Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Indah menghubungi?


__ADS_3

Suara azan dhuhur terdengar dari sela kamar Bima, pria itu mendongakkan kepalanya.


"Astaghfirullah hal azim!?" suara istighfar berkali-kali keluar dari bibir pria itu, ia berharap emosinya bisa sedikit lega.


Bima meraih air putih yang sengaja ia siapkan di dalam kamarnya itu dan mulai meneguknya hingga habis.


Setelah emosinya sudah lebih baik, Bima pun kembali bangkit, apa yang hilang jika memang itu bukan rejekinya lagi, ia mencoba untuk mengikhlaskan.


Bima kembali memasukkan baju-baju yang berserakan di lantai ke dalam lemari plastik miliknya.


Setelah semuanya kembali masuk, Bima pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil wudhu.


Hari ini ia sengaja tidak sholat jama'ah di mushola karena setelah selesai sholat ia ingin segera menghubungi Renata lagi.


Setelah selesai sholat, ia segera melipat sajadahnya dan menggantinya di sandaran tempat tidur dan melepas pecinya. Ia biarkan sarungnya tetap bertengger di pinggang lalu memutuskan untuk duduk bersila di atas tempat tidur.


Ia kembali menghubungi Renata untuk kesekian kalinya, ia ingin mengetahui keberadaan wanita itu, bukan karena mencemaskan wanita itu tapi ia tengah mencemaskan bayi yang ada di dalam kandungan wanita itu.


"Ayolah, angkat!?" gumamnya sambil kembali melanjutkan panggilannya, tapi tetap sama. Wanita itu tidak berniat untuk mengangkat telponnya meskipun sudah terhubung.


"Dia keterlaluan sekali!? Kota itu luas, lalu aku harus mencarinya kemana kalau di tidak mengangkat telpon dariku."


Hingga akhirnya, ia teringat dengan ojek yang di bicarakan oleh istri Dirman. Dengan cepat Bima melepaskan sarungnya, mengganti celana pendek dengan celana panjang.


Ia pun bergegas pergi ke rumah pria yang sudah mengantar Renata, siapa tahu pria itu sudah pulang.


Tok tok tok


Bima mengetuk rumah yang tertutup itu,


"Assalamualaikum!?"

__ADS_1


Entah sudah berapa kali ia mengucapkan salam tapi tidak ada sahutan dari dalam.


"Apa tidak ada orang di dalam?" gumamnya lirih tapi ia melihat pintu belakang terbuka membuatnya enggan meninggalkan rumah itu.


"Ada orang di dalam? Assalamualaikum!?" lagi-lagi Bima memberi salam tapi tetap tidak ada sahutan dari dalam.


Ia sudah berdiri di sana selama sepuluh menit hingga akhirnya ia pun memutuska untuk pulang saja.


Tapi saat langkahnya baru sampai di pagar rumah itu, tiba-tiba sebuah motor datang lalu berhenti tepat di samping Bima,


"Loh mas Bima, mari masuk mas!" ajak pria itu tanpa turun dari atas motornya.


"Nggak perlu mas, kita bicara di sini saja nggak pa pa kan?"


"Oh, begitu?" pria itu pun akhirnya turun dari motornya.


"Ada apa ya mas?"


"Oh itu! Iya mas,"


"Nganterinnya sampek mana ya mas?"


"Cuma minta di antar sampai perbatasan kota sih mas, tidak jauh dari pasar. Tapi kemudian mbak Renata memesan taksi."


"Dia bilang nggak mau ke mana gitu?"


"Sayangnya enggak sih mas, ada apa ya?"


"Nggak pa pa mas, cuma mencemaskannya saja kan lagi hamil trus pergi sendiri."


"Iya sih mas, tadi saya sudah mengatakan seperti itu, tapi mbak Renata nya nggak mau peduli."

__ADS_1


"Ya sudah terimakasih ya mas atas informasinya, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Walaupun belum mendapatkan petunjuk apapun tapi Bima tetap memilih untuk pulang.


Mungkin sekarang sudah bisa di hubungi. Batinnya berharap.


Hingga sampai di rumah, ia kembali mencari keberadaan ponselnya tapi bukan Renata yang tengah menghubunginya. Ada sepuluh panggilan tidak terjawab dari Indah.


"Indah!?" gumamnya, hanya dengan melihat foto profil Indah saja sudah membuat jantungnya kembali tersebar.


"Apa aku telpon balik saja ya!?" gumamnya


. Tapi ia tampak ragu, meskipun begitu akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi kembali Indah.


Tapi baru akan memencet tombol panggil, tiba-tiba Indah memanggil. Ini untuk pertama kalinya stelah sekian lama mereka tidak saling menghubungi setelah berpisah.


Dengan tangan gemetarnya, Bima menggeser tombol terima.


"Hallo, Indah!?"


"Hallo mas!?"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2