Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Cerita si mbok


__ADS_3

Kedatangan Indah langsung di sambut dengan gembira oleh mbok,


"Mbok, Indah pulang!"


Mendengar teriakan Indah, wanita tua yang tengah sibuk di dapur itu segera menghampiri Indah ke luar,


"Ya Allah, nduk ...., mbok kangen." di mbok segera memeluk Indah.


"Indah juga, mbok!"


"Ayo masuk, masuk!" setelah melepas pelukannya mbok segera menarik tangan Indah dan membawanya masuk ke dalam rumah, tapi baru satu langkah masuk tiba-tiba mbok teringat sesuatu, ia kembali mencari-cari seseorang yang mungkin berada di belakang Indah,


"Nduk, kamu pulangnya sama siapa?"


"Itu, sama teman!" Indah menunjuk pada mobil yang terparkir di halaman.


"Nak Bima?"


"Bukan mbok!"


"Loh, kok bisa? Jadi kamu ke sini nggak sama suami kamu?"


Indah segera menganggukkan kepalanya.


Dava pun akhirnya turun dari mobil membuat si mbok kembali tercengang,


"Jadi teman kamu laki-laki nduk?" si mbok benar-benar terkejut melihatnya, Dava sudah berjalan mendekat tapi raut wajah mbok semakin tidak suka.


"Apa nak Bima tahu kalau kamu ke sini nduk, sama dia?"


"Nanti Indah cerita mbok, mbok jangan khawatir kami tidak melakukan hal-hal yang bisa mencoreng kesucian Indah mbok!"


"Tapi pergi sejauh ini dengan laki-laki lain tanpa sepengetahuan suami, bukankah itu sesuatu yang mencoreng martabat kamu sebagai seorang istri?"


Indah tidak mungkin menceritakan semuanya pada si mbok, tentang bagaimana rumah tangga mereka. Ia pun memilih diceramahi oleh si mbok,

__ADS_1


"Maafkan saya mbok, saya teman Indah di kampus! Sungguh saya tidak melakukan apapun sama Indah, kami kesini dengan alasan yang jelas!" Dava pun akhirnya membantu Indah untuk menjelaskan semuanya.


Walaupun tetap tidak suka, tapi si mbok pun tetap mempersilahkan Dava untuk ikut masuk. Si mbok segera menyiapkan minuman untuk Indah dan Dava.


"Mbok duduklah, ada yang Indah ingin tanyakan sama si mbok!"


Akhirnya si mbok pun ikut duduk bersama Indah dan Dava.


"Mbok masih ingat nggak sama potongan koran yang mbok simpen itu?"


Terlihat si mbok mengerutkan keningnya membuat kerutan di kening wanita tua itu semakin banyak,


"Koran?"


"Iya, tentang kecelakaan itu!"


"Masih mbok simpan, ada apa?"


"Apa benar itu adalah berita tentang kematian orang tua Indah, mbok?" Dava pun akhirnya ikut bertanya.


"Maksud mbok?" tanya Indah yang jadi penasaran.


Si mbok pun mulai cerita, "Jadi waktu itu terjadi masalah di perusahaan, tiba-tiba ada beberapa orang yang datang dan mengaku sebagai pihak dari bank, mereka menempelkan penyegelan atas rumah dan perusahaan."


Mbok berdiri dan mencoba mengingat kejadian itu, "Saat itu begitu kacau, hingga untuk melindungi Indah, tuan meminta saya untuk menjaga Indah untuk sementara waktu di kampung sampai semuanya kembali stabil."


Indah mencoba mengingat kejadian itu, walaupun tidak banyak yang ia ingat. Ia masih bisa mengingat saat di mana papa dan mamanya mengantar dirinya dan si mbok pergi ke kampung,


"Tuan dan nyonya sengaja mengantar saya dan Indah ke kampung, mereka mengatakan tidak akan sampai satu bulan mereka aku menjemput kami!"


Setelah itu aku tidak tahu lagi, dan dua hari setelah hari itu sebuah kabar mengejutkan datang. Tuan Hadi Wijaya dan istrinya mengalami kecelakaan tunggal, saat itu aku tidak mungkin langsung mengatakannya pada Indah. Aku memilih untuk menyimpan surat kabar itu dan akan memberitahukan pada Indah saat ia sudah besar!"


"Jadi, mereka menitipkan Indah terlebih dulu?"


"Iya!"

__ADS_1


"Sepertinya mereka tahu bahwa ada bahaya yang tengah mengancam keselamatan indah, makanya mereka menyembunyikan Indah di sini!" Dava pun mulai menguraikan satu per satu.


"Awalnya saya juga berpikir seperti itu, tapi tetap saja demi menjaga Indah. Saya tidak kembali ke kota untuk memastikan semuanya!"


"Lalu bagaimana dengan keluarga suami Indah, mbok?" Dava benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.


"Sekitar lima tahun yang lalu, tanpa sengaja saya di pertemukan dengan nyonya Rose saat saya pergi ke kota, saat itu nyonya Rose langsung menanyakan keadaan Indah. Dan meminta saya berjanji untuk menikahkan Indah dengan putra mereka!"


"Lalu?"


"Saya tidak berani berjanji, karena pernikahan itu menjadi keputusan Indah sendiri, sehingga saat Indah lulus SMA, mereka datang ke sini dan bertanya pada Indah langsung!"


"Jadi mbok tahu, nyonya Rose keluarga seperti apa?"


"Mereka adalah sahabat tuan Hadi, sekaligus orang kepercayaan tuan juga. Suami nyonya Rose adalah sekretaris pribadi tuan Hadi!"


"Apa mbok tidak mencurigai mereka, kenapa tiba-tiba perusahaan bisa beralih ke tangan mereka?"


"Maksudnya?"


"Jadi mbok tidak tahu kalau saat ini perusahaan yang di kelola keluarga Bima adalah milik tuan Hadi Wijaya?"


"Sungguh saya tidak tahu, yang saya tahu waktu itu mereka hanya mengatakan kalau mendapat amanat untuk menikahkan nak Bima dengan Indah, selebihnya saya tidak tahu!"


Indah sudah sedikit mendapat gambaran, tapi ia benar-benar belum berani menyimpulkan apapun, Ia masih belum punya cukup bukti untuk itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2