Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Tidak baik-baik saja


__ADS_3

Suara gemericik air terdengar memenuhi salah satu apartemen berukuran kecil dan sederhana yang ada di kota Manhattan tersebut, air tersebut berasal dari wastafel pencucian piring, bisa dilihat bagaimana air itu mulai memenuhi lingkaran wastafel tersebut secara perlahan, dipastikan jika tidak lama lagi air tersebut akan tumpah keluar membasahi lantai di bawahnya.


kilatan api kompor masih terus menyala dan mengeluarkan warna merah nya sejak tadi, sebuah panci yang berisi sup terlihat mulai mengering, bagian bawah panci tersebut telah berubah warna menjadi hitam, di bagian dalam panci itu secara perlahan mulai mengeluarkan warna merahnya dan mulai menghanguskan isi yang ada di dalamnya sedikit demi sedikit.


Barisan sayur-sayuran dan lain sebagainya yang ada di atas meja kitchen set mendominasi berwarna hitam putih terlihat memenuhi atas meja itu.


Suara dari handphone terus berbunyi dari atas meja ruang tamu apartemen tersebut, tapi meskipun suara handphone itu terus berdering tidak ada satu orang pun yang mengangkat panggilannya sejak tadi.


Suasana sepi dan sedikit mencekam terasa di sekitar ruangan apartemen tersebut, di sebuah lantai dingin dengan keramik mendominasi berwarna putih terlihat satu sosok tubuh seorang gadis tergeletak di sana untuk waktu yang cukup lama.


Entah berapa jam waktu berlalu sejak Alessia jatuh ambruk ke lantai, tidak ada satupun sosok manusia yang datang pertama atau melihat keadaannya saat ini.


Keadaan yang mencekam di sekitaran apartemen tersebut dari kondisi air hingga api kompor yang terus bergerak dan mulai menjalar membuat mata siapapun pasti akan takut melihatnya.

__ADS_1


Bisa dipastikan jika Alessia tidak kunjung bangun dari posisi tidurnya, sesuatu yang buruk akan benar-benar terjadi dalam apartemen tersebut.


Air tidak lama lagi akan membanjiri apartemen tersebut secara perlahan, dan api dari kompor yang masih menyala itu dipastikan akan menyambar kemana-mana dan semua tragedi besar tidak terelakan dijamin akan terjadi dalam hitungan waktu.


Aroma angit dan gosong yang berasal dari panci sayur sum yang ada di atas kompor terus tercium sejak tadi dan mulai memenuhi ruangan apartemen tersebut, kabut asap mulai perlahan memenuhi panci tersebut.


Di lantai, terlihat satu gerakan dari tangan Alessia, seolah-olah gadis itu mulai menyadari tentang sesuatu, mencoba menyadarkan dirinya secara perlahan, memaksakan dirinya untuk membuka bola matanya secepatnya.


Rasa pening dikepala nya dan sakit di perut nya terasa mendominasi, tapi dibandingkan dengan yang tadi saat ini masih bisa di bilang cukup baik-baik saja.


"No..."


Gadis itu memaksa dirinya untuk bangun dari posisi tidurnya, dengan perasaan panik dia langsung mematikan api kompor serta air yang ada di wastafel.

__ADS_1


Alessia mencari sebuah handuk bekas, mencelupkan nya kedalam air dan dengan gerakan panik langsung mencoba memadamkan api kompor yang mulai menyala-nyala dan akan menyambar beberapa arah.


Ada apa ini?.


Gadis tersebut terlihat begitu bingung, begitu memastikan api kompor tersebut telah mati, Alessia langsung yg terduduk dengan lemas.


Dia mencoba memijat kepalanya untuk beberapa waktu sembari berfikir dengan bingung apa yang terjadi dengan dirinya tadi.


Dia pikir sepertinya kondisi tubuhnya tidak baik-baik saja belakangan ini, seperti saran dari Bibi mudanya, mungkin dia memang butuh pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit soal kesehatannya.


Sepersekian detik kemudian Alessia baru sadar, seseorang terus menghubungi nya sejak tadi, dia langsung berlarian menuju kearah meja tamu dimana handphone nya terus berdering, gadis itu menyambar handphone nya dengan cepat.


"halo?!"

__ADS_1


Jawab nya pelan dengan perasaan yang masih cukup bingung.


__ADS_2