Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Rencana Renata


__ADS_3

Kedatangan Renata ke rumah besar itu tentu menjadi sebuah keberanian tersendiri mengingat bagaimana hubungan renata dengan keluarga Bima selama ini,


Renata kini sudah duduk di sofa besar yang ada di ruang tamu, sofa itu begitu lembut dan tidak pasaran, sepertinya sofa itu di pesan khusus hingga tidak ada kesamaan dengan sofa-sofa yang di jual di toko-toko meubel.


"Hmmm!" sebuah deheman berhasil membuat Renata bangun dari duduknya, ia segera memunculkan senyum termanisnya dan memberi salam,


"Selamat sore, Tante!"


"Tidak usah berbasa-basi, katakan apa yang membuatmu berani menampakkan diri di depan saya!" ucap nyonya Rose dengan wajah arogannya. Ia melipat kedua lengannya di depan dada dan menatap Renata dengan tatapan remeh.


"Sebaiknya kita duduk dulu Tante, karena berita yang akan saya bawa adalah berita yang cukup penting buat nyonya."


"Kamu jangan lancang duduk di sofa mahal saya!"


Tapi bukannya takut, Renata malah menikmati duduknya. Ia mengusap sofa itu, begitu lembut di tangannya. "Tapi sayang, sepertinya bahkan sofa mahal ini akan segera Tante tinggalkan ." ucap Renata dengan senyum misteriusnya.


"Apa maksud kamu?"


"Sebaiknya Tante duduk dan kita bisa bicara selayaknya menantu dan mertua. Bukankah begitu mama Rose?"


Baiklah, aku akan sedikit merendah pada wanita murahan ini ...., nyonya Rose tidak punya pilihan lain selain menuruti permintaan Renata. Ia pun duduk di sofa terpisah dengan Renata, mereka terpisah oleh meja tamu.


"Katakan!"


"Santai aja mama mertua!"


Rasanya muak sekali mendengar dia mengatakan hal itu, ingin sekali aku sobek mulutnya ...


"Apa Tante tahu kalau sekarang Indah sudah mengajukan gugatan cerai sama Bima?"

__ADS_1


Nyonya rose begitu terkejut, ia sampai berdiri di buatnya, "Kamu jangan bicara sembarangan ya, pergi dari sini kalau kamu datang ke sini cuma ingin membicarakan hal yang tidak penting seperti ini."


"Ya udah kalau Tante tidak percaya. Jangan sampai Indah mengambil semuanya, oh iya bagaimana kalau sampai Indah tahu jika om Rendra ternyata sudah punya istri baru, bukankah itu akan sangat memperkuat pihak Indah?"


"Kamu_!"


"Jangan khawatir Tante, aku juga buka gadis bodoh. Aku tidak mungkin membicarakan hal ini pada Bima. Sebaiknya setelah ini Tante bersikap baik padaku, karena mungkin saja Bima akan berpihak pada Indah." Renata segera berdiri dari duduknya ,"Tante sudah tahu kan nomor telpon aku, jika Tante merasa perlu bekerja sama denganku, aku siap kok Tante, Ups salah! Maksudnya mama mertua! Sampai jumpa!"


Renata pun akhirnya benar-benar pergi. Ia meninggalkan Nyonya Rose yang terlihat begitu syok.


Nyonya Rose sampai menjatuhkan tubuhnya di sofa, tangannya mengepal sempurna. Ia benar-benar tidak menyangka wanita yang ia anggap remeh dan tidak akan menjadi ancaman baginya ternyata mengetahui semuanya. Sebuah fakta yang sengaja ia sembunyikan dari Bima sekalipun.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana kalau Bima sampai tahu?"


Bahkan untuk bisa meyakinkan Bima sangat sulit,


"Pokoknya Bima tidak boleh sampai tahu hal ini. Aku juga harus meyakinkan Indah agar tidak menggugat cerai Bima, bagaimanapun caranya!"


Kini Dio sudah berada di ruangan Bima, yang sekarang juga di sulap menjadi tempat tinggal Bima.


"Ada apa?"


"Nona Renata hari ini datang ke rumah nyonya besar!"


Bima mengerutkan keningnya, Untuk apa? Bima cukup tahu hubungan mereka tidak baik selama ini. Bahkan ia menyembunyikan pernikahannya dengan wanita itu.


"Apa kamu tahu kenapa Renata ke sana?"


"Tidak tuan. Apa tidak sebaiknya tuan bertanya langsung pada nona Renata?"

__ADS_1


"Baiklah, sekarang antar saya ke sana!" Bima pun menyambar jas dan ponsel yang sengaja ia geletakkan di atas meja.


Dio mengikutinya di belakang, kali ini Bima memilih untuk tidak berkendara sendiri,


"Bagaimana dengan Indah?" tanya Bima saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Nona Indah tampak baik, hanya saja kemarin nona Indah pergi ke pengadilan agama."


Jadi dia benar-benar serius dengan ucapannya?


"Bagaimana dengan putra group E itu?"


"Sepertinya nona Indah sengaja menghindarinya!"


"Baguslah!"


Walaupun wajahnya tampak tenang, tapi Bima kini tengah memikirkan cara agar Indah tidak sampai benar-benar menggugat cerai dirinya.


Baginya pernikahannya bukan hal yang main-main, jika ada yang harus di korbankan. Ia rela jika harus melepas Renata.


Bersambung


Sebagai ganti yang kemarin Doble tapi khilaf, hari ini benaran aku kasih Doble ya.


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2