Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Terkejut setengah mati


__ADS_3

Meisya yang bingung harus bagaimana pada akhirnya mundur beberapa langkah, mencoba bersembunyi dibalik lemari untuk beberapa waktu.


Dia fikir apakah salah dia ingin tahu siapa laki-laki yang tidur bersama misca!.


Anggaplah dia kepo, terlalu ingin tahu kehidupan soal orang lain Tapi dia sedang ingin memastikan jika perempuan itu benar-benar normal.


Selain itu bukankah cukup memalukan dia masuk ke kamar misca di kala orang nya tidak ada?.


Meisya merapatkan tubuh nya untuk beberapa waktu,dengan suara jantung tidak beraturan dia mencoba mengintip.


Sedikit kesulitan karena dia tidak bisa melihat siapa yang masuk.


Bisa dia dengar suara misca tengah bercakap-cakap dengan seorang laki-laki untuk beberapa waktu.


"Ok Terim kasih"


Misca bicara cepat kemudian langsung menutup pintu kamar tersebut.


Kemudian laki-laki cantik tersebut berjalan mendekati kasur nya, dia menyambar handphone yang ada di atas kasur milik nya dengan gerakan cepat.


Meisya bisa mengintip apa yang di lakukan misca saat ini, dia fikir sang pemilik pakaian dan dala..man laki-laki tersebut kemana?.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba misca bicara dari balik handphone nya.


"Ada apa?"


Hah.....?!.


Meisya seketika terkejut saat mendengar suara misca yang jelas berubah menjadi suara laki-laki.


Dia seketika menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya, gadis itu terlihat gemetaran.

__ADS_1


"Kau bicara apa?"


Bisa Meisya lihat misca bicara sembari melepas kan pakaian nya, perempuan cantik itu seketika membuang rambut nya dilanjutkan dengan membuka pakaian nya dan membuang atasan nya iitu ke sembarang arah, kemudian tahu-tahu misca membuang sesuatu dikedua belah dadanya.


Jantung Meisya benar-benar terasa mau lepas saat dia menyadari sosok misca telah berubah 180°.


Bagaimana mungkin?!.


Gadis itu terbelalak kaget, seketika dia kehilangan kata-kata nya.


Ada apa ini?.


"Dimana mereka?"


Misca tampak terkejut mendengar ucapan seseorang diseberang sana, dengan gerakan cepat setelah menggunakan celananya, misca yang telah mengubah dirinya dengan sosok laki-laki langsung menyambar sesuatu dari balik kasur tidur nya.


Pistol?!.


Lagi-lagi Meisya terkejut, sekujur tubuh nya seketika membeku, jantung nya berdetak begitu kencang, bahkan tangan-tangan nya seketika Menjadi dingin.


Satu gedoran kencang dari arah pintu depan mengejutkan dirinya.


Bug.... bugggg...'


Bug... bugggg...


Bisa dia lihat misca mencoba mendekati jendela, mencoba menggeser jendela tersebut dengan gerakan cepat, tapi seketika misca terkejut saat mendapati sosok Meisya yang mematung dengan tubuh gemetaran di balik Lemari.


Dia jelas terkejut luar biasa, tapi saat pintu depan semakin kencang di gedor oleh beberapa orang, secepat kilat misca menarik tubuh Meisya dan memaksa gadis itu untuk mengikuti nya turun dari sana.


"A...da...apa ini, misca?"

__ADS_1


Dia masih berharap ini hanya mimpi bagi dirinya, tapi realita nya saat laki-laki dihadapan nya bicara, seketika Meisya sadar dia tidak berada di bawah alam mimpi nya.


Ini kenyataan.


Alih-alih peduli ekspresi Meisya, laki-laki itu langsung menyeret langkah Meisya dan membawa gadis itu kabur dari sana begitu dia tahu pintu kamar tersebut berusaha didobrak oleh seseorang.


Misca yang telah berubah menjadi Kalan secepat kilat menempatkan Meisya di antara hidup dan mati, dimana mereka sekarang berdiri di antara jendela ke jendela kamar hotel yang terletak di ketinggian entah berapa tingginya Meisya tidak tahu.


"Tunggu dulu, aku bisa mati"


Meisya jelas panik saat dia menatap ke bawah, dia fikir apa kehidupan nya akan berakhir saat ini?!.


Ada apa dengan misca? kenapa perempuan cantik itu berubah menjadi laki-laki tampan? lalu siapa orang-orang didepan pintu Tersebut? dan kenapa dia harus mengikuti laki-laki itu.


"Berhenti, aku tidak mau"


Pekik Meisya panik.


"Masuk kembali kedalam dan di bunuh oleh mereka? atau diam dan ikuti apa yang aku katakan?"


Ucap Kalan sambil memegang erat pinggang gadis itu.


Meisya seketika membeku.


"Apa?"


"Jangan tanyakan soal apapun saat ini, aku akan menjelaskan semuanya setelah ini"


Ucap Kalan cepat.


Meisya jelas membeku tanpa suara, dia hanya bisa pasrah.

__ADS_1


Akhhhhh Mama kenapa jadi begini??!.


__ADS_2