
Terlihat MC acara formal sudah mulai memasuki panggung sedangkan MC informal meninggalkan tempatnya.
Pakaian yang di kenakan tidak ada bedanya dengan para tamu undangan di temani oleh wanita cantik yang sepertinya juga berperan sebagai MC acara.
Setelah melakukan beberapa sambutan, kemudian sambutan terakhir di tujukan pada nyonya Rose sebagai perwakilan dari group H.
"Baiklah, di acara rutinan setiap tahun ini. Kita selalu saja mendatangkan tamu paling istimewa di sini. Mari kita sambut nyonya Rose." ucap pria berjas itu dengan begitu bersemangat dan langsung di sambut dengan tepuk tangan.
Setelah nama nyonya Rose di panggil, wanita itu langsung di sorot lampu dan dengan senyum yang di buat ramah, wanita itu mendekat ke arah panggung dan seseorang dengan senang hati membantunya naik ke atas panggung yang tidak begitu tinggi itu.
Setiap langkahnya seakan begitu berharga hingga semua kamera mengarah padanya.
"Silahkan nyonya memberi sambutan untuk pesta ini." ucap MC sambil memberikan microphone pada nyonya Rose.
Kini nyonya Rose sudah berdiri menatap para tamu undangan, terlihat di sisi lain Bima mencengkeram tangannya, wajahnya terlihat begitu gelisah. Sesekali ia melihat ke arah pintu masuk kemudian beralih pada Indah yang berdiri di sisi lain dari dirinya. sedangkan Renata, entahlah Bima tidak mempedulikannya.
"Terimakasih atas penghargaannya. Saya begitu tersanjung karena masih di anggap istimewa setelah bertahun-tahun, dan yang paling penting setelah apa yang terjadi kemarin di acara pertemuan pemilik saham, atas kekacauan itu saya mewakili putra dan menantu saya meminta maaf pada kalian."
Tampak sekali jika wanita itu tengah menarik simpati pada banyak orang.
"Ihhh, nenek sihir benar-benar ya. Kayak dia aja yang paling menderita." gerutu Indah di tempatnya.
"Dengarkan dulu, Ndah!" Aya yang sebenarnya sudah mulai kesal hanya bisa mencoba menenangkan sahabatnya itu.
"Saya rasa saya tidak perlu membicarakan hal itu lagi karena semuanya juga sudah tahu." ucap nyonya Rose sambil melirik ke arah Indah dengan senyum tipisnya, Indah tahu apa maksud dari senyum itu.
Kemudian nyonya Rose kembali melanjutkan ucapannya,
"Baiklah, Group H adalah perusahaan yang memang di tinggalkan oleh pak Wira belasan tahun yang lalu karena sebuah insiden kecelakaan.
Saat itu perusahaan ini kecil, group H hanya group kecil yang bahkan bisa di bilang urutan ke lima terbawah perusaan di kota ini.
__ADS_1
Tapi dengan kegigihan suami dan juga putra saya, perusahaan ini menempati urutan perusahaan ke tiga di kota ini.
Untuk itu mari beri tepuk tangan untuk putra saja, Bima!"
Lampu beralih menyorot ke arah Bima di sambut dengan tepuk tangan para tamu undangan.
Walaupun Bima tidak menyukai hal ini, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain tersenyum tipis, nyaris tidak terlihat.
Tapi terlihat sekali kali ini Bima tengah menahan amarah dengan mengepalkan kedua tangannya, ia juga menatap ke arah Indah yang berdiri di sisi lain tempatnya berdiri saat ini. Ia hanya berharap Indah segera pergi tapi tampak wanita itu memilih untuk tetap diam di tempatnya.
Tapi kemudian tatapan Bima kembali beralih ke panggung saat nyonya Rose mulai bicara lagi,
"Bima adalah putra kebanggaan kami, dia sengaja di persiapkan untuk menjadi pemimpin. Hanya tiga tahun saja di tangan Bima, statistik perusahaan meningkat tajam." nyonya Rose terus mengunggulkan prestasi-prestasi Bima tapi Bima tidak menyukai hal itu.
