Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Menemui pengacara


__ADS_3

Sudah dua hari tapi Bima tidak juga pulang, hanya sebuah pesan yang bahkan Indah malas untuk membukanya, ia tahu itu hanya alasan saja.


Awalnya Indah ingin meminta bantuan Dava untuk menyelidiki semuanya, tapi untuk kali ini ia bertekat untuk mencari tahu sendiri dan akan meminta bantuan Dava saat ia benar-benar tidak bisa menyelesaikan sendiri.


Indah sudah bersiap, hari ini ia sudah ada janji dengan pengacara Hadi. Kemarin ia sudah menghubungi asistennya dan memintanya untuk menyusun jadwal pertemuan mereka, tentunya tanpa sepengetahuan nyonya Rose.


Indah memilih taksi sebagai alat transportasinya, ia tidak mau membuang waktu dengan menunggu bus di halte.


Hanya butuh waktu seperempat jam akhirnya Indah sampai juga di depan sebuah gedung yang tidak begitu besar, tapi terdapat nama besar di depan yang bertuliskan nama Hadi lengkap dengan gelarnya yang cukup membuat orang segan berhadapan dengannya.


Indah menghela nafas, ia berusaha untuk bersikap tenang.


Langkahnya terhenti di depan meja resepsionis,


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Apa pengacara Hadi nya ada?"


"Apa anda sudah ada janji?"


"Sudah, asisten pengacara Hadi meminta saya datang jam delapan."


"Baiklah, biar saya tanyakan dulu. Silahkan anda duduk dulu."


"Baik!" sambil menunggu wanita itu menghubungi seseorang, Indah memilih duduk di kursi tunggu yang Sudja di tunjuk wanita itu. Tapi tatapan mata Indah tidak bisa beralih dari menatap wanita itu, ia ingin tahu apakah ia diperbolehkan masuk atau tidak.


Hanya beberapa menit, dan wanita itu mendatangi Indah, "Anda di perbolehkan masuk, mari saya antar ke ruangan pengacara Hadi."


"Baik." lagi-lagi Indah hanya bisa mengikuti wanita itu, mereka berjalan menyusuri lorong dengan beberapa pintu di sisi kanan dan kirinya, hingga langkah mereka terhenti di pintu yang paling ujung. Tampak wanita itu mengetuk pintu dan terdengar sahutan dari dalam, wanita itu membuka pintu tapi tidak berniat untuk masuk.


"Silahkan masuk!" ucapnya masih dengan tangan yang memegang handle pintu.


"Terimakasih." Indah pun akhirnya masuk melewati wanita itu, hanya berdiri beberapa langkah dari pintu, pintu itu kembali di tutup dari luar, saat Indah menoleh ke belakang ternyata wanita itu juga sudah tidak ada di belakangnya.

__ADS_1


Indah pun kembali fokus ke depan, ia melihat pria yang tengah duduk menatapnya di balik meja, pria yang sama dengan waktu itu. Di mejanya juga ada tag name Hadi lengkap dengan gelarnya.


"Selamat datang Indah." sapanya sambil berdiri, "Silahkan duduk!"


"Iya, terimakasih." Indah pun kembali berjalan dan duduk di depan meja itu. Setelah memastikan Indah duduk, pengacara Hadi pun kembali duduk. Ia masih menunjukkan wajah bersahajanya.


"Indah, akhirnya kita bertemu lagi."


"Bagaimana anda bisa mengenal saya?" tanya Indah tiba-tiba membuat pengacara Hadi mengerutkan keningnya.


"Apa nyonya Rose tidak memperkenalkan saya pada mu?"


"Maksudnya?"


"Saya adalah pengacara keluarga kamu!"


"Keluarga saya?"


"Iya. Saya yang menangani wasiat mengenai harta peninggalan orang tua kamu yang sekarang tengah di kelola oleh putra nyonya Rose yang tidak lain adalah suami kamu!"


"Iya, perusahaan itu adalah perusahaan orang tua kamu, jadi selagi kamu sudah mampu untuk mengelolanya, maka kuasa atas perusahaan itu akan di alihkan kembali kepada mu. Tapi kalau saya pikir tidak akan jadi masalah karena pengelolanya sekarang adalah suami kamu."


Jika ini pernikahan yang normal, tanpa ada kebohongan mungkin aku akan berpikir yang sama. Tapi nyatanya di sini aku yang paling di sakiti ...


"Apa ada masalah?" melihat Indah yang terbengong membuat pengacara Hadi curiga.


"Tidak, tapi jika saya ingin mengambil alihnya sekarang. Apa bisa?"


"Bisa, tapi kita harus melakukan rapat dengan para pemegang saham lainnya. Selain itu keluarga nyonya Rose juga memiliki sedikit saham di sana."


"Kalau mereka tidak setuju?"


"Terpaksa untuk sementara masih di pegang oleh Bima. Karena memegang perusahaan tidak hanya dengan nama pemilik saham yang besar, tapi kemampuan yang mempuni juga demi kelangsungan perusahaan selanjutnya."

__ADS_1


"Kalau saya bercerai dengan mas Bima, apa perusahaan tetap di pegang oleh mas Bima?"


"Apa itu artinya kamu punya rencana untuk bercerai?"


"Mungkin saja!"


"Berarti kamu harus punya seseorang yang punya ikatan yang kuat dengan mu yang kamu anggap bisa mendampingimu dalam mengelola perusahaan."


"Tapi saya tidak punya saudara."


"Misalnya jika kamu punya suami lagi yang memiliki kemampuan yang cukup untuk mengelola perusahaan. Yang pengaruhnya minimal sama besar dengan Bima di dunia bisnis."


"Kalau saya sendiri?"


"Kamu harus membuktikan kalau kamu bisa memimpin perusahaan. Tapi bukankah sudah menikah dengan Bima? Kenapa harus memikirkan perceraian? Apa pernikahan kalian tidak bahagia?"


"Pernikahan kami karena perjodohan. Apa perjodohan itu juga masuk dalam surat wasiat orang tua saya?"


"Tidak sama sekali, keluarga nyonya Rose hanya berkewajiban untuk menjaga kamu hingga kamu dewasa."


Bahkan mereka tidak menjagaku ...., batinnya lagi. Ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran keluarga Bima, suaminya. Semua kenyataan yang ia dapat malah semakin membuatnya membenci suaminya. Jadi perjodohan ini bahkan hanya sebuah rekayasa ...


Setelah puas berbicara dengan pengacara Hadi, Indah pun segera meninggalkan tempat itu. Ia memilih berhenti di halte bus sambil menunggu bus. Tapi selama ia duduk sudah beberapa bus yang berhenti, Indah masih tetap duduk di sana tanpa berniat untuk memasuki salah satu bus itu.


Pikirannya masih melayang untuk memikirkan rencananya selanjutnya. Jika pun ia ingin bercerai dengan Bima tetap saja ia tidak bisa mengambil perusahaannya selama ia masih belum mempunyai pengalaman yang mempuni untuk memimpin sebuah perusahaan.


Jika pun bisa, tapi membutuhkan waktu berapa lama lagi dan selama ia belajar bisa jadi Bima akan menyusun rencana lebih cepat dari dirinya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2