Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Juga kesalahan nya


__ADS_3

Ketika Dimas dan Syahnaz Sibuk dengan kebersamaan mereka, ketika Meisya dan Kalan Sibuk di interogasi sang Mama, dan ketika Papa dan Mama Indri sudah terlelap di kamar mereka, Abizard memilih menepi di atas balkon bersama Indri dan mulai membicarakan hal serius soal mereka.


Laki-laki itu mulai menceritakan kisah persoalan pelik di antara dirinya, Reno, seorang gadis di masa lalu juga Syahnaz.


Merangkai kisah demi kisah di antara mereka satu per satu di masa lalu.


Dia tidak menyalahkan Reno sepenuhnya, juga tidak menyalahkan Agnes/Angelica atau Syahnaz.


"Nama asli nya siapa?"


Indri agak bingung dengan nama asli perempuan yang di ceritakan Abizard.


"Agnesia Angelica, karena dia punya dua panggilan seperti Dimas dan Dewa, jadi kadangkala dia dipanggil Agnes, kadang kala Angel"


Mendengar penjelasan Abizard, Indri tampak menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu pernah jatuh cinta pada nya?"


Tanya Indri pelan sambil menikmati jutaan bintang yang menghiasi langit malam, terlihat begitu indah dan terang benderang.


"Setiap orang yang pernah menjadi bagian dari kehidupan kita di masa lalu, sedikit banyak pasti meninggalkan kesan bukan?"


Tanya Abizard sambil menoleh ke arah Indri.


"Bukankah kita tidak bisa merencanakan cinta kita akan berlabuh untuk siapa?"


Begitu kata-kata itu terlontar, Indri langsung menoleh ke arah Abizard.


"Seperti kamu yang sebelumnya mengenal Reno, atau aku yang sebelumnya bersama Angel"


Lanjut Abizard lagi.


laki-laki itu tampak mulai bersandar di kasur santai berbentuk kursi di atas lantai balkon tersebut.

__ADS_1



Abizard kembali menatap jutaan bintang yang bertaburan di atas langit malam.


Terlalu indah untuk dilewatkan.


"Setiap orang pasti memiliki masa lalu. Masa lalu yang penuh dengan kesenangan atau kelamnya kehidupan. Masa lalu yang dimana setiap insan tak ada yang lepas dari berbagai macam keadaan"


"Ada yang manis bahkan tidak jarang ada yang buruk, dimana masa lalu merupakan kehidupan nyata yang penuh masa lika-liku perjalanan hidup seseorang"


Ucap Abizard panjang lebar.


"Bukankah Dalam mengarungi masa kehidupan tak selamanya berjalan lurus-lurus saja sayang?"


Tanya Abizard lagi pada Indri.


Gadis itu terlihat mengangguk kan kepalanya secara perlahan, kemudian dia mulai ikut bersandar di atas kursi sofa tersebut.


"Aku menganggap Masa lalu itu adalah sebuah sekolah kehidupan nyata yang penuh masa lika-liku perjalanan hidup, tidak aku pungkiri aku pernah mencintai perempuan itu dimasa lalu , meskipun berawal dari perjodohan dan awalnya aku tidak suka, tapi aku Mencoba membuka hati dan mencintai dia apa adanya, meskipun realita nya aku tidak tahu apa yang ada didalam hatinya"


"Karakter Agnes begitu sulit untuk dipahami, dia gadis ceria yang Sulit ditebak jalan fikiran nya, dimasa lalu Realita nya aku juga salah, terlalu fokus dengan urusan perusahaan, jarang memperhatikan keinginan nya, bahkan ketika dia membutuhkan aku, aku selalu berkata Bisakah minta bantuan Reno untuk mengganti kan aku? "


"Tanpa aku sadari, aku sendiri lah yang memberi celah saat itu pada mereka"


Abizard menghela pelan nafasnya.


