Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Dia benar nyonya Rose


__ADS_3

Indah merasa lega setelah meninggalkan Aya dengan chef Bram, ia memilih berkeliling sendiri di pusat perbelanjaan karena belum berniat untuk pulang.


Hingga menjelang sore, Indah bagi keluar dari pusat perbelanjaan itu. Ia sudah mengikuti kelas kursus mengemudi, jadi ia tidak perlu lagi mengandalkan sopir untuk mengantarnya kemana-mana.


"Kayaknya beli sesuatu untuk makan malam enak kali ya, yang nggak ada di rumah!?" gumam Indah sambil mengamati kedai makanan yang ada di pinggir jalan, mobilnya sengaja ia lajukan dengan pelan agar ia bisa mengamatinya satu per satu.


Hingga sebuah kedai mie ayam menjadi pilihannya, ia tidak berencana untuk memakannya di tempat, ia akan membungkus dan memakannya di rumah dengan Aya dan beberapa pekerjanya.


Indah memarkir mobilnya di pinggir jalan tepat di bawah pohon, setelah memastikan mobilnya sudah aman, ia pun berjalan perlahan dengan menenteng handbag nya yang terlihat mahal meskipun sebenarnya ia membeli di mall dengan harga diskon, tapi karena penampilan Indah sekarang yang berkelas membuat semua yang di pakainya menjadi terlihat berkelas.


Tapi langkah Indah terhenti saat melihat sosok wanita yang tidak asing, wanita itu tampak lusuh dengan menggunakan clemek dan tengah membuang air kotor ke luar kedai.


"Nyonya Rose!?" gumamnya, tapi ia benar-benar tidak yakin kalau itu nyonya Rose, karena penampilannya jauh berbeda dari saat mereka bertemu sebelumnya.


"Ahhhh, masak sih itu nyonya Rose!?" gumamnya lagi, sepertinya wanita yang tengah membawa bak itu menyadari jika dirinya tengah di perhatikan oleh seseorang membuatnya mendongakkan kepalanya, tampak wanita itu begitu terkejut melihat Indah.


"Iya benar, itu nyonya Rose." akhirnya Indah yakin.


Indah pun mempercepat langkahnya, "Nyonya Rose!" panggil Indah saat melihat wanita itu hendak pergi. Tapi panggilan dari Indah malah semakin mempercepat langkah wanita itu hingga menghilang di balik kedai mie ayam itu.


Indah kini telah berdiri di tempat wanita itu berdiri, "Kayaknya aku nggak halusinasi, itu tadi beneran nyonya rose kan? Ahhh tapi masak sih nyonya rose penampilannya kayak gitu?!"


Perasaan baru saja ia membicarakan wanita itu dengan chef Bram, tapi tiba-tiba ia melihat wanita itu ada di depannya.


"Silahkan masuk!" sapa seseorang membuat Indah tersadar dari lamunannya.


Mungkin dia salah satu karyawan di kedai itu dengan clemek yang bermotif sama dengan wanita yang Indah kira mirip nyonya Rose tadi.


"Ahhh iya, saya pesan lima belas porsi mie ayam ya, di bungkus. Bumbu dan kuahnya di pisah ya!"


"Iya, silahkan duduk dulu!"


"Iya, terimakasih!"


Indah pun akhirnya masuk dan memilih tempat duduk, tapi ia masih begitu penasaran hingga matanya terus menyelidik ke segala penjuru untuk menemukan wanita tadi.


Ahhh masak sih hanya halusinasi? Tapi kalau benar itu nyonya Rose, kenapa penampilannya begitu menyedihkan? Bukankah ia punya banyak uang, bahkan ia juga menjual saham milih mas Bima.


Beberapa bulan lalu, nyonya rose datang lagi ke kantor hanya untuk mengambil hak Bima, ia menjual saham Bima pada orang lain.


Jika di pikir-pikir hasil jual saham itu masih bisa untuk hidup nyonya rose selama satu tahun ke depan. Dan jika di jadikan modal usaha, ia bisa membuka dua outlet kedai mie ayam serupa secara bersamaan.


Ahhhh mungkin bukan ...., akhirnya Indah menyerah setelah tidak bisa melihat wanita itu lagi.


Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya pesanan mie ayamnya jadi juga.


"Berapa semuanya?"


"Seratus lima puluh ribu!"

__ADS_1


Indah pun mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan,


"Kembaliannya ambil saja."


"Terimakasih banyak, mbak!" tampak kasir begitu senang.


Indah pun kembali lagi ke mobil, Indah menyempatkan diri untuk berhenti dan melihat ke belakang, tapi tetap saja wanita itu tidak muncul kembali.


Indah menggelengkan kepalanya, "Enggak, kayaknya aku yang berhalusinasi."


Ia pun memutuskan untuk benar-benar meninggalkan tempat itu.


Ia memacu mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesampai di rumah, Ternyata Aya sudah lebih dulu sampai,


"Dari mana aja sih, Ndah?" tanya Aya sambil berkacak pinggang karena merasa di bohongi oleh Indah.


"Ini!" Indah tersenyum tanpa rasa berdosa sambil menunjukkan bungkusan mie ayam, ia hanya menyisakan dua bungkus sedangkan yang lain sudah Indah serahkan pada para pekerjanya di rumah itu.


"Apa ini?"


"Mie ayam dong!?"


Aya pun tersenyum dan langsung mengambil bungkusan dari tangan Indah, ia seperti melupakan kekesalannya pada Indah. Ia segera menuju ke dapur dan mengambil dua buah mangkuk,


Indah tahu jika sahabatnya itu tidak akan pernah bisa marah padanya lama-lama.


Merekapun akhirnya menikmati mie ayam bersama, walaupun hidup Indah sudah berubah tapi tetap saja tidak bisa menghilangkan kesederhanaan Indah.


"Gimana tadi kencannya?"


Aya langsung menghentikan makannya, "Ya ampun Indah, hampir saja aku lupa." tampak Aya begitu heboh.


"Gimana?"


"Emmmmm, chef Bram sweet banget orangnya!?" tampak Aya bercerita sambil berseri-seri.


"Benarkah? Gimana ceritanya?"


Aya pun menceritakan pertemuan singkatnya dengan pria yang sangat ia idolakan itu.


"Ya ampun, baru tahu aku kalau chef Bram sweet. Kayaknya chef Bram beneran suka sama kamu!?"


"Ahhh yang bener? Tapi aku nggak mau ah terlalu berharap, takutnya salah."


"Aku doakan deh, chef Bram beneran suka sama kamu."


"Aminnnn!?" Aya menakupkan kedua tangannya di wajahnya, "Oh iya, aku hampir lupa. kamu dari mana aja tadi?"

__ADS_1


"Ada deh, oh iya aku tadi kayaknya ketemu nyonya Rose deh, tapi penampilannya jauh berbeda. Kira-kira aku halu apa beneran ya?"


"Jauh beda gimana?"


"Pokoknya beda, lusuh, nggak terawat trus masak kerja di kedai mie ayam!?"


"Jadi benar!?" gumam Aya lirih tapi masih bisa di dengar oleh Indah.


"Benar apanya?"


"Kemarin pas aku ke rumah, aku nggak sengaja lihat nyonya Rose di samping rumah dan benar penampilannya kayak yang kamu ceritakan. Trus pas aku ikuti, kontrakan jauh lebih kecil dari kontrakan lama kita. Aku kira itu bukan nyonya Rose, jadi kamu juga lihat?"


"Bagaimana kalau besok kita ke kontrakan nyonya Rose?"


"Buat apa?"


"Cuma buat mastiin aja."


"Cari penyakit kamu, Ndah! Kalau emang kenyataannya kayak gitu sekarang, syukurlah mungkin itu karma buat dia."


"Ahhh tapi_!"


"Kamu jangan terlalu baik sama orang, ntar di manfaatin lagi."


...***...


Dan di tempat lain, benar saja wanita yang di anggap mirip seperti nyonya rose itu nyatanya benar-benar nyonya rose.


"Kamu kenapa sih malah bersembunyi, bukannya kerja. Mau di pecat sama bos!?" hardik sesama karyawan itu.


"Iya maaf!?"


"Sudah sana cuci mangkuk lagi, mangkok kotornya sudah banyak itu."


"Iya!?"


Wanita yang dulu begitu angkuh itu, sekarang seperti tidak punya harga diri, ia menjadi tukang cuci di kedai mie ayam hanya untuk menyambung hidupnya.


Aku harus mengumpulkan uang untuk menyusul Bima ....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2