Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Renata 3


__ADS_3

Dada yang naik turun dan keringat yang bercucuran menandakan mereka sudah mencapai pelepasannya,


Wanita yang sudah bergumul dengan suaminya akhrinya menyadari keberadaan Renata.


Ia segara menarik apapun yang ada di sekitarnya hingga menemukan sebuah kemeja milik Pramu,


"Mas, dia siapa?" tanyanya pelan dengan tatapan takut.


"Bukan siapa-siapa, istirahatlah aku akan menyelesaikannya." ucap Pramu sambil mengecup bibir wanita itu dan sekali lagi di depan Renata.


Panas, sakit dan perasaan campur aduk yang tidak bisa Renata gambarkan. Seperti sebuah flashback, dimana saat ia berada di posisi wanita itu dan yang sekarang berada di posisinya dulu adalah Indah.


Apa ini yang namanya karma?


Seperti sebuah pembalasan lunas atas apa yang ia lakukan dulu pada Indah.


Pria yang berstatus sebagai suaminya itu segara mengenakan kembali baju dan celananya, tidak lupa ia menutup tubuh wanita itu dengan selimut lalu meninggalkannya.


Srekkkkk


Tangannya dengan kasar menarik tangan Renata agar ikut keluar dengannya,


Meskipun Renata mengeluh kesakitan, tidak membuat pria itu melepaskan cengkeraman tangannya, lengan Renata yang sedikit bengkak karena suntikan infus, semakin sakit.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka sampai juga di kamar utama, pria yang berstatus sebagai suaminya itu menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur kemudian menindihnya, menciuminya dengan paksa.


Seharusnya ia senang, karena setidaknya suaminya masih mau menyentuhnya tapi nyatanya apa yang baru saja ia lihat membuatnya mual, ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika keringat wanita itu bercampur dengan keringatnya.


Dengan sisa kekuatannya, ia mendorong tubuh kekar sang suami. Jika dalam keadaan normal mungkin ia tidak akan mampu mendorong tubuh itu, tapi karena sang suami baru saja mengeluarkan tenaga yang banyak untuk menjamah wanita asing itu, hanya sekali dorong sudah berhasil membuat tubuh pria itu terkapar di sampingnya dengan nafas yang tersengal-sengal.


Renata pun segera memanfaatkan hal itu untuk bangun dan duduk.


"Dia siapa, Pram?" Renata segera mencecarnya dengan pertanyaan.


Tapi pria itu malah tampak tersenyum, "Ada apa? Tidak masalah kan jika aku melakukan ini, ini sudah biasa bukan?"


Ya seharusnya ini sudah biasa, ini bukan pertama kalinya, tapi di rumah yang menjadikan dia nyonya rumah itu tentu itu hal yang menyakitkan.


"Ahhhh, ini bukan hal yang besar, jadi jangan dibesar-besarkan. lagi pula dalam dua Minggu ini kamu sudah menghabiskan uang dua ratus juta, buat apa?"


Renata tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar, bahkan uang yang menurutnya tidak begitu besar sekarang di permasalahkan.


"Hanya segitu, kenapa sekarang jadi masalah?"


Pramu segera bangkit dan menarik dagu Renata hingga Renata memekik kesakitan, ia tidak merasa salah bicara, bagaimana pria di depannya itu begitu marah,


"Kamu pikir aku mesin pencetak uang untukmu. Jangan pikir aku tidak tahu, selama ini kamu sudah banyak membohongiku."

__ADS_1


"Mak_maksudnya apa?" Renata menelan Salivanya begitu berat, ia tidak tahu apa yang suaminya maksud.


"Sudahlah, lagi pula aku sudah berbaik hati padamu." Pramu segera berdiri dari duduknya, ia meninggalkan Renata begitu saja dalam rasa penasarannya. Hingga akhirnya ia berhenti tepat di depan pintu, dan kembali menatap Renata,


"Oh iya, kalau kamu penasaran dengan wanita yang ada di bawah, mulai sekarang dia akan tinggal di sini, dia juga akan berpindah ke kamar ini. Jadi bersiap-siap lah untuk mengemasi barang-barang mu dan pindah ke kamar bawah."


"Dia siapa?"


"Dia wanita yang dipilih mama buat jadi ibu dari anak-anakku. Jadi posisinya sangat penting di sini, bersikaplah baik terhadapnya jika masih ingin tetap tinggal di sini."


Akhirnya ia benar-benar pergi meninggalkan Renata yang masih terdiam di tempatnya, ia hanya bisa menatap nanar pintu yang kembali tertutup.


"Gila, ini benar-benar gila!?" Renata bangkit dan menarik asal selimut itu, melemparnya ke lantai begitu saja.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2