ding"
Kali ini sang papa kebablasan, bicara soal mobil fasilitas buat Indri.
Secepat kilat Indri menoleh ke arah sang Papa.
Indri memicingkan bola matanya.
"Ohhhh anak nakal itu sudah beberapa kali kemari? dia tidak bicara pada mama nya, sungguh keterlaluan sekali"
Omel Mama Helen tiba-tiba.
Mendengar Celotehan Mama Helen, Mama Nur sejenak diam, dia memperhatikan wanita seumuran nya itu dengan seksama.
Dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya, lalu Mama nur menatap diri nya sendiri, membuat perbandingan di antara kehidupan mereka
Bukankah kehidupan mereka seperti langit dan bumi?.
Mama Helen pasti hidup dalam gelimangan harta, bahkan Jemari-jemari nya pasti tidak pernah digunakan untuk memegang peralatan dapur seperti diri nya.
Pakaian Mama Nur mungkin di rumah wanita itu dijadikan lap kaki atau kotoran yang menempel di sisi kiri dan kanan rumah juga lantai.
Bahkan bisa jadi makanan yang di makan keluarga wanita itu tidak sama dengan yang mereka makan.
Bisa jadi ketika mereka menikmati beras raskin, keluarga itu makan beras dengan harga selangit, bisa jadi mereka membuat dadar telur 2 biji di bagi 4 dengan tambahan daun seledri dan sayuran lain nya, keluarga itu makan telor unta 🐫 dari Arab Saudi dengan jatah tanpa terkecuali.
__ADS_1
Dia merasa kehidupan mereka bagaikan langit dan bumi, yang jelas keluarga nyonya kaya itu tidak pantas di sanding kan dengan keluarga miskin mereka.
Mama Nur jelas merasa jika mereka mana pantas mendapatkan besan seperti itu.
Mama Helen yang sejak tadi sadar diri di tatap dengan seksama oleh Mama Indri seketika langsung menarik tas nya, dia mengeluarkan sesuatu didalam sana.
"Tahu tidak jeng, ini kan hari Minggu, jauh-jauh kemari untuk bersantai di rumah calon mantu, kalau keluar pakai pakaian lebai begini, tapi kalau di rumah sama pakai daster begini"
Mama Abizard seketika mulai mengeluarkan kicauan burung bellbird nya, bicara sambil menyentuh tangan Mama Indri dengan cepat.
"Daster begini lebih nyaman dipakai mak-mak komplek, di rumah juga pakai begini, bisa kesana-kemari bergerak lebihhhh leluasa"
Wanita itu mengeluarkan kantong kresek yang ternyata isi nya daster kebanggaan nya.
Motif bunga-bunga kesayangan berwarna merah menyala.
"Bahkan dengan berdaster bisa menyelinap di antara mak-mak pembeli sayuran keliling, bisa gibah bareng soal tetangga kiri kanan, tapi gibah nya sehat yah jeng nggak aneh-aneh, sesekali boleh khilaf dikit kebablasan nama nya"
Melihat Mama Helen mulai berkicau manis, misca buru-buru merapat, jiwa kekepoan nya meronta-ronta, gara-gara Mama Helen dia belakangan jadi suka ikut meng gibah.
"Ada gosip terbaru Tante, kata nya yah si itu tuh yang artis meninggal dunia bapak nya minta asuransi dan harta ini itu tu... Tante dengar tidak? kan lagi viral dimana-mana...."
Misca mulai merapatkan diri dan menjadi laki-laki somplak penuh ke gibah'an di antara para wanita cantik tersebut.
Indri yang bingung ikut merapatkan diri, ketimbang ketinggalan berita mendingan ikut-ikutan meng gibah yang siapa tahu nanti berguna untuk mengakrabkan diri bersama.
"Aku tahu itu, kan kata nya pakai acara lapor ke Komnas HAM kan? heboh itu Dimana-mana mama"
Indri mulai ikut menyempil, duduk manis di atas kursi sofa sambil meraih cemilan yang ada di atas meja.
Sang papa terlihat bingung melihat empat perempuan yang ada di hadapannya.
Aku apa ikut meng gibah juga?.
Tanya papa Indri dalam hati sambil berusaha merapatkan diri, mencoba mencuri dengar obrolan mak dan anak di sana, padahal kalau di fikir-fikir dia kan laki-laki?.
Tapi jiwa kepo nya ikut meronta-ronta kalau membicarakan soal gosip kekinian.
Dan pada akhirnya besan dan calon besan Versus calon menantu sibuk meng gibah hal tidak jelas ditemani cemilan sambil sesekali mengeluarkan cekikikan maut didalam rumah tersebut.
Dari arah kamar tengah Dimas baru bangun dari tidur nya, berjalan keluar dari sana sambil mencoba mendengar kan suara berisik yang memenuhi rumah.
Laki-laki itu terlihat mengerut kan keningnya saat dia melihat 5 orang termasuk Papa nya sibuk mengobrol dengan tingkat keseruan yang liar biasa.
Dimana dia jelas melihat ada 1 wanita asing dan 1 perempuan asing yang bicara begitu akrab dengan seluruh anggota keluarga nya.
Dimas menggelengkan kepalanya secara perlahan.
__ADS_1
Ckckckck benar-benar mak-mak tukang gibah.
Batin nya sambil melengos pergi ke arah kamar mandi.