"Setiap kali dia membutuhkan aku, ada banyak sekali alasan yang terlontar dari bibir ku untuk dia, aku benar-benar tidak bisa membagi waktu ku saat itu, aku fikir dengan bantuan Reno semua urusan ku soal Agnes akan jadi lebih ringan"


"Bahkan kala itu Syahnaz masih melanjutkan studinya di luar negeri, pertemuan Syahnaz dan Reno jelas jarang terjadi, semakin menambah kesempatan dua orang itu melewati waktu bersama"


"Tapi rupanya semakin aku dan Syahnaz memberi celah, semakin membuat mereka nyaman antara satu dengan yang lainnya, bahkan tanpa sadar berawal dari permintaan aku membuat jurang pemisah di antara kami hingga membuat Tante Iriana memiliki celah untuk memecah belah keadaan"


Laki-laki itu terlihat memejamkan bola matanya.

__ADS_1


Satu ingatan soal ucapan Agnes dimasa lalu kembali terngiang di kepalanya.


"Kau tahu Abizard? jika kamu terus bertahan dengan pola fikir mu yang lebih suka melihat sesuatu dari cara yang mudah, tidak memiliki ‘koneksi’ yang baik tentang hal-hal yang melibatkan perasaan, emosi, atau curahan hati. Maka perempuan mana pun yang hidup bersama mu akan mengeluh, menyatakan bahwa kamu merupakan laki-laki yang tidak cukup peka soal perasaan mereka, bahkan ketika kamu melupakan hal-hal yang dianggap penting oleh perempuan seperti ulang tahun atau bahkan ulang tahun pernikahan kalian, aku jamin perempuan manapun akan berpaling dan mencoba mencari tempat berlabuh paling nyaman didalam dirinya"


"Aku hanya perempuan biasa, bukan wonder woman yang bisa selalu tersenyum dan Mampu melakukan apapun saat laki-laki yang dia cintai mengabaikan nya"


"Aku harap kedepannya jika ada hal yang tidak baik terjadi di antara kami, kamu bertemu Angel atau Reno bahkan ada gosip yang ingin memecah belah keadaan, kamu tidak terpengaruh oleh segala sesuatu tersebut"


Laki-laki itu kembali membuka bola matanya.


"Anggaplah ini akan menjadi awal untuk masing-masing dari kita memulai semuanya, berjanji lah untuk saling menggenggam tangan dan terbuka soal segala hal, apapun sifat ku yang membuat kamu tidak nyaman, berjanjilah kamu akan membicarakan nya pada ku dan bersama memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut hmmm"


Ucap Abizard lagi sambil menoleh perlahan kearah Indri.


Gadis itu ikut menoleh ke arah Abizard, dia mengangguk kan pelan kepalanya.


Sejenak bola mata mereka saling menyatu untuk beberapa waktu, hingga akhirnya tangan kanan laki-laki itu secara perlahan menyentuh lembut wajah Indri.


Dan sebuah perpaduan lembut di antara bibir mereka menyatu Secara perlahan.



Hingga tanpa sadar Bibir mereka tampak bertaut untuk beberapa waktu.


Sepersekian detik kemudian Abizard melepaskan ciuman hangat mereka, dia mendesah pelan sambil meraih tubuh Indri dan memasukkan nya kedalam pelukan nya, Indri langsung tersipu malu-malu dan tenggelam kedalam dada laki-laki itu.


"Ohhh God tidak bisakah kita mempercepat pernikahan nya? ini bisa membuat ku khilaf"


Celoteh Abizard sambil mengeratkan pelukannya, laki-laki itu mencium puncak kepala Indri berkali-kali.


Dia mencoba menepis hasrat yang menggumpal didalam dirinya, bersumpah sejak awal untuk tidak menyentuh gadis itu sebelum pernikahan mereka.


"Aku akan bicara dengan Dimas besok, berharap hati nya mulai mencair dan tidak keberatan untuk mengizinkan kita mempercepat pernikahan nya"

__ADS_1


Ucap laki-laki itu lagi sambil memejamkan bola matanya.


Indri terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya, dengan wajah masih tersipu malu atas ciuman tadi, gadis itu langsung ikut memejamkan bola matanya di atas dada bidang tersebut.


__ADS_2