"Lalu bagaimana pendapat kalian tentang datangnya orang baru yang jelas-jelas tidak memilki pengalaman apapun mengenai perusahaan?" tanyanya pada para tamu dan tanpa banyak berpikir para tamu langsung bisa tahu siapa yang sebenarnya tengah di bicarakan oleh nyonya Rose, sebagian besar dari mereka langsung berbisik dan menatap ke arah Indah.
"Maaf Indah, mama bukan ingin membuatmu tersudut." ucapnya dengan wajah yang di buat seolah-olah memberi simpati pada Indah.
Sekarang tatapan menyalahkan seolah-olah tertuju pada Indah.
Jadi ini tujuannya ....
Indah benar-benar merasa seperti sedang di kasihani oleh seseorang yang jelas-jelas telah menjatuhkannya.
"Tapi sungguh, mama menyayangkan jika hubungan kalian berakhir secepat ini. Jika kamu melepaskan putraku, belum tentu bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia, sayang!"
Nyonya Rose berusaha membalikkan fakta bahwa Indah lah yang bersalah dalam hal ini membuat Indah semakin tersudut.
Apalagi bisik-bisik para tamu undangan yang semakin membuat Indah seakan-akan tidak ada nilainya di mata mereka.
"Lagi pula, untuk memimpin group H kamu membutuhkan pasangan seperti Bima, saya rasa perusahaan tidak mungkin bisa berkembang jika hanya di jalankan olehmu yang tidak berpengalaman. Kamu butuh pasangan yang mampu mengelola perusahaan besar seperti group H."
__ADS_1
Melihat Indah yang semakin tersudut, Bima benar-benar tidak tahan, ia hampir menghampiri Indah tapi segera ia urungkan saat seseorang lebih dulu mendekat ke arah Indah.
"Siapa bilang Indah akan sendiri, saya yang akan menjadi pendampingnya." ucap seseorang itu.
Dia adalah Dava, Dava datang tepat waktu,
"Dava!?" ucap Indah benar-benar dibuat terkejut. Tapi Dava sama sekali tidak menatap ke arah Indah, ia lebih tertarik untuk melihat ekspresi wanita yang tengah berdiri di atas panggung itu, ia mengandeng tangan Indah.
Indah masih terdiam dan pasrah saat Dava menarik tangannya mengajaknya ke atas panggung.
Membuat wanita yang tadi banyak bicara di atas panggung itu terdiam tanpa berkata apapun dengan wajah paniknya.
Dava mengambil sebuah microphone yang di pegang oleh MC yang berdiri di sudut panggung.
"Selamat malam, maaf jika saya tiba-tiba datang. Saya perkenalkan jika masih ada yang belum kenal dengan saya. Saya Dava, saya pemilik perusahaan group E. Kalau ada yang tidak tahu tentang group E, Silahkan buka situs resmi kami."
Beberapa orang yang datang saling berbisik, saling berbicara dengan teman sebelahnya. Ini untuk pertama kalinya, pewaris group E keluar di publik demi membela seorang wanita yang jelas masih berstatus istri CEO group H.
"Dan yang paling penting dari semua itu, saya adalah orang yang mencintai Indah. Tidak peduli sekarang dia berstatus sebagai istri siapa, tapi kalian pasti juga sudah tahu kalau proses perceraian mereka sedang berlangsung."
"Untuk kedepannya, jangan khawatir jika Indah tidak akan sanggup memimpin perusahaan. Karena saya yang akan berada di balik Indah."
Berdasarkan statistik prestasi CEO terbaik, selama jatuh pada nama pewaris group E,.dan posisi ketiga di tempati oleh Bima. Posisi kedua di tempati oleh pemimpin group A.
Dan mereka baru tahu jika ternyata pewaris group E masih begitu muda.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...