Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Rencana nyonya Rose


__ADS_3

Nyonya Rose mencari cara untuk merenggangkan hubungan antara Bima dan Rena.


"Aku harus menghubungi Indah sekarang!"


Nyonya Rose pun mengambil benda pipinya, mencari nomor Indah dan melakukan panggilan.


"Hallo ma!"


"Hallo Indah!"


"Apa ada masalah ma? Kenapa tiba-tiba mama menghubungi Indah?"


"Enggak, Indah bisa ketemu nggak sama mama, mama ada perlu sedikit nih!"


"Bisa ma, di mana?"


"Gimana kalau di kafe Deket kampus kamu? Kamu masih di kampus kan?"


"Iya ma!"


"Setengah jam mama sampai, nanti kalau mama sampai mama kirim lokasinya!"


"Iya ma!"


"Bye Indah, sampai jumpa!"


"Sampai jumpa ma!"


Indah meletakkan ponselnya dengan wajah galau.


"Ada apa?"


Indah sampai tidak sadar jika di sampingnya masih ada makhluk penggangu,


Ahhhh sampai kapan aku akan di ikuti terus sama dia?


"Kamu kesambet ya?" Dava meletakkan punggung tangannya di kening Indah dan berpindah ke keningnya sendiri.


"Normal, nggak panas!?"


"Memang orang kesambet keningnya panas?"


"Ya siapa tahu!"


"Aku ada urusan, aku pergi dulu!"


Indah berlalu begitu saja.


"Tapi bentar lagi masih ada kelas!" teriak Dava tapi tidak di hiraukan oleh Indah.


Dava hanya bisa menatap kepergian Indah.


Sebenarnya menjadi pacar kontrak hanya caranya saja agar bisa dekat dengan gadis itu.


Sejak pertama mereka bertemu, Indah sudah sangat menarik perhatiannya.


Wajah polos Indah membuatnya suka, hal yang tidak di duga ternyata mereka juga satu kelas.


Ia selalu sengaja mencari gara-gara dengan Indah agar bisa saling bicara dan berdebat.


Dava yang dingin dengan hidupnya yang seperti hanya ada hitam dan putih tiba-tiba berwarna dengan kehadiran Indah.


Tapi ia tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya pada Indah, setiap kali ingin mengatakannya yang keluar malah kata-kata yang membuat Indah kesal dan mereka akan kembali bertengkar.


Indah, apa aku bisa memilikimu?


...***...


Indah akhirnya sampai di tempat yang di tunjuk oleh mama mertuanya.


Senyum cantik dari mama mertua langsung menyambut kedatangannya.


"Mama!?"


"Indah ...., kamu tambah cantik!"


Nyonya Rose meregangkan kedua tangannya, dan Indah langsung berhambur memeluk Indah.


"Indah kangen sama mama!"


"Mama juga! Maaf ya mama nggak bisa berkunjung, beberapa bulan ini mama harus ke tempat Kasandra karena dia sakit di sana!"


"Bagaimana keadaannya sekarang?"

__ADS_1


"Sudah lebih baik, maklum lah dia anak manja jadi sakit sedikit aja mama sudah di minta datang!"


Indah tersenyum, ia begitu senang mendapatkan mama mertua yang begitu perhatian dengannya. Walaupun jarang berkunjung, nyonya Rose kerap mengirimkan makanan dan buah-buahan.


"Duduklah sayang!"


Indah pun ikut duduk setelah nyonya Rose duduk.


"Gimana Bima baik kan sikapnya sama kamu?"


"Baik kok ma!"


Udah ada tanda-tanda kalau mama bakal punya cucu belum?"


Indah sampai hampir tersedak minumannya mendengar pertanyaan dari mama mertuanya.


"Hati-hati sayang, pelan-pelan saja, okey!"


"Iya ma!"


Gimana mau ada cucu kalau sampai sekarang hubungan kami hanya sebatas ciuman doang, itu pun nggak sering ....


"Jangan khawatir sayang, kalau sudah tiba waktunya pasti bakalan dapet. Mama dulu juga butuh dua tahun kok Sampek bisa mengandung Bima."


"Iya ma, oh iya mama bilang tadi ada yang penting, apa ya ma?"


"Ini soal pelakor!"


"Pelakor?"


"Iya, perebut laki orang. Bima sedang di deketin sama pelakor!"


"Ma_!"


"Kamu tahu kan sekretaris baru Bima?"


"Siapa?"


"Ya memang dia jauh lebih lama di banding kamu nikah sama Bima. Sekretaris lama Bima di rekomendasikan sama papanya Bima buat pimpin perusahaan cabang di daerah, makanya Bima cari sekretaris baru!"


"Maksudnya Rena?"


"Jadi kamu sudah ketemu sama dia?"


"Dia itu ternyata coba goda suami kamu, jadi kamu harus lebih hati-hati!"


Pantes saja waktu itu dia pegang tangan mas Bima ....


"Ehhh tapi ma, bukankah dia sudah temenan sejak SMA sama mas Bima?"


"Ya itulah, makanya mudah buat dia deketin Bima! Pokoknya kamu harus jagain suami kamu!"


"Gimana ma caranya?"


"Gampang, sini mama bisikin!"


Indah pun mendekatkan kepalanya mama mama Rose.


"Gimana?"


"Indah setuju ma, tapi gimana kursus Indah?"


"Itu gampang, mama yang akan bilang sama Bram!"


"Makasih ya ma!"


"Sama-sama, pokoknya mama nggak mau kalau kamu sampai kalah!"


"Siap ma!"


...***...


"Bim ini udah berbulan-bulan dan kamu masih hindari aku!"


Rena dan Bima kini sudah berada di sebuah restauran.


"Rena, tolong mengerti aku. Aku terlalu takut menghadapi semua ini, semuanya terasa rumit buat aku!"


"Kalau aku harus ngertiin kamu terus, lalu kapan kamu akan ngertiin aku? Aku juga istri sah kamu, kita sudah nikah secara agama!"


"Maafkan aku!"


"Bukan itu yang aku mau, aku butuh kamu bukan butuh maaf kamu!"

__ADS_1


"Baiklah, malam ini aku akan ke rumah kamu!"


"Serius?"


"Iya!"


...***...


Indah sudah menunggu suaminya pulang, malam ini ia ingin membuat suaminya menyentuhnya. Ada beberapa baju seksi yang sudah di berikan oleh nyonya Rose.


"Malu nggak ya kalau aku yang berinisiatif duluan?"


"Nggak pa pa deh, demi keutuhan rumah tangga aku. Aku siap!"


Indah menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Begitu seksi dengan balutan gaun trasparan berwarna merah. Rambutnya di ikat asal hingga menampakkan leher jenjangnya.


"Sudah jam sembilan, masak mas Bima belum pulang sih?"


"Apa aku hubungi aja ya dia!?"


Indah pun mengambil ponselnya dan mengubungi suaminya. Tidak ada jawaban, telpon malah di reject.


"Kok malah di reject sih!??"


Tidak berapa lama ponselnya berdering, ada pesan masuk.


//Maaf, malam ini aku tidak pulang//


"Loh kok tidak pulang sih!?"


Indah kembali mencoba menghubungi Bima tapi ternyata telponnya sudah tidak aktif.


"Aku harus hubungi siapa dong sekarang? Masak mas Bima nggak pulang? Atau dia mau kasih kejutan ya buat aku!?"


"Aku tungguin aja deh!"


Indah pun menunggu Bima hingga tengah malam. Tapi suaminya tidak kunjung datang.


Ia bahkan sudah mondar mandir dengan baju yang super mini. Akhirnya menyerah dengan mata lelahnya. Ia tertidur di sofa ruang tamu sambil memegangi ponselnya.


...***...


Pagi hari, Indah langsung bangun dan memeriksa kamarnya berharap sang suami sudah pulang. Tapi hasilnya nol, dia tidak ada.


"Jangan-jangan benar apa yang di katakan oleh mama .....


"Pokoknya aku nggak boleh nyerah, aku harus bisa pertahanin mas Bima, bagaimanapun caranya!"


Ia segera bersiap-siap pergi ke kampus, ia sudah punya rencana untuk siang nanti.


Di tempat lain, Bima terlihat baru saja membuka matanya, ia menatap jam yang tergeletak di atas nakas. Di sampingnya juga sudah tidak ada orang.


"Astaga, aku bangun kesiangan!"


Dengan cepat Bima membersihkan diri, Rena sedang sibuk di dapur.


"Sayang kamu mau ke mana?"


"Kenapa semalam kamu tidak bangunin aku?"


"Tidur kamu pulas banget tadi!"


"Aku pergi!"


"Tapi sayang_!"


Bima tidak mempedulikan teriakan Rena. Ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia berharap tidak sampai terlambat sampai di apartemen.


Tepat saat mobilnya sampai di depan apartemen, terlihat Indah tengah menunggu kendaraan di jalan depan apartemen.


"Mas Bima?"


"Masuklah!"


Walaupun ragu, tapi akhirnya Indah bersedia masuk. Dan mobil kembali melaju.